Sekarang hari kamis pagi di rumah di Hawaii. Kyungsoo hanya duduk di ranjang, masih terkunci. Semua yang Kyungsoo pikirkan adalah jika Sehun benar-benar membunuh ibunya sendiri. "Apakah Sehun sebenarnya pembunuh ?" Kyungsoo bertanya-tanya pada dirinya sendiri. "Ya Tuhan. Jika memang begitu, aku harus pergi darinya," ujar Kyungsoo pada dirinya sendiri. Saat itu, dia mendengar pintu dibuka dan Sehun membawa seutas tali di tangannya. Kyungsoo bangkit dari ranjang. "Untuk apa itu ?" tanya Kyungsoo. "Untukmu," jawab Sehun.
Sehun berjalan lebih dekat ke Kyungsoo. "Guanlin sudah pergi ke sekolah, jadi aku akan membawamu untuk sarapan," ujar Sehun. "Setelah sarapan, kupikir aku akan membawamu ke ruang tamu sehingga kita dapat melakukan ikatan ayah dan anak," tambah Sehun. Kyungsoo hanya mengangguk. "Jadi, jika bisa, silakan letakkan tanganmu di depan," perintah Sehun. Kyungsoo mengikuti perintah Sehun dan tangan Kyungsoo diikat di depan dengan seutas tali. "Ayo pergi," ujar Sehun pada Kyungsoo sambil meraih lengan remaja itu dan mengantarnya ke dapur.
Setelah di dapur, Sehun mendudukkan Kyungsoo di kursi. Dia kemudian pergi mengambil makanan yang akan dimakan. "Kuharap kau menyukai roti panggang Prancis," ujar Sehun. "Aku suka," jawab Kyungsoo. "Bagus. Itu bagus," jawab Sehun. Setelah Sehun memakan gigitan pertama, Kyungsoo mencoba melakukan hal yang sama dengan tangannya yang diikat. Kyungsoo mampu melakukannya sambil dia juga memakan gigitan pertamanya. "Roti panggang Perancis enak," jawab Kyungsoo. "Baguslah, aku senang kau menyukainya," jawab Sehun.
Sekitar dua puluh menit kemudian, sarapan sudah berakhir. Sehun bangkit dan meraih lengan Kyungsoo. Dia mengantar Kyungsoo ke ruang tamu dimana dia melepaskan ikatan tangan remaja itu. "Sekarang tolong berbalik," Sehun mengeluarkan perintah lain. Kyungsoo melakukannya dan Sehun meraih lengan Kyungsoo dan menariknya ke belakang. Sehun kemudian mengikat tangan Kyungsoo. "Mengapa aku harus diikat ?" tanya Kyungsoo. "Kupikir kita akan melakukan beberapa ikatan batin, seperti yang kau katakan," tambah Kyungsoo. "Memang," jawab Sehun.
Sehun memutar Kyungsoo dan memaksa remaja itu duduk di sofa. Kyungsoo kemudian memperhatikan Sehun mengambil sepotong tali dari sakunya. Sehun mengambil seutas tali dan mengikat kaki Kyungsoo. "Aku tidak perlu diikat. Kau bisa percaya padaku," ujar Kyungsoo. "Maaf, tapi kau salah. Aku tidak dapat mempercayaimu, tidak lagi," jawab Sehun. Sehun meraih kaki Kyungsoo dan mengangkatnya ke sofa, menempatkan Kyungsoo sekarang dalam posisi berbaring. "Aku akan pergi beres-beres dan kemudian aku akan kembali," ujar Sehun. "Jangan pergi," tambah Sehun sambil meninggalkan ruang tamu. Kyungsoo hanya menggoyangkan ikatannya, tapi seperti biasa, talinya terikat erat.
Kembali di tempat persembunyian di Mesa, Jeon Kris berjalan mondar-mandir. "Sialan, balas," teriak Kris. "Aku meneleponmu tadi malam. Kenapa aku belum mendengar kabar darimu," tambah Kris. Kris merujuk pada pesan yang dia tinggalkan untuk detektif Yugyeom. Kris kemudian ingat kembali ke pertemuannya dengan Donghae sehari sebelumnya. "Ya Tuhan. Adikku sebenarnya masih hidup," ujar Kris pada dirinya sendiri. "Jangan khawatir bro. Aku akan menemukanmu. Aku janji," tambah Kris. Kris kemudian mendengar suara mobil diparkir. Dia melihat keluar jendela dan menemukan itu adalah detektif Yugyeom.
Kris pergi duduk di ranjang. Saat itu, Yugyeom memasuki persembunyian. "Kau tahu aku meneleponmu, kan ?" tanya Kris. "Ya, aku mendengarkan pesanmu satu jam yang lalu," jawab Yugyeom. "Satu jam yang lalu. Aku meneleponmu tadi malam," jawab Kris. "Tenang," jawab Yugyeom. "Jangan suruh aku tenang. Saudaraku ada di luar sana," jawab Kris. "Kau pikir dia di luar sana," balas Yugyeom. "Tidak, kau tidak mengerti. Kyungsoo masih hidup. Sudah dikonfirmasi," jawab Kris. Yugyeom hanya mendapat ekspresi takjub di wajahnya.
Setelah melihat keluar, Yugyeom berbalik untuk menghadap Kris. "Bagaimana kau tahu Kyungsoo masih hidup ?" tanya Yugyeom. "Karena Donghae," jawab Kris. "Siapa itu Donghae ?" tanya Yugyeom. "Dia adalah orang yang kutabrak malam itu," jawab Kris. "Apakah kau mengatakan padaku bahwa orang yang kau tabrak bangun dan berbicara ?" tanya Yugyeom. "Itulah yang kukatakan padamu. Aku berbicara dengannya kemarin," balas Kris. "Bagaimana kau berbicara dengannya ?" tanya Yugyeom. "Dengan sedikit keberuntungan kurasa," balas Kris.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
FanfictionOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
