Sekarang hari pemakaman saat Jungkook baru saja bangun. "Jungkook, Kris tidak kembali," ujar Irene. Jungkook melihat sekeliling ruangan. "Mungkin dia bangun pagi-pagi dan pergi makan," jawab Jungkook. "Tidak. Kukatakan padamu, putramu tidak kembali ke sini tadi malam," ujar Irene. "Dia ada di luar sana di suatu tempat," tambah Irene. Jungkook bangkit dari ranjang. "Yah, kalau putraku ada di luar sana, aku yakin dia baik-baik saja," jawab Jungkook. "Maksudmu, kau tidak khawatir tentang dia ?" tanya Irene. "Kris lelaki dewasa. Aku yakin dia bisa menjaga dirinya sendiri," jawab Jungkook. Jungkook pergi menciumi dahi Irene. "Kurasa aku akan mandi dan bersiap-siap untuk pemakaman," ujar Jungkook sambil berjalan ke kamar mandi.
Sekitar setengah jam kemudian, Jungkook kembali dari kamar mandi, segar dan bersih. "Masih belum ada tanda-tanda dari Kris ?" tanya Jungkook. "Tidak. Putramu masih tidak di sini dan aku khawatir," ujar Irene. Irene menatap Jungkook. "Kau juga harusnya khawatir," tambah Irene. "Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku yakin Kris baik-baik saja," jawab Jungkook. "Bagaimana Kris bisa baik-baik saja. Dia baru saja kehilangan saudaranya," ujar Irene. "Ya. Dia kehilangan saudaranya. Dan mungkin itu tidak akan terjadi jika Kris menjaga saudaranya," balas Jungkook, sekarang dengan nada marah. "Maaf sayang. Aku tidak bermaksud membentakmu," ujar Jungkook. "Tidak apa-apa. Aku mengerti ini saat yang sulit sekarang," ujar Irene. "Kurasa aku akan pergi mandi," ujar Irene dan menuju ke kamar mandi.
Di rumah di seberang kota, Sehun telah kembali ke ruangan tempat Kyungsoo ditahan. "Pagi," ujar Sehun. Kyungsoo hanya menatap Sehun. "Kuharap kau tidur nyenyak," tambah Sehun. Kyungsoo sekarang mengalihkan perhatiannya ke langit-langit karena dia tidak tahan melihat orang yang menculiknya. "Inilah yang akan terjadi," ujar Sehun. "Aku akan melepaskanmu dari ranjang ini sehingga aku bisa membawamu untuk sarapan," tambah Sehun. "Setelah sarapan, aku akan membuatmu siap untuk pemakamanmu sendiri," lanjut Sehun. "Jangan macam-macam atau kau akan menyesalinya. Mengerti ?" tanya Sehun. Kyungsoo menganggukkan kepalanya.
Sehun melepaskan ikatan kaki Kyungsoo. Dia kemudian melepaskan ikatan tangan remaja itu. Sehun membantu Kyungsoo keluar dari ranjang dan kemudian menarik lakbannya. "Bagaimana kau akan membawaku ke pemakamanku ?" tanya Kyungsoo. "Apakah kau tidak khawatir seseorang akan melihatku ?" tanya Kyungsoo. "Tidak ada yang akan melihatmu karena kau akan menyamar," jawab Sehun. "Sekarang, letakkan tanganmu di depan," Sehun mengeluarkan perintah. Kyungsoo melakukan apa yang diperintahkan dan meletakkan kedua tangannya di depan. Sehun mengikat seutas tali di tangan Kyungsoo, lalu Sehun meraih lengan Kyungsoo dan membawa tawanannya ke bawah.
Setelah di dapur, Sehun mendudukkan Kyungsoo di kursi dan mengambil seutas tali lagi dan mengikatnya di sekitar kursi. "Kurasa kau tidak akan pergi ke mana pun," ujar Sehun. Sehun pergi mengambil daging dan telur dadar keju yang dibuatnya. Dia meletakkan piring itu di depan Kyungsoo dan juga memberi anak itu sepotong roti panggang. "Makanlah nak," ujar Sehun. Kyungsoo hanya menatap Sehun. "Dengan tangan terikat ?" tanya Kyungsoo. "Itu diikat di depan jadi cari tahu sendiri," jawab Sehun. Kyungsoo melakukan yang terbaik yang dia bisa dan mulai memakan sarapannya.
Kembali di hotel, baik Jungkook dan Irene sekarang memakai pakaian untuk pemakaman. Irene pergi melihat keluar jendela. "Aku ingin tahu di mana Kris ?" tanya Irene. Jungkook pura-pura mengabaikan pernyataan Irene. "Mungkin aku harus pergi mencarinya," ujar Irene. Jungkook berbalik dan memandang istrinya. "Aku yakin jika Kris ingin ditemukan, dia akan berada di sini," jawab Jungkook. "Aku hanya tidak percaya kau tidak mengkhawatirkannya," ujar Irene. Jungkook lagi-lagi berpura-pura mengabaikan pernyataan itu dan pergi mengambil sebotol air. "Apakah kau tidak khawatir Kris akan melewatkan pemakaman ?" tanya Irene. "Jika Kris ingin pergi ke pemakaman, maka dia akan muncul," jawab Jungkook.
Jungkook pergi membuka pintu dan melihat keluar. "Kau khawatir," ujar Irene. "Aku sedang memikirkan Kyungsoo," jawab Jungkook. "Aku sedang memikirkan bagaimana aku akan mengucapkan selamat tinggal pada putraku," tambah Jungkook. Jungkook berbalik dan menatap Irene. "Bagaimana aku melakukan itu ? Bagaimana aku mengucapkan selamat tinggal pada anakku ?" tanya Jungkook dengan air mata mengalir di pipinya. Irene hanya memeluk suaminya. "Aku akan berada di sisimu dan aku akan membantumu mengucapkan selamat tinggal," balas Irene. Jungkook dan Irene menarik diri dari pelukan mereka. "Ini semakin dekat dengan waktu pemakaman. Mungkin kita harus pergi," ujar Jungkook. Irene pergi mengambil dompetnya dan kedua suami istri pergi ke pemakaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
FanfictionOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
