Chapter 7 : Pengungkapan

770 16 0
                                        

Sekarang jam 10 pagi di rumah seseorang itu di Mesa, Arizona. Seseorang itu berbicara di telepon dengan ibunya. "Aku berhasil bu," ujar seseorang itu. "Aku menculik Jeon Kyungsoo dan sekarang dia adalah tawananku," tambah seseorang itu. "Baiklah, selamat nak. Itu berita bagus," jawab sang ibu. "Dimana tawananmu sekarang ?" tanyanya. "Di lantai atas dan terbaring di ranjang," jawab seseorang itu. "Aku mungkin harus kembali ke tawananku. Dia harusnya sadar sebentar lagi sekarang," tambah seseorang itu. "Katamu sadar. Apa ? Sadar dari kloroform ?" tanya sang ibu. "Kau tahu bu, kloroform bekerja sangat baik," jawab seseorang itu.

Seseorang itu bangkit dan sekarang berjalan mondar-mandir. "Jadi, bersiaplah untuk kami ketika kami tiba," ujar seseorang itu. "Jangan khawatir nak. Kamar itu sudah siap untuk cucuku," jawab sang ibu. "Sangat menyenangkan mengetahui bahwa aku memiliki cucu lagi," tambahnya. "Yah bu. Aku senang bisa memberimu cucu lagi," jawab seseorang itu. "Kapan kau berencana meninggalkan rumahmu di Mesa dan datang ke sini ?" tanya sang ibu. "Malam ini. Kurasa lebih baik memindahkan tawananku di malam hari," jawab seseorang itu. "Aku harus pergi sekarang bu. Aku akan berbicara denganmu nanti," ujar seseorang itu dan menutup telepon.

Seseorang itu menuju ke atas di mana Kyungsoo perlahan mulai sadar. Mata remaja itu mulai terbuka dan saat itulah seseorang itu memasuki ruangan. Kyungsoo menatap seseorang itu dan mulai mengatakan sesuatu, tapi terpotong ketika seseorang itu meletakkan tangannya di atas mulut anak itu. "Jangan mencoba berteriak atau minta tolong," ujar seseorang itu, mengeluarkan peringatan. "Jika kau melakukannya, kau akan menyesalinya putraku," tambah seseorang itu. "Apakah kau janji untuk tidak berteriak minta tolong ?" tanya seseorang itu. Kyungsoo menganggukkan kepalanya dan seseorang itu melepaskan tangannya dari mulut Kyungsoo. "Aku senang kau mendengarkan," ujar seseorang itu.

Kyungsoo hanya menatap penculiknya dan tidak percaya siapa yang dia lihat. "Ya Tuhan. Ini kau," ujar Kyungsoo. Seseorang itu adalah detektif Sehun. Atau haruskah kukatakan, mantan detektif Sehun. "Halo Kyungsoo. Senang bertemu denganmu lagi," ujar Sehun. "Bagaimana ini bisa terjadi ? Kau seharusnya di penjara," ujar Kyungsoo. "Yah Kyungsoo, maaf mengecewakanmu, tapi aku tidak di penjara karena aku diselamatkan," ungkap Sehun. "Siapa yang akan menyelamatkanmu ? Kupikir uang jaminanmu tinggi dan pada dasarnya kau tidak punya peluang untuk keluar kan ?" tanya Kyungsoo. "Wah, keajaiban memang terjadi," ujar Sehun.

Kyungsoo mencoba melepaskan diri dari ikatannya, tapi tidak ada gunanya. "Bahkan jangan mencoba untuk melepaskan diri dari ikatanmu nak. Tidak ada gunanya. Kau terikat dengan pengikat zip," ujar Sehun. "Mengapa kau melakukan ini ? Mengapa kau menculikku lagi ?" tanya Kyungsoo. "Kau tahu nak. Aku akan memberitahumu, tapi saat sarapan," ujar Sehun. "Jadi aku akan melepaskanmu, tapi jangan macam-macam. Apakah kau mendengar apa yang kukatakan padamu ?" tanya Sehun. Kyungsoo menganggukkan kepalanya. "Ya. Aku mengerti. Aku tidak akan macam-macam," jawab Kyungsoo. Sehun mengeluarkan pisaunya dan memotong pengikat zip yang mengikat tangan Kyungsoo. Dia kemudian memotong pengikat zip yang mengikat kaki Kyungsoo. "Beres. Kau sekarang tidak diikat," ujar Sehun.

Sehun membantu Kyungsoo keluar dari ranjang. Saat itulah Kyungsoo bergerak. Kyungsoo mengangkat lututnya dan menyikut Sehun di perut dan kemudian mendorong Sehun ke dinding. Kyungsoo melarikan diri. Remaja itu berhasil keluar ke lorong dimana Sehun menangkapnya dengan menarik lengan remaja itu. Kyungsoo mencoba berteriak minta tolong, tapi tidak bisa karena Sehun membekap tangannya di mulut remaja itu. "Mmmppphhh," teriak Kyungsoo. "Diam. Kau dengar aku ? Diam," beritahu Sehun pada remaja itu dengan nada marah. "Itu bodoh nak. Kupikir aku mengatakan untuk tidak macam-macam. Sekarang jangan lakukan hal seperti itu lagi. Apakah kau mendengarku ?" ujar Sehun yang marah. Kyungsoo menganggukkan kepalanya dan Sehun melepaskan tangannya dari mulut Kyungsoo.

Sehun meraih lengan Kyungsoo dan mulai menyeretnya ke bawah. Begitu mereka di dekat dapur, Kyungsoo melihat beberapa tali di kursi dapur. Kyungsoo lagi mulai melawan Sehun, tapi pria yang lebih tua tidak akan lengah. Sehun mendorong Kyungsoo ke dinding dan kemudian meraih rambut Kyungsoo, menarik kepalanya ke belakang. "Hentikan. Hentikan saja," teriak Sehun. "Kau beruntung kau diberi makan setelah tingkahmu," tambah Sehun. Kyungsoo mulai tenang dan Sehun menyeret remaja itu ke dapur. Sehun mengambil tali lalu mendudukkannya di kursi. Dia mengambil tali dan mengikatnya di sekitar kursi. "Hanya memastikan kau tidak lari nak," ujar Sehun.

The Wanted SonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang