Ini hari baru di Mesa, Arizona. Ini hari sekolah lain di sekolah menengah Mesa. Saatnya makan siang ketika Kyungsoo dan temannya, Taemin, menikmati makan siang mereka. Makan siangnya termasuk burger pizza, kentang goreng, apel dan brownies. Mereka memiliki soda sebagai minumannya. "Ini ternyata makan siang yang cukup enak, tidak seperti makan siang biasa dari kafetaria sekolah," ujar Taemin. "Ya, aku tahu," balas Kyungsoo.
Anak-anak itu melanjutkan makan ketika teman Kyungsoo dan Taemin yang lain bergabung dengan mereka. "Hai semua, bagaimana kabar kalian," tanya Guanlin. "Sangat baik. Burger pizza yang luar biasa," jawab Kyungsoo. "Ya, kurasa," balas Guanlin. "Jadi, apakah kalian menemukan pesta halloween ?" tanya Guanlin. Kyungsoo mengingat kembali undangan yang diterimanya melalui surat. "Sebenarnya, aku menerima undangan melalui surat," jawab Kyungsoo. "Undangan itu ke pesta halloween pada kamis malam," tambah Kyungsoo.
Anak-anak itu sudah selesai makan siang. "Jadi, kau mau pergi ?" tanya Taemin. "Aku tidak tahu. Aku harus minta ijin dulu dengan kakakku," jawab Kyungsoo. "Apa maksudmu kau harus minta ijin dengan saudaramu terlebih dulu. Kyungsoo, kau umur 17 tahun," ujar Guanlin. "Aku tahu, tapi ayahku memberi Kris tanggung jawab untuk menjagaku dan melihat apa yang terjadi di masa lalu, yah, kau tahu," jawab Kyungsoo. "Maksudmu penculikan," balas Taemin. "Ya. Itulah yang kumaksud," jawab Kyungsoo.
Keheningan sekarang membayang di atas meja ketika pembicaraan tentang penculikan telah menguasai pembicaraan. "Maaf kawan. Aku tidak bermaksud tidak pengertian," ujar Guanlin. "Kau tidak perlu meminta maaf. Kau tidak melakukan kesalahan," jawab Kyungsoo. "Kalau dipikir-pikir, kita semua berteman dengan Kai jahanam itu," ujar Taemin. "Syukurlah dia sudah mati," tambah Taemin. "Kau benar," Guanlin mendukung gagasan itu. "Aku hanya bersyukur pada Tuhan kau ada bersama kami hari ini, temanku," ujar Guanlin. "Terima kasih sudah mengatakan itu," balas Kyungsoo.
Waktu makan siang sudah berakhir dan anak-anak mulai kembali ke kelas. "Jadi, kau akan bicara dengan kakakmu tentang pestanya kan?" tanya Guanlin. "Ya. Aku akan bicara dengan Kris," jawab Kyungsoo. "Aku akan meneleponmu malam ini," tambah Kyungsoo. "Kedengarannya bagus. Sampai jumpa lagi," ujar Guanlin dan pergi ke kelas Matematika. "Sobat, Guanlin kadang ada-ada saja," ujar Taemin. "Oh, jangan salahkan Guanlin. Dia tidak bermaksud jahat dengan pernyataannya," balas Kyungsoo. "Telepon aku," ujar Taemin sambil menuju ke kelas. "Tentu," jawab Kyungsoo.
Hari sekolah sudah berakhir karena Jeon Kris datang untuk menjemput saudaranya dari sekolah. "Jadi bagaimana harimu ?" tanya Kris ketika Kyungsoo masuk ke dalam mobil. "Itu bagus. Hari yang cukup bagus," tambah Kyungsoo. Mereka sekarang dalam setengah perjalanan pulang ketika Kyungsoo memutuskan untuk bicara. "Aku perlu menunjukkan sesuatu padamu saat kita pulang," ujar Kyungsoo. "Ya. Apa itu ?" tanya Kris. "Tunggu saja. Aku akan menunjukkan padamu ketika kita sampai di rumah," jawab Kyungsoo. "Baiklah kalau begitu, kita akan sampai dalam sepuluh menit," ujar Kris.
Kedua saudara itu akhirnya tiba di rumah. Kyungsoo keluar dari mobil dan masuk ke rumah. Dia langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil undangan. Dia kembali ke bawah di mana saudaranya menunggu di ruang tamu. "Ini dia. Ini yang ingin kutunjukkan padamu," ujar Kyungsoo sambil menyerahkan selembar kertas itu pada Kris. "Sepertinya itu undangan untuk pesta halloween," jawab Kris. "Rupanya, pestanya untuk kamis malam ini," tambah Kris. "Itu benar," balas Kyungsoo. "Jadi, bisakah aku pergi ?" tanya Kyungsoo.
Kris duduk di sofa. "Kau tahu, pertama kali kau bertanya padaku apakah kau bisa pergi ke pesta halloween, sudah kubilang aku akan memikirkannya," ujar Kris. "Aku ingat. Jadi, apakah kau sudah memikirkannya ? Bisakah aku pergi ke pesta ?" Kyungsoo kembali bertanya. "Kurasa tidak," jawab Kris. "Kenapa tidak ? Apa salahnya pergi ke pesta halloween ?" tanya Kyungsoo. "Dengar kawan, ayah kita memberiku tugas untuk menjagamu. Jika sesuatu terjadi padamu, dia tidak akan pernah memaafkanku," ujar Kris. "Apa yang mungkin terjadi padaku ? Ini hanya pesta halloween," balas Kyungsoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
FanfictionOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
