Ketika Donghae yang lemas dan tak bergerak terbaring di tanah di bagian bawah bukit curam dimana dia terguling setelah ditembak, Kyungsoo sedang dibekap oleh Sehun. "Mmmppphhh," Kyungsoo mencoba berteriak di balik tangan Sehun. "Diam," ujar Sehun. "Mmph," Kyungsoo berteriak lagi, tapi kali ini, teriakannya menjadi lebih pelan saat dia mendengar peringatan Sehun. "Benar nak. Diam saja dan semuanya akan baik-baik saja," ujar Sehun. "Jika aku melepaskan tanganku, apakah kau janji untuk tidak berteriak minta tolong ?" tanya Sehun. Kyungsoo menganggukkan kepalanya. Sehun melepas tangannya dari mulut Kyungsoo.
Setelah dilepas, Kyungsoo berbalik dan sekarang berhadapan dengan Sehun. "Kupikir kau..." ucapan Kyungsoo dipotong oleh Sehun. "Mati. Kau pikir aku sudah mati," jawab Sehun. "Maaf mengecewakanmu, tapi aku sangat hidup," tambah Sehun. "Tidak bisa berkata banyak untuk orang tua itu," ujar Sehun sambil melihat ke bawah bukit. Kyungsoo juga melihat ke arah Donghae yang tidak bergerak. "Kau membunuhnya," Kyungsoo berteriak pada Sehun sambil menyerangnya. "Hentikan," ujar Sehun sambil meraih lengan Kyungsoo. "Hentikan, aku memerintahmu," teriak Sehun. Kyungsoo akhirnya tenang.
Sehun melepaskan Kyungsoo. "Aku akan memeriksa orang tua itu, tapi pertama-tama aku harus berurusan denganmu," ujar Sehun. "Apa maksudmu dengan itu ?" tanya Kyungsoo. "Maksudku, aku harus memastikan kau tidak melarikan diri lagi," jawab Sehun sambil mengambil seutas tali dari tasnya. Sehun meraih lengan Kyungsoo dan menyeretnya ke pohon. Sehun membuat Kyungsoo menghadap pohon itu. "Letakkan tanganmu di sekitar pohon," Sehun memerintah Kyungsoo. Kyungsoo melakukan apa yang diperintahkan. Sehun kemudian mengambil seutas tali dan mengikat tangan Kyungsoo. "Jangan pergi," beritahu Sehun pada tawanannya sambil menuruni bukit.
Sehun telah berhasil menuruni bukit dan sekarang berdiri di atas tubuh Donghae. Sehun memeriksa Donghae. "Kau jelas sudah mati," ujar Sehun. "Maaf tentang itu pria tua, tapi setidaknya kau tidak akan merusak rencanaku untuk Kyungsoo," ujar Sehun. Sehun kembali ke atas bukit menuju Kyungsoo ketika dia gagal menyadari Donghae mulai sadar juga. Donghae akhirnya membuka matanya saat dia perlahan mengangkat kepalanya. Donghae dapat melihat Sehun melepaskan Kyungsoo dari pohon. Donghae perlahan bisa berdiri, meskipun dia merasakan sakit di dekat bahunya. "Aku perlu membantu Kyungsoo," ujar Donghae kesakitan sambil mencoba untuk sampai ke puncak bukit.
Donghae mendekati puncak bukit, tapi sebelum dia bisa sampai di sana, dia ambruk. Donghae kembali mencoba untuk bangkit, tapi tidak dapat menemukan kekuatannya. Donghae kemudian mulai merangkak ke atas bukit. Dia akhirnya mencapai puncak di mana dia melihat Sehun mengikat tangan Kyungsoo di belakangnya. Donghae kemudian menyaksikan Sehun mengikat kaki Kyungsoo. Donghae dengan putus asa ingin membantu remaja itu, tapi tahu bahwa dia bukan tandingan Sehun. Donghae memperhatikan Sehun menyumpal anak itu dengan mode cleavegag. Dia kemudian melihat Sehun menggunakan kain lain untuk menutup mata Kyungsoo. Sehun kemudian mengangkat Kyungsoo dan menempatkannya di bagasi mobilnya.
Sehun kemudian berbalik dan menghadap ke arah tempat Donghae berada. Meskipun Sehun tidak melihat Donghae, Donghae mendapatkan pandangan yang jelas tentang Sehun. Donghae menundukkan kepalanya ketika dia menyadari bahwa dia mengenal Sehun. "Ya Tuhan. Ini kau," bisik Donghae. Donghae mengawasi Sehun masuk ke mobilnya yang akan dia gunakan untuk membawa Kyungsoo pulang. Donghae mengawasi Sehun pergi dan tak lama kemudian, Sehun dan tawanannya tidak lagi terlihat dan keheningan telah memenuhi daerah itu sekali lagi. "Aku minta maaf Kyungsoo. Maaf aku tidak bisa menyelamatkanmu," ujar Donghae. Donghae kemudian mencoba merangkak ke pondok.
Donghae akhirnya mencapai ambang pintu pondok dimana dia berhasil berdiri. "Ouch," bisik Donghae kesakitan. Donghae memegang bahunya dan kemudian membiarkan dirinya masuk ke pondok. Donghae menuju ke kamar mandi dimana dia memeriksa lukanya. Donghae melepas bajunya dan melihat ke bahunya. "Tampaknya aku hanya diserang oleh peluru," ujar Donghae ketika dia melihat sumber darah. Donghae mengambil kain dan membilasnya dengan air sebelum dia berusaha membersihkan lukanya. "Aku rasa itu hal bagus bahwa Sehun adalah penembak payah," ujar Donghae pada dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
Fiksi PenggemarOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
