Chapter 20 : Berjuang Untuk Kebebasan

559 10 0
                                        

Dengan tangannya masih menutupi mulut Kyungsoo, Jessica khawatir dia ketahuan oleh Sehun karena dia baru saja mendengar suara di luar pintu kamar. Jessica menoleh dan ngeri melihat pintu mulai didorong terbuka. Namun suara yang didengarnya ternyata dari Guanlin yang membuka pintu dapur. "Ayah, aku menemukan dompetmu," ujar Guanlin. "Ya," jawab Sehun. Jessica dengan cepat melepaskan tangannya dari mulut Kyungsoo dan menempelkan lakban itu kembali ke mulut remaja itu. Dia menggunakan kesempatan itu untuk segera memakai kemejanya kembali.

Jessica baru saja selesai menyelipkan bajunya ketika dia mendengar Sehun memberitahu Guanlin bahwa dia akan memeriksa Kyungsoo. Jessica sedikit menakuti Sehun dengan membuka pintu dengan cepat. "Ibu, kau di sini ?" ujar Sehun dengan Guanlin yang melihat. "Ya. Ini aku. Aku baru saja memeriksa putramu," ujar Jessica. "Apakah Kyungsoo baik-baik saja ?" tanya Sehun. "Tentu saja Kyungsoo tidak apa-apa," jawab Jessica. "Kau tidak akan baik-baik saja jika kau terus diikat dan disumpal," tambah Jessica. "Aku tahu, aku tahu. Pendirian Kyungsoo hampir berakhir," jawab Sehun.

Setelah mengunci pintu, Jessica mengikuti Sehun dan Guanlin ke dapur. "Jadi, apa yang terjadi ? Kupikir kau mengajak Guanlin ke bioskop," tanya Jessica. "Ya. Kupikir aku lupa dompetku dan aku harus pulang," jawab Sehun. "Guanlin menemukannya di mobil," tambah Sehun. "Apakah kau baik-baik saja bu ? Kau tampak sedikit berbeda," tanya Sehun. Jessica mengingat kembali pemerkosaan keduanya pada Kyungsoo. "Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah," jawab Jessica. "Kita harus pergi nak," ujar Sehun pada Guanlin sambil ayah dan putranya pergi ke bioskop.

Ketika dia melihat Sehun pergi, Jessica memutuskan untuk mengunjungi Kyungsoo lagi. Dia menuju ke kamar dan membuka kunci pintu. Setelah masuk, dia berjalan menuju Kyungsoo dan duduk di tepi ranjang. Dia melihat Kyungsoo menangis. Jessica menarik lakban yang menutupi mulut Kyungsoo. "Ada apa nak ?" tanya Jessica. Kyungsoo menatap Jessica. "Menurutmu apa yang salah ?" tanya Kyungsoo. "Kau baru saja memperkosaku lagi," tambah Kyungsoo. "Oh, hentikan cintaku," jawab Jessica. "Aku tahu kau menyukainya sama sepertiku," tambah Jessica. Kyungsoo hanya menoleh dan sekarang melihat ke dinding.

Jessica bangkit dan pergi mengambil beberapa tisu. Dia kembali dan berusaha untuk menghapus air mata Kyungsoo. "Pergi dariku jalang," Teriak Kyungsoo. Jessica meraih dagu Kyungsoo dan memutar kepalanya dengan keras sehingga Kyungsoo menatapnya. "Jangan pernah bicara seperti itu padaku," Jessica memperingatkan Kyungsoo. "Ah, maafkan aku. Bukan hanya kau pelacur, tapi kau juga pedofil," ujar Kyungsoo. "Kyungsoo, akui saja bahwa kau menyukainya sama sepertiku. Akui saja," jawab Jessica. "Kau benar-benar orang aneh yang sakit," jawab Kyungsoo. "Kau tahu ? kupikir sudah waktunya lakban itu kembali," ujar Jessica sambil menempelkan lakban itu kembali ke mulut Kyungsoo. Dia bangkit dari ranjang dan pergi meninggalkan kamar. Dia mengunci pintu dan menuju ke ruang tamu.

Jessica sekarang berada di ruang tamu, duduk di sofa. Dia mengingat kembali pemerkosaan pertamanya pada Kyungsoo. Dia kemudian mengingat kembali pemerkosaan Kyungsoo yang kedua. "Aku tahu kau menyukainya nak," ujar Jessica. "Hanya masalah waktu ketika kau mengakuinya dan ketika kau melakukannya, itu semua tentang aku dan kau," ujar Jessica. Jessica bangkit dan pergi melihat ke lorong menuju kamar Kyungsoo. "Dan segera cintaku, pemerkosaan ketigamu akan datang," ujar Jessica. Jessica menuju ruang rahasianya dan melihat ranjang dimana pemerkosaan pertama dimulai. Dia berbaring disitu. "Segera," ujar Jessica.

Kembali di kamar Kyungsoo, Kyungsoo hanya terbaring di sana, diikat dan disumpal. Dia hanya berbaring di sana menangis di balik lakbannya. Remaja itu tidak berpikir hal yang lebih buruk daripada diculik bisa menimpanya, tapi dia salah. Dalam benak remaja itu, diperkosa jauh lebih buruk daripada diculik. "Kenapa dia melakukan ini padaku," Kyungsoo bertanya-tanya. "Mengapa dia terus memperkosaku," Kyungsoo bertanya-tanya. Kyungsoo ingin menggeser posisinya di ranjang, tapi tidak bisa karena diikat. "Seseorang, tolong temukan aku," ujar Kyungsoo pada dirinya sendiri. "Tolong temukan aku," ujar Kyungsoo pada dirinya sendiri.

The Wanted SonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang