Di rumah keluarga Jeon di Mesa, Arizona, Jeon Jungkook membawa kotak terakhir ke dalam gudang. "Beres, itu yang terakhir," ujar Jungkook pada dirinya sendiri. Jungkook sibuk membersihkan rumah dan membuang semua barang yang ditinggalkan penyewa sebelumnya, Sehun. Jungkook duduk di kursi kayu yang juga ditinggalkan oleh Sehun. "Jungkook, kau di sini ?" tanya Irene. "Ya sayang," jawab Jungkook. Irene memasuki gudang. "Ini dia," jawab Irene sambil menyapa suaminya dengan ciuman.
Irene menatap sekeliling gudang, melihat semua sampah itu. "Astaga, penyewa sebelumnya memiliki banyak barang yang dia tinggalkan," ujar Irene. "Itu pasti. Aku ingin tahu seberapa terburu-burunya dia hingga harus meninggalkan barangnya," jawab Jungkook. Irene berbalik dan memandang Jungkook. "Jadi, apakah semua yang ada di rumah itu milik kita sekarang ?" tanya Irene. "Kau benar. Semua barang yang tertinggal ada di gudang," jawab Jungkook. "Ya ampun, kurasa aku tidak akan pernah memindahkan semua barangnya," tambah Jungkook. "Ayo, mari kita kembali ke rumah," beritahu Irene pada Jungkook sambil berjalan keluar dari gudang. Jungkook mengikuti istrinya.
Kembali ke rumah, Jungkook duduk di sofa. Irene duduk di samping suaminya. "Jadi, bagaimana pertemuanmu dengan Kris ?" tanya Jungkook. "Baik-baik saja," jawab Irene. "Apa yang begitu penting sehingga Kris perlu bertemu denganmu dari hari ke hari ?" tanya Jungkook. "Kau tahu, aku benar-benar tidak tahu," jawab Irene. "Maksudku, percakapanku dengan putramu itu aneh," tambah Irene. Jungkook memasang ekspresi ingin tahu di wajahnya. "Apa maksudmu dengan itu ?" tanya Jungkook. "Maksudku, Kris ingin tahu mengapa kau merasakan kehadiran Kyungsoo ketika memasuki kamar," jawab Irene. Jungkook hanya mengangguk saja.
Jungkook dan Irene hanya duduk di sofa, yang satu menunggu yang lain untuk berbicara. "Kau memberitahu Kris mengapa aku merasakan kehadirannya, kan ?" tanya Jungkook. "Ya, aku memberitahunya," jawab Irene. "Tapi bukan itu saja. Aku memberitahunya tentang seutas tali yang ditemukan dan dia benar-benar memiliki ekspresi aneh di wajahnya ketika aku memberitahunya tentang itu," tambah Irene. "Yah, aku yakin kau memberitahunya bahwa itu tidak seperti yang kau katakan padaku," jawab Jungkook. "Aku melakukannya," jawab Irene. "Kris juga ingin tahu apa jenis sandaran kepala di ranjang kita," tambah Irene. "Kepala ranjang, sungguh," jawab Jungkook. "Kris ingin tahu apakah kepala ranjang adalah jenis yang dimana bisa mengikat tangan seseorang," jawab Irene. Jungkook sekarang benar-benar ingin tahu apa yang dipikirkan putranya.
Jungkook bangkit dari sofa dan berjalan beberapa langkah sebelum berbalik menghadap Irene. "Apa, apakah Kris benar-benar berpikir bahwa Kyungsoo diikat ke ranjang, ranjang yang ada di lantai atas di kamar ?" tanya Jungkook. "Tidak, kurasa Kris tidak memikirkan itu, setidaknya kurasa tidak," jawab Irene. "Yah, seharusnya dia tidak melakukannya karena Kyungsoo sudah tiada," jawab Jungkook. "Putraku tersayang sudah tiada," ujar Jungkook lagi. Irene bangkit dan pergi memeluk suaminya. Irene kemudian mundur dari pelukan itu. "Aku benar-benar tidak mengerti inti pembicaraan yang kulakukan dengan Kris," ujar Irene. "Ya, kurasa kau benar ketika kau memberitahuku bahwa itu aneh," jawab Jungkook.
Irene mulai berjalan menuju dapur. "Kau tahu ? Aku benar-benar tidak ingin memasak malam ini ? Ayo pergi," ujar Irene. "Terdengar bagus untukku," jawab Jungkook. "Bagus, kurasa aku akan pergi bersiap-siap sekarang," jawab Irene dan menuju ke atas. Jungkook berjalan ke penyangga yang ada di atas perapian. Dia mengambil foto di atasnya. Foto itu adalah foto Kyungsoo. "Aku benar-benar merindukanmu nak. Aku sangat merindukanmu," ujar Jungkook. Dia meletakkan fotonya dan pergi bersiap untuk kencannya dengan istrinya.
Sekarang jam 3:30 di rumah di Hawaii. Guanlin baru saja pulang dari sekolah saat hari sekolah lainnya berakhir. "Halo ayah," ujar Guanlin ketika dia memasuki ruang tamu dan mendapati ayahnya duduk di sofa. "Halo nak," jawab Sehun. "Bagaimana harimu ?" tanya Sehun. "Kurasa baik," balas Guanlin. Sehun menatap Guanlin. "Ada apa nak ?" tanya Sehun. "Tidak ada. Maksudku, kurasa aku hanya khawatir kau dan Kyungsoo tidak akan ada di sini," jawab Guanlin. "Begitu. Kau pikir aku berubah pikiran dan mengembalikan Kyungsoo ke Jeon Jungkook," jawab Sehun. "Aku sudah memberitahumu bahwa aku tidak akan melakukan itu," tambah Sehun sambil bangkit dari sofa.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
FanfictionOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
