Chapter 10 : Berjalan Terus

666 14 1
                                        

Jungkook telah mendengar apa yang dia pikir adalah suara Kyungsoo. "Aku akan datang putraku," ujar Jungkook sambil berlari ke arah Sehun dan tawanannya. Irene, detektif Yugyeom dan Kris mengejar Jungkook. Sehun mulai pergi, tapi dihentikan oleh Jungkook karena dia telah menangkap mereka. Jungkook berjalan di sekitar Sehun dan sekarang bertatap muka dengan tawanannya. "Ya Tuhan," ujar Jungkook. "Ada yang salah, tuan Jeon ?" tanya Sehun. Jungkook menatap remaja laki-laki di kursi roda itu. Remaja itu memakai topengnya lagi. "Ada apa dengan putramu ?" tanya Jungkook. Dia baru saja tertidur," jawab Sehun.

Irene, detektif Yugyeom dan Kris telah menyusul Jungkook. "Aku pikir kau pembohong," ujar Jungkook. "Maaf ?" jawab Sehun. "Kenapa kau tidak melepas topeng itu," jawab Jungkook. "Aku tidak akan. Aku sudah memberitahumu tentang kondisi putraku," ujar Sehun. "Aku bilang lepas atau aku akan," balas Jungkook. "Jungkook sayang, tenanglah," ujar Irene. "Tidak. Pria ini memiliki putraku," jawab Jungkook. Irene menatap Sehun dan kembali ke Jungkook. "Sayang, Kyungsoo sudah pergi. Kita di sini di pemakamannya," jawab Irene. "Tidak. Aku mendengar Kyungsoo berteriak minta tolong dan itu datang dari arah ini," jawab Jungkook. "Sekarang lepaskan topengnya atau aku akan melakukannya untukmu," teriak Jungkook lagi.

Sehun dan Jungkook hanya saling menatap. "Aku tidak akan melepas topeng anakku ataupun kau," ujar Sehun. "Baik. Kurasa aku akan," ujar Jungkook ketika dia mulai meraih topeng remaja itu. Sehun dengan cepat mendorong Jungkook menjauh ketika detektif Yugyeom berada di antara mereka. "Aku menyuruhmu menjauhkan tangan dari putraku," balas Sehun. "Jungkook. Apa yang membuatmu berpikir ini Kyungsoo ?" tanya Yugyeom. "Sudah kubilang. Aku mendengar suaranya. Orang di kursi ini adalah Kyungsoo," Jungkook balas berteriak. "Itu gila," jawab Sehun. "Buktikan kalau begitu," jawab Jungkook. "Aku tidak bisa karena kondisi putraku," jawab Sehun. "Pembohong," balas Jungkook dengan marah. "Jungkook. Kau harus tenang," ujar Yugyeom.

Jungkook mencoba untuk tenang sesuai permintaan Yugyeom. "Detektif Yugyeom. Aku memberitahumu ini anakku. Paksa orang ini untuk melepaskan topeng anak itu dan kau akan lihat," tambah Jungkook. Yugyeom memandang Sehun. "Dia terlalu percaya," ujar Sehun. "Dia ingin percaya ini adalah Jeon Kyungsoo, tapi aku dapat meyakinkanmu bahwa itu bukan," tambah Sehun. "Mengapa kau tidak bisa melepas topengnya ?" tanya Yugyeom. "Putraku memiliki penyakit langka yang menyebabkan reaksi buruk jika kulit putraku bersentuhan dengan lingkungan luar," jawab Sehun. "Jungkook. Aku percaya pria ini," ujar Yugyeom. "Kau tidak ingin ada bahaya datang ke anak ini, kan ?" tanya Yugyeom.

Jungkook mundur sejenak. "Tidak. Kuberitahu ini Kyungsoo," ujar Jungkook. "Aku tahu apa yang kudengar dan aku mendengar putraku," ujar Jungkook. "Jungkook..." ucapan Irene terpotong. "Tidak," ujar Jungkook. "Kau menculik putraku dan dia ada di sini di kursi roda ini," ujar Jungkook. "Itu tidak masuk akal," ujar Sehun. Jungkook lagi mencoba untuk melepas topeng, tapi dihentikan oleh Yugyeom. "Jika kau menyentuh anakku, aku akan mengajukan tuntutan padamu," ujar Sehun. "Tuntut saja kalau begitu," Jungkook balas berteriak. "Ayah. Tenanglah," Kris melangkah masuk. "Orang ini memiliki saudaramu." jawab Jungkook. "Tidak, dia tidak," balas Kris. "Orang ini tidak memiliki saudaraku," tambah Kris. Jungkook hanya memandang Kris seolah-olah dia terkejut mengetahui bahwa Kyungsoo tidak ada di sini. Jungkook berada dalam pemikiran dimana dia tidak percaya bahwa Kyungsoo tidak lagi disini bersamanya.

Jungkook dan Kris hanya saling memandang. "Tidakkah kau lihat. Aku mendengar anakku," ujar Jungkook. "Kau hanya mendengar itu karena itu yang ingin kau dengar," balas Kris. "Pikiranmu hanya bermain-main denganmu," tambah Kris. Jungkook pergi sebentar dan kembali. "Sayang. Kau ingin Kyungsoo hidup, kita semua ingin, tapi dia sudah tiada," ujar Irene. "Kyungsoo hanya hidup di hati kita," tambah Irene. "Apakah kau mengatakan anakku benar-benar tiada ?" tanya Jungkook. "Kurasa begitu," jawab Irene. Jungkook mulai menangis sambil Irene memeluknya. "Bolehkah aku pergi ?" tanya Sehun. "Silakan," jawab Yugyeom. Sehun mulai pergi, tapi dihentikan oleh Jungkook. "Aku minta maaf karena menuduhmu memiliki anakku," ujar Jungkook. "Tidak apa-apa. Dan lagi, aku berduka atas kehilanganmu," ujar Sehun dan berjalan pergi dengan tawanannya.

The Wanted SonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang