Chapter 22 : Bersalah Dan Dilupakan

467 11 0
                                        

Ini malam hari, sekitar jam 19:15 di rumah di Hawaii dan Jeon Kyungsoo duduk dengan sekelompok orang memakai kostum Superboynya. Semua orang di ruangan itu memiliki pakaian normal, tapi remaja lelaki itu terjebak memakai kostumnya yang menurutnya keren ketika dia mengenakannya bertahun-tahun lalu. Bicara tentang rasa malu. Kyungsoo hanya bisa berharap pertemuan ini berakhir dengan cepat, jadi mungkin remaja itu akan mulai merasa normal kembali, sedikit normal.

Ketika pertemuan berlanjut, Kyungsoo akhirnya gelisah karena dia terus menghapus keringat dari dahinya. Mungkinkah Kyungsoo panas atau keringat malu ? Saat itu, Kyungsoo mendapatkan kembali fokusnya ketika dia mendengar kepala sekolah Sohye berbicara. "Baiklah kalau begitu. Jadi Sohyun, apakah kau ingin mengajar Kyungsoo ?" tanya kepala sekolah Sohye. Sohyun menatap Kyungsoo. "Ya, aku mau. Aku ingin diberi kesempatan untuk mengajar dan membantu Kyungsoo," Jawab Sohyun. Dengan semua orang saling memandang, kepala sekolah Sohye berbicara lagi. "Baiklah kalau begitu. Sohyun akan mulai pada senin malam," jawab kepala sekolah Sohye. "Kedengarannya bagus," jawab Sehun.

Semua orang bangkit dari tempat duduk mereka kecuali Kyungsoo. "Wow, ini sudah jam 8:00 malam. Kemana perginya waktu ?" tanya kepala sekolah Sohye. "Yah Kyungsoo, senang bertemu denganmu," tambah kepala sekolah Sohye. Kyungsoo menatap sang kepala sekolah. "Senang bertemu anda," balas Kyungsoo. "Aku akan menemuimu senin malam," beritahu Sohyun pada Kyungsoo. Kyungsoo hanya menganggukkan kepalanya. Sehun menuntun jalan keluar pada sang kepala sekolah dan Sohyun. Sehun kembali ke ruang tamu. "Kerja bagus putraku," ujar Sehun pada Kyungsoo. "Seperti aku punya pilihan," jawab Kyungsoo marah. Sehun berjalan menuju Kyungsoo. "Saatnya mengurungmu kembali," ujar Sehun sambil membawa Kyungsoo kembali ke kamarnya.

Sehun membuka kunci pintu dan Kyungsoo berjalan kembali ke penjaranya. Sehun kemudian menutup pintu dan menguncinya. Kyungsoo dikunci lagi. Kyungsoo berjalan menuju cermin. Dia menatap dirinya yang memakai kostum Superboynya. "Kenapa aku pernah memakai ini ?" Kyungsoo bertanya pada dirinya sendiri. Kyungsoo berjalan ke ranjangnya dan duduk. "Aku bisa dengan mudah melepas celana dalam dan kaus kaki," ujar Kyungsoo pada dirinya sendiri. Anak itu bangkit dan meraih celana dalamnya, siap menariknya ke bawah, tapi kemudian dia berhenti. "Kurasa sebaiknya aku tidak," ujar Kyungsoo. "Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Sehun. Jika aku tidak memakai pakaian sialan ini," ujar Kyungsoo. Kyungsoo pergi berbaring. Jelas bahwa Kyungsoo jengah dan lelah menjadi tawanan sepanjang waktu.

Sehun telah kembali ke ruang tamu. "Jadi, bagaimana menurutmu ?" tanya Jessica. "Kupikir itu berjalan baik," jawab Sehun. "Sepertinya Kyungsoo akan mendapatkan pendidikannya," tambah Sehun. "Dan itu semua berkat Kim Sohyun," ujar Guanlin. "Ya, Kim Sohyun. Terima kasih banyak," jawab Jessica sarkastik. "Apa itu ?" tanya Sehun. "Tidak ada. Aku senang Sohyun akan membantu Kyungsoo," jawab Jessica dengan senyum palsu. "Kurasa aku akan pergi ke kamarku," ujar Guanlin sambil bangkit dan menuju ke kamarnya. "Selamat malam nak," jawab Sehun. "Malam ayah," balas Guanlin.

Sehun mulai menuju ke dapur ketika dia dihentikan oleh Guanlin. "Ayah," ujar Guanlin. Sehun berbalik dan menatap putranya. "Ada apa nak ?" tanya Sehun. "Seorang teman mengundangku ke pesta besok malam. Bisakah aku pergi ?" tanya Guanlin. "Kau sudah punya teman ?" tanya Sehun. "Apa yang bisa kukatakan. Aku mencari teman dengan cepat," balas Guanlin. "Apakah akan ada orang dewasa di pesta ini ?" tanya Sehun. Guanlin menganggukkan kepalanya. "Yah melihat itu malam minggu dan bukan malam sekolah, kurasa boleh," jawab Sehun. "Terima kasih. Selamat malam," jawab Guanlin dan menuju kamarnya.

Sehun berjalan ke dapur untuk mengambil bir dari kulkas. "Apakah itu ide bagus membiarkan Guanlin pergi ke pesta ?" tanya Jessica. "Kenapa tidak ? Aku percaya Guanlin. Aku tidak bisa mempercayai Kyungsoo," jawab Sehun. "Baiklah bu. Aku akan menghabiskan ini di kamarku," ujar Sehun sambil meninggalkan dapur. "Selamat malam nak," jawab Jessica. Jessica ditinggal sendirian di dapur. "Jangan khawatir cintaku. Aku tidak akan membiarkan pelacur Sohyun itu mengambilmu dariku," ujar Jessica. Jessica kemudian mendapat tampang jahat di wajahnya. "Dengan Guanlin tidak berada di sini besok malam, yang kubutuhkan hanyalah membuat Sehun keluar dari sini, maka itu semua tentang kita, cintaku," tambah Jessica.

The Wanted SonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang