Jam telah mencapai tengah malam saat petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kobaran api yang disebabkan oleh ledakan di rumah keluarga Jeon. Kris sedang beristirahat di mobil polisi di dekatnya ketika dia menyaksikan dengan ngeri apa yang sedang terjadi di depannya. "Kumohon Tuhan. Tolong jangan biarkan adikku mati," ujar Kris sambil menjerit. Kris memandang rumah itu, tapi apa yang bisa dia katakan, tidak tersisa apapun dari yang dulu dia sebut rumah. Kris mulai takut dengan kemungkinan buruk bahwa Kyungsoo tidak akan selamat dari ledakan itu.
Nyala api hampir padam, tapi belum cukup. Detektif Yugyeom ada di tempat sambil mendekati Kris. "Maaf nak. Bisakah kau ceritakan apa yang terjadi di sini ?" tanya Yugyeom. "Kau ingin tahu apa yang terjadi ? Aku akan memberitahumu. Saudaraku terbunuh malam ini. Itulah yang terjadi," jawab Kris dengan teriakan lain. "Maksudmu kau memberitahuku bahwa Jeon Kyungsoo ada di rumah itu ?" tanya Yugyeom. Kris hanya menganggukkan kepala karena terlalu sedih untuk berbicara.
Api sekarang benar-benar padam ketika detektif Yugyeom mencoba untuk mendapatkan beberapa info dari Jeon Kris. "Aku tahu ini sulit bagimu, tapi aku perlu tahu apa yang terjadi," ujar Yugyeom. "Saudaraku Kyungsoo, ingin pergi ke pesta halloween, tapi aku tidak membiarkannya," ujar Kris. "Jadi dia ada di sini dan aku tidak," tambah Kris. "Di mana kau ?" tanya Yugyeom. "Aku berkumpul dengan beberapa teman di taman," jawab Kris. "Aku akhirnya memberitahu mereka bahwa aku harus pulang ke Kyungsoo," tambah Kris. Kris berhenti sejenak. "Tidak apa-apa nak. Luangkan waktumu," ujar Yugyeom. "Aku hampir satu blok jauhnya ketika itu terjadi. Ketika rumah itu meledak," ujar Kris.
Detektif Yugyeom mengulurkan tisu pada Kris agar dia bisa menyeka matanya. "Kris. Apakah kau melihat sesuatu yang tidak biasa di daerah dalam perjalanan pulang ?" tanya Yugyeom. "Maksudku, apakah kau melihat sesuatu atau seseorang yang seharusnya tidak ada di sana ?" tanya Yugyeom. Kris mencoba berpikir, tapi tidak dapat menemukan apa pun. "Maaf detektif. Hari sudah gelap. Fokusku hanya pulang ke Kyungsoo," jawab Kris. "Tidak apa-apa," jawab Yugyeom. "Ya Tuhan. Ini semua salahku. Seharusnya aku tidak meninggalkan Kyungsoo," ujar Kris. "Tidak. Itu bukan salahmu. Kau tidak bisa disalahkan atas kecelakaan mengerikan ini," jawab Yugyeom. Detektif Yugyeom memutuskan untuk memeluk saudara yang sedang bersedih itu.
Setelah satu menit menghibur Kris, detektif Yugyeom mundur dari pelukan itu. "Jadi, di mana ayahmu dan istrinya ?" tanya detektif Yugyeom. "Di Hawaii. Mereka sedang berbulan madu," jawab Kris. "Setelah aku mendapatkan info lebih lanjut, aku akan menghubungi ayahmu untukmu," ujar Yugyeom. Kris hanya menganggukkan kepalanya. "Detektif. Apakah kau pikir ini kecelakaan atau itu dilakukan dengan sengaja ?" tanya Kris. "Aku belum bisa memberitahumu itu," jawab Yugyeom. "Tim penyelidik akan hadir di sini untuk mencari tahu bagaimana rumahmu meledak. Kami akan mendapatkan jawabannya. Aku berjanji padamu," tambah Yugyeom.
Jeon Kris dan Detektif Yugyeom terus berbicara ketika kapten pemadam kebakaran datang untuk berbicara dengan mereka. "Kris, ini Kapten Choi Dongwook dari pemadam kebakaran," ujar Yugyeom. "Oh. Hai," ujar Kris. "Aku benci mengatakan ini padamu, tapi kami menemukan sesuatu," ujar Dongwook. Kris memandang ke arah kapten pemadam. "Apa yang kau temukan ?" tanya Kris. Choi Dongwook ragu-ragu sebelum menjawab. "Yang kami temukan adalah apa yang tampak seperti mayat yang terbaring di ranjang," jawab Dongwook. Kris mulai terisak. Detektif Yugyeom kembali mencoba menghibur lelaki yang sedang berduka.
Sambil menghibur anak itu, detektif Yugyeom menoleh untuk mengajukan pertanyaan pada kapten pemadam. "Bisakah tubuh itu mudah diidentifikasi ?" tanya Yugyeom. Kris mendongak dan menatap kapten pemadam. "Aku takutnya tidak," jawab Dongwook. "Tubuh itu terbakar sangat parah hingga tidak bisa dikenali," tambah Dongwook. "Ya Tuhan," ujar Kris. "Ada petugas ambulans sekarang mencoba untuk melihat apakah dia bisa mendapatkan sejenis DNA apa pun darinya, mungkin dengan darah apa pun dia bisa mendapat hasil," ujar Dongwook. "Itu Kyungsoo. Dia satu-satunya di sini," ujar Kris sambil menangis lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
Fiksi PenggemarOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
