Sekarang senin pagi di rumah tangga Jeon dan semua orang dalam mode panik. Semua orang sibuk bersiap-siap untuk pergi ke tujuan mereka. Yah, semua orang kecuali Kris. Jungkook dan Irene telah mandi dan sibuk mengepak tas mereka untuk bulan madu mereka. Kyungsoo telah selesai bersiap-siap untuk sekolah dan sekarang menuju ke bawah. Kyungsoo berjalan ke dapur dan sedang dalam proses membuat semangkuk sereal ketika saudaranya, Jeon Kris masuk. "Pagi bro," ujar Kris. "Pagi," balas Kyungsoo.
Kedua bersaudara itu tengah sarapan ketika Jungkook dan Irene berjalan ke dapur. "Pagi kedua putraku," ujar Jungkook. "Pagi," jawab anak-anak itu. "Sekarang Kris. Kau ingat semua yang kukatakan tadi malam bukan ?" tanya Jungkook. "Ya ayah. Aku ingat semuanya," balas Kris. "Tapi tolong, kau tidak perlu khawatir tentang kami. Aku dan Kyungsoo akan baik-baik saja," tambah Kris. "Kau benar. Aku tahu kalian berdua akan baik-baik saja," jawab Jungkook. "Yah, kurasa aku akan membawa barang bawaan kami ke mobil," ujar Jungkook sambil mengambil barang-barang keluar pintu dapur dan menuju garasi.
Anak-anak menghabiskan sarapan mereka dan meletakkan piring ke wastafel. Irene memutuskan untuk segera membilasnya dan memasukkan piring ke mesin cuci piring. Jungkook kembali dan memberitahu keluarganya bahwa barangnya sudah dimasukkan dan siap untuk berangakat. "Apakah kau siap nak untuk pergi ke sekolah ?" tanya Jungkook. "Kurasa," balas Kyungsoo dengan nada yang terdengar seperti dia tidak begitu bersemangat untuk pergi ke sekolah. "Sampai nanti kawan," ujar Kyungsoo dan menuju ke mobil. Jungkook berjalan mendekati Kris dan memeluknya. "Sampai jumpa lagi," ujar Jungkook dan mundur dari pelukan itu. Irene juga memeluk putranya yang baru. Setelah pelukan itu, Jungkook dan Irene meninggalkan rumah dan masuk ke dalam mobil. Mereka pergi, dengan Kris yang menatap kepergian mereka.
Keluarga Jeon sedang dalam perjalanan ke sekolah menengah Mesa untuk mengantar Kyungsoo. Mereka akhirnya tiba dan Irene mengucapkan sampai jumpa pada Kyungsoo. "Sampai jumpa," jawab Kyungsoo dan melangkah keluar dari mobil. Jungkook juga keluar dan pergi memeluk putranya. "Sampai jumpa," ujar Jungkook dan mundur dari pelukan. "Bye ayah," jawab Kyungsoo. "Pastikan kau menuruti saudaramu," ujar Jungkook. "Jangan khawatir. Aku akan," jawab Kyungsoo sambil menghela nafas. "Selamat bersenang-senang di sekolah," ujar Jungkook sambil berjalan kembali ke sisi pengemudi mobil. "Sampai jumpa," ujar Jungkook dan masuk lalu pergi, dengan Kyungsoo yang menatap mereka. Temannya, Taemin, muncul dan berjalan bersama Kyungsoo ke sekolah.
Jeon Jungkook dan Irene sekarang dalam perjalanan ke bandara. Irene menatap Jungkook dan memperhatikan bahwa dia pasti sedang memikirkan sesuatu. "Ada yang salah ?" tanya Irene. "Aku tidak tahu," jawab Jungkook. "Aku hanya punya firasat buruk bahwa aku tidak akan melihat Kyungsoo lagi," jawab Jungkook. "Yah, itu konyol. Tentu saja kau akan melihat Kyungsoo lagi. Kita hanya pergi selama dua minggu," jawab Irene. "Ya, aku tahu," jawab Jungkook. "Hanya saja aku sedikit takut meninggalkannya, kurasa," tambah Jungkook. "Terutama apa yang telah terjadi di masa lalu," tambah Jungkook. Pasangan Jeon melanjutkan perjalanannya ke bandara.
Sekarang waktu makan siang di kantin sekolah menengah di mana kedua orang, Kyungsoo dan Taemin menikmati makan siang mereka. "Jadi Kyungsoo, apakah kau tertarik untuk pergi ke pesta halloween ?" tanya Taemin. Kyungsoo menatap Taemin yang duduk di seberangnya. "Tentu. Maksudku, aku perlu bertanya pada bro Kris, tapi aku yakin itu tidak akan menjadi masalah," jawab Kyungsoo. "Apakah kau menemukan pesta tertentu yang ingin kau hadiri ?" tanya Kyungsoo. "Tidak. Belum, tapi akan selalu ada pesta di luar sana," jawab Taemin.
Di luar rumah Jeon, seseorang itu berhenti di depan rumah. Seseorang itu mengeluarkan sebuah amplop putih dari tasnya. Dia mengambil pena dari sakunya dan menulis nama Jeon Kyungsoo di amplop. Dia meletakkan amplop di kotak surat dan kemudian pergi. Seseorang itu kemudian berkendara melintasi kota ke rumah tempat dia tinggal. Seseorang itu keluar dari mobil dan masuk ke rumah. Dia duduk di depan komputer dan mencetak iklan tempat dia berencana untuk mengirimnya ke surat kabar lokal. Iklan tersebut mengiklankan pesta halloween yang akan diselenggarakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
FanfictionOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
