Di dalam rumah di Hawaii, di sisi lain pintu kamar, pertempuran baik dan buruk sedang terjadi. Yah, itu bukan pertempuran karena yang baik sedang mengatasi yang buruk. Yang baik adalah Jeon Kyungsoo dan yang buruk adalah Jessica, wanita berumur 70 tahun. Kyungsoo melilit tali di leher Jessica sambil dia berusaha untuk bernafas. Kyungsoo tidak akan melonggarkan cengkeramannya saat dia mati-matian berusaha mendapatkan kebebasannya kembali. Yang bisa dia pikirkan adalah pergi dan kembali ke rumah ketika wanita tua itu berjuang untuk tetap hidup.
Sambil Kyungsoo berjuang untuk kebebasannya, Jessica, entah bagaimana bisa mengeluarkan jarum dari sakunya meskipun terengah-engah. Demi dia, ada baiknya dia menyuntikkan jarum dengan obat sebelum dia memasuki ruangan. Jessica kemudian mengayunkan jarum ke bawah, keras ke kaki bagian atas Kyungsoo. "Ouch," teriak Kyungsoo kesakitan sambil dia melonggarkan cengkeramannya pada tali. Namun itu cukup untuk Jessica bisa mendapatkan tali di tangannya dan sekarang terletak di antara tali dan lehernya. Kyungsoo mendapatkan kembali keseimbangannya dan sekali lagi mencoba untuk mencekik Jessica, tapi kali ini, dia tidak memiliki banyak keberuntungan.
Kyungsoo terus berjuang, tapi dia bisa merasakan bahwa dia mulai merasa lemah. Dia mulai melonggarkan cengkeramannya lebih lagi, tapi mencoba untuk melawannya. "Tidak. Tidak. Ayolah. Mati kau jalang," ujar Kyungsoo dengan suara pelan ketika obat itu mulai bekerja pada remaja itu. Kyungsoo mencoba untuk melanjutkan pertarungan, tapi pada akhirnya, dia kalah. Jessica dapat membebaskan diri dari tali. Dia membungkuk, mencoba untuk menarik napas. Kyungsoo sekarang benar-benar merasa lemah. Jessica berbalik dan menghadap Kyungsoo. Dia meraih lengan Kyungsoo sambil membalikkan remaja itu. "Kau brengsek. Kau mencoba membunuhku," ujarnya sambil dia mengangkat tangannya dan menampar wajah remaja itu. Kyungsoo jatuh ke belakang sambil dia mengenai ranjang dan kemudian jatuh telungkup. Kyungsoo tidak sadarkan diri.
Jessica meninggalkan kamar dan mengunci pintu. Masih terengah-engah, dia menuju ke ruang tamu dimana dia duduk di sofa. Jessica mencoba bernapas kembali secara normal. Setelah sedikit waktu, akhirnya dia bisa bernapas dengan normal lagi. Dia bangkit dan menuju ke kamar mandi di mana dia melihat bekas tali di lehernya. "Sialan anak itu," sembur Jessica. Dia kemudian meninggalkan kamar mandi dan kembali ke ruang tamu di mana dia kembali duduk di sofa. "Aku tidak mengerti mengapa dia ingin membunuhku," ujar Jessica. "Aku pikir kami adalah sepasang kekasih," tambahnya.
Sekitar dua jam kemudian, Sehun akhirnya pulang. Dia berjalan ke dapur dimana dia melihat ibunya. "Halo bu," ujar Sehun ketika dia melihat tanda tali di lehernya. "Apa yang terjadi padamu ?" tanya Sehun ketika dia menyentuh lehernya. "Putramu mencoba membunuhku," jawab Jessica. "Maaf ?" jawab Sehun. "Kau mendengarku. Kyungsoo berusaha mencekikku sampai mati," jawab Jessica. Sehun terkejut. "Aku tidak mengerti. Bagaimana dia bisa mencekikmu ?" tanya Sehun. "Dengan tali. Dia melilitkan seutas tali di leherku dan dia mulai mencekikku," jawab Jessica.
Sehun sedang mencoba mencari tahu bagaimana ini bisa terjadi. "Bagaimana Kyungsoo bisa mendapatkan tali ?" tanya Sehun. "Itulah yang ingin kuketahui," jawab Jessica. "Kau pasti melupakan seutas tali ketika kau melepaskan ikatan anak itu," tambah Jessica. "Bodoh. Betapa bodohnya aku," jawab Sehun. Dia kemudian mengalihkan perhatiannya ke ibunya. "Apakah kau baik-baik saja bu ?" tanya Sehun. "Ya aku baik-baik saja," jawab Jessica. "Bagaimana kau bisa selamat dari Kyungsoo ?" tanya Sehun. Dia terdiam sejenak sebelum menjawab. "Aku menyikut perutnya dan aku membuatnya pingsan. Kyungsoo tergeletak di lantai kamarnya, tidak sadarkan diri," ujar Jessica.
Sehun memeluk ibunya. "Maafkan kecerobohanku," ujar Sehun. "Ya Tuhan. Aku harus memeriksa Kyungsoo," ujar Sehun. Sehun menuju ke kamar Kyungsoo dengan Jessica mengikutinya. "Mengapa kau mengkhawatirkannya ? Aku adalah korban di sini," teriak Jessica. "Aku perlu memeriksa putraku untuk melihat apakah dia baik-baik saja," ujar Sehun. Dia kemudian membuka kunci pintu dan menuju ke ruangan di mana dia menemukan Kyungsoo terbaring di lantai. Dia menggulingkan remaja itu. "Kau akan baik-baik saja nak," ujar Sehun sambil mengambil Kyungsoo. Dia menempatkan Kyungsoo di ranjang sambil kemudian meninggalkan kamar dan mengunci pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
Fiksi PenggemarOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
