Chapter 12 : Mengingat Masa Lalu

458 10 0
                                        

Sementara Kyungsoo dan Donghae duduk dan selesai sarapan, Sehun terus menguntit Kyungsoo melalui jendela. "Aku telah kembali untukmu, putraku," ujar Sehun. Sehun sangat bersemangat untuk hanya berlari ke pondok, mengambil remaja itu dan pergi, tapi tahu dia perlu memainkan ini dengan benar dan bersabar. "Aku harus sabar. Aku tidak bisa mengacaukan ini," ujar Sehun. Sehun kemudian meninggalkan tempatnya di depan jendela. Kyungsoo mengira dia melihat pergerakan di luar melalui jendela. "Ada apa nak ?" tanya Donghae. "Kupikir aku melihat seseorang bergerak melalui jendela," jawab Kyungsoo.

Donghae bangkit dan pergi ke luar. Donghae melihat sekeliling, tapi tidak melihat siapa pun. Dia kembali, gagal menyadari Sehun bersembunyi di sisi pondok. "Tidak ada siapa-siapa di luar nak," ujar Donghae. "Kau aman," tambah Donghae. "Maaf. Kurasa pikiranku hanya mempermainkanku," jawab Kyungsoo. "Itu bisa dimengerti setelah apa yang kau alami," jawab Donghae. "Mari kita selesaikan sarapan ini supaya aku bisa keluar dan mencoba menjalankan mobil," tambah Donghae. Kyungsoo dan Donghae melanjutkan sarapan mereka.

Di luar, Sehun menyelinap, mencari persediaan. Bersandar di pondok, dia menemukan senapan. "Ini seperti menemukan sepanci emas," ujar Sehun sambil mengambil pistol itu. "Orang di dalam sana tidak terlalu pintar untuk meninggalkan senjata ini," tambah Sehun. Sehun melanjutkan pencariannya. Dia melihat gudang lain yang berada tepat di belakang pondok utama. Sehun memasuki pondok, berharap untuk mendapat emas lagi.

Sehun mencari gudang dan sekali lagi senang dengan apa yang dia temukan. Sehun berjalan ke dinding dan melihat tali-tali putih menggantung disana. Sehun mengambil talinya. "Ini akan berguna untuk Kyungsoo," ujar Sehun. "Aku butuh sesuatu untuk mengikatnya dan ini pasti akan berhasil,"ujar Sehun lalu melihat tas dan memasukkan tali itu ke dalam tasnya. Sehun kemudian melihat beberapa kain. "Ini juga akan berguna," komentar Sehun. Setelah memasukkan kain itu ke dalam tas juga, Sehun meninggalkan gudang.

Kembali ke dalam, sarapan sudah berakhir. Donghae pergi bersih-bersih sementara Kyungsoo hanya duduk. "Ada yang bisa kubantu ?" tanya Kyungsoo. "Tidak, aku bisa," jawab Donghae. Semua hidangan sekarang dibersihkan dan begitu pula meja. "Baiklah kalau begitu. Aku akan pergi dan mulai bekerja menjalankan mobil," ujar Donghae. "Bisakah aku memasukkan pakaian ke mesin cuci ?" tanya Kyungsoo. "Mengapa kau tidak melakukan itu sementara aku pergi dan bekerja menjalankan mobil," ujar Donghae. Donghae menuju ke luar sementara Kyungsoo menuju ke kamar mandi dimana mesin cuci dan pengering berada.

Kyungsoo sekarang memegang pakaiannya di tangannya. Kyungsoo kemudian ingat apa yang dikatakan Donghae padanya tentang menjadi baik-baik saja untuk memiliki imajinasi. "Apakah benar tidak apa-apa berpakaian seperti Superboy dengan pakaian ini ?" tanya Kyungsoo pada dirinya sendiri. Kyungsoo lalu melempar pakaian ke dalam mesin cuci. Setelah dia tuangkan deterjen, dia menutup tutupnya dan menyalakan mesin cuci. Dia kemudian kembali ke ruang utama pondok di mana dia segera dibekap dari belakang. "Mmmppphhh," hanya itu suara yang bisa dikeluarkan Kyungsoo.

Di luar, Donghae bekerja keras menyalakan mobilnya. "Sialan. Tidak mau menyala" ujar Donghae. "Mungkin ada sesuatu di dalam gudang," ujarnya dan mulai berjalan menuju gudang. Donghae mendekati tempat di mana dia terakhir melihat senjatanya. "Kupikir aku meletakkan senjataku di sini," ujar Donghae. Dia mengangkat bahu dan masuk ke dalam gudang. Donghae melihat sekeliling sebentar. Dia merasa ada sesuatu yang tidak benar. "Ada yang hilang. Apa itu ?" tanya Donghae. Dia kemudian menemukan apa yang dia cari dan kembali ke mobil.

Kembali ke dalam, "Mmmppphhh," Kyungsoo mencoba menjerit lagi, tapi tidak berhasil. Lalu, kembali pada kenyataan. Itu bukan apa-apa. Kepala Kyungsoo hanya bermain permainan pikiran lagi dengan remaja itu. "Ya Tuhan. Apa yang baru saja terjadi ?" tanya Kyungsoo. "Rasanya begitu nyata," ujar Kyungsoo. Kyungsoo berjalan ke jendela dan melihat Donghae sedang bekerja keras untuk mencoba menyalakan mobil. "Kumohon, biarkan mobil itu menyala. Aku harus kembali pada keluargaku," ujar Kyungsoo. "Semoga menyala," Kyungsoo memohon lagi.

The Wanted SonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang