Ini masih malam saat Jeon Kyungsoo baru saja mengetahui bahwa temannya, Guanlin, membantu Sehun menculiknya. "Kau pembohong, temanku," ujar Kyungsoo pada Guanlin. "Mengapa kau berbohong tentang hal seperti itu," tambah Kyungsoo. "Aku sangat menyesal temanku, tapi aku tidak berbohong," balas Guanlin. "Aku memang membantu Sehun menculikmu," jawab Guanlin. Kyungsoo hanya menatap temannya dengan kaget. "Bahkan jika kau mengatakan yang sebenarnya, apa tujuanmu kau lakukan ini padaku ?" tanya Kyungsoo. "Apa lagi. Uang," jawab Guanlin.
Kyungsoo berjalan melewati Guanlin karena dia masih tidak percaya apa yang dia dengar. "Uang. Kau melakukan itu semua demi uang," ujar Kyungsoo. "Itu benar temanku. Aku melakukannya demi uang," jawab Guanlin. "Ayolah Kyungsoo. Kau tahu aku. Kau tahu aku tidak pernah bisa mengatakan tidak pada uang," tambah Guanlin. Kyungsoo berbalik dan sekarang menatap Guanlin. "Tapi aku temanmu. Kupikir kau menyayangiku," jawab Kyungsoo. "Ya. Aku menganggapmu sahabatku," ujar Guanlin. "Yah, kau cukup bodoh kalau mengira kita masih bisa berteman," balas Kyungsoo.
Jelas bahwa Guanlin merasa sangat buruk atas apa yang telah dia lakukan pada Kyungsoo. "Lihat Kyungsoo. Aku minta maaf atas apa yang telah kulakukan," ujar Guanlin. "Simpan saja," balas Kyungsoo. "Kau tahu, aku masih belum yakin aku percaya padamu," tambah Kyungsoo. "Kyungsoo. Aku mengatakan yang sebenarnya. Aku membantu Sehun menculikmu," jawab Guanlin. "Baiklah kalau begitu. Bagaimana tepatnya kau membantu Sehun menangkapku ?" tanya Kyungsoo." Apakah kau ingat pesta halloween ?" tanya Guanlin. "Bagaimana mungkin aku tidak ingat ? Itu malam aku diculik," balas Kyungsoo. "Aku yang meyakinkanmu untuk pergi," jawab Guanlin. "Sehun ingin memastikan aku meyakinkanmu untuk muncul," tambah Guanlin.
Kyungsoo hanya berdiri di sana, menatap orang yang dia pikir adalah temannya. "Coba kutebak. Sehun membayarmy setelah perbuatan baikmu," ujar Kyungsoo, dengan sinis. "Itu benar," balas Guanlin. "Apa lagi ?" tanya Kyungsoo. "Pasti ada sesuatu yang lain," tambah Kyungsoo. "Pada hari kau melarikan diri dari Sehun dan aku membawamu kembali ke tempatku," balas Guanlin. "Apakah kau ingat sesuatu tentang hari itu ?" tanya Guanlin. "Aku ingat melarikan diri dan kau membawaku kembali ke tempatmu," jawab Kyungsoo. "Lalu, semuanya mulai menjadi buram," tambah Kyungsoo.
Kyungsoo mulai mondar-mandir, mencoba berpikir kembali pada hari itu. "Aku tahu aku ada di hostelmu," ujar Kyungsoo. "Aku tidak tahu. Yang kuingat hanyalah aku terbangun dan mendapati diriku menjadi tawanan milik Sehun lagi," balas Kyungsoo. Keheningan sekarang berada di kamar karena sesuatu akan datang ke Kyungsoo. "Tunggu sebentar. Aku bangun," ujar Kyungsoo. "Lucu. Aku tidak ingat tertidur," tambah Kyungsoo. Kyungsoo sekarang menyadari bagaimana Guanlin membantu Sehun. "Aku tidak ingat tertidur karena kau membuatku pingsan," ujar Kyungsoo. "Itu benar temanku. Aku memberi obat pada air minum yang kuberikan padamu," balas Guanlin. Kyungsoo tertegun.
Kyungsoo kembali menatap Guanlin, ingin tahu apa yang terjadi setelah itu. "Jadi, apa yang kau lakukan setelah itu ?" tanya Kyungsoo. "Aku mengikatmu dengan lakban dan aku juga menyumpalmu dengan lakban," jawab Guanlin. "Setelah aku menawanmu, aku memanggil Sehun dan dia kemudian datang dan menjemputmu," tambah Guanlin. Kyungsoo duduk di ranjang. "Dan sebelum Sehun pergi bersamaku, dia membayarmu sekali lagi untuk kebaikanmu," ujar Kyungsoo lagi dengan sinis, "Itu benar," balas Guanlin.
Kyungsoo hanya duduk di ranjang dengan keadaan sangat terkejut karena yang dia pikir adalah temannya ternyata juga seorang penculik. Kyungsoo kemudian menatap Guanlin. "Yah, kau tahu Guanlin," ujar Kyungsoo. "Aku sangat membencimu," tambah Kyungsoo. "Kyungsoo..." ucapan Guanlin terputus karena Kyungsoo baru saja menyerangnya dan sekarang bergulat di lantai. "Kau keparat," ujar Kyungsoo sambil mencoba untuk mencekik Guanlin. Guanlin mampu mendorong Kyungsoo darinya. Guanlin bangkit dan berteriak agar Kyungsoo berhenti, tapi remaja itu tidak mau mendengar sambil dia menggenggam Guanlin dan mendorongnya ke dinding.
Keduanya melanjutkan pertarungan mereka saat Kyungsoo meninju pipi Guanlin. Kyungsoo mencoba mendaratkan pukulan lain, tapi Guanlin meraih tangan Kyungsoo, membalikkan remaja itu dan sekarang mendekap leher Kyungsoo. "Kyungsoo. Tolong berhenti. Aku tidak ingin melukaimu," ujar Guanlin. Kyungsoo mengabaikannya dan menyikut Guanlin di perut dan sekarang bebas dari cengkeraman Guanlin padanya. Kyungsoo berbalik, meraih Guanlin dan melemparnya ke lantai. Kyungsoo melompat ke atas Guanlin ketika dia lagi mencoba untuk mencekik Guanlin. "Kau bajingan. Aku membencimu," ujar Kyungsoo sambil membanting kepala Guanlin ke lantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
Hayran KurguOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
