Chapter 34 : Datang Bersama

316 8 0
                                        

Ini hari minggu malam ketika detektif Yugyeom memasuki ruang tamu keluarga Jeon. Jeon Jungkook tepat di belakangnya. "Jadi, beritahu aku detektif, ada apa ini dengan Kris dan Kyungsoo ?" tanya Jungkook. Detektif itu berbalik, tapi sebelum dia bisa menjawab, Irene memasuki ruangan. "Oh, halo detektif Yugyeom. Kejutan yang menyenangkan," ujar Irene. "Selamat malam nyonya Jeon," jawab Yugyeom. "Detektif disini untuk memberitahu kita sesuatu tentang Kris dan Kyungsoo," beritahu Jungkook pada Irene. "Aku mengerti. Aku ingin tahu ada apa," jawab Irene.

Jungkook dan Irene hanya berdiri di sana, menunggu detektif Yugyeom berbicara. "Ya ampun, aku tidak tahu harus mulai dari mana," ujar Yugyeom. "Ini pasti sangat gawat jika kau ada di sini malam ini," jawab Jungkook. "Iya," balas Yugyeom. "Apakah sesuatu terjadi pada Kris di penjara ?" tanya Irene. "Sesuatu terjadi pada Kris, tapi itu tidak di penjara," jawab Yugyeom. "Aku tidak mengerti," jawab Irene. "Kris tertembak di Hawaii dan dia sedang koma," ungkap Yugyeom. Baik Jungkook dan Irene terkejut dengan pengungkapannya.

Irene pergi duduk di sofa dengan Jungkook di sisinya. "Bagaimana bisa Kris sampai ke Hawaii ? Apakah dia melarikan diri atau apa ?" tanya Jungkook. "Tidak juga," jawab detektif Yugyeom. "Kenapa aku tidak mulai dari awal supaya kalian bisa mengerti apa yang terjadi," tambah Yugyeom. Jungkook dan Irene hanya saling memandang. "Satu atau dua minggu yang lalu, Kris mendapat kunjungan dari seseorang, yang hingga hari ini kami tidak tahu namanya. Dia memberitahu Kris bahwa dia punya sumber yang memberitahunya bahwa putramu Kyungsoo, masih hidup," ungkap Yugyeom. Mata Jungkook membesar.

Jungkook bangkit dari sofa untuk berdiri di depan sang detektif. "Permainan macam apa yang kau atau seseorang itu mainkan di sini," ujar Jungkook dengan nada marah. "Putraku sudah mati. Aku pergi ke pemakamannya demi Tuhan," tambah Jungkook dengan nada marah lain. "Biarkan aku menyelesaikan," jawab detektif Yugyeom. "Ya, biarkan detektif selesai dulu," ujar Irene sambil bangkit untuk memegang tangan Jungkook. "Baiklah," ujar Jungkook. "Kris datang padaku dan memberitahuku tentang kunjungan itu dan meminta bantuanku," jawab Yugyeom. "Mengapa Kris tidak datang padaku ?" tanya Jungkook. "Jungkook," jawab Irene.

Detektif Yugyeom hanya berdiri di sana ketika dia bersiap untuk melanjutkan ceritanya. "Awalnya aku enggan membantu, tapi kupikir aku harus menindaklanjuti kalau-kalau Kyungsoo benar-benar hidup," ujar Yugyeom. Jungkook dengan tidak sabar menunggu sang detektif untuk melanjutkan. "Kami datang dengan sebuah rencana yang melibatkan teman Kris, Luhan, mengambil tempat Kris di sel penjaranya dan aku dan Kris menuju ke Hawaii," ungkap Yugyeom. "Jadi, kau membebaskan putraku dari penjara, benarkan ?" tanya Jungkook dengan marah. "Aku melanggar hukum," jawab Yugyeom.

Jungkook menyeka dahinya karena dia tidak percaya apa yang dia dengar. "Begitu di Hawaii, kami bertemu dengan detektif lain di sana untuk melihat apakah kami bisa melacak lokasinya," ujar detektif Yugyeom. "Apa yang membawamu ke Hawaii. Apa yang membuat kau berpikir bahwa Kyungsoo ditahan di Hawaii ?" tanya Jungkook. "Jungkook, menurut seseorang itu, orang yang menculik Kyungsoo adalah detektif Sehun," ungkap Yugyeom. Jungkook sekali lagi terkejut. "Apa, bajingan itu seharusnya dipenjara," jawab Jungkook dengan marah. "Dia keluar," ungkap Yugyeom. Jungkook tertegun.

Jungkook mulai mondar-mandir. "Jungkook, tolong tetap tenang," ujar Irene. "Ya, tetap tenang," jawab Jungkook. "Aku hanya ingin tahu bagaimana keparat itu keluar ?" tanya Jungkook dengan marah. "Pertanyaan bagus, tapi tidak ada yang tahu," jawab detektif Yugyeom. "Jadi, kembali ke Hawaii, apa yang membuatmu berpikir bahwa detektif Sehun membawa Kyungsoo ke Hawaii ?" tanya Irene. "Rupanya ibu Sehun tinggal di sana dan seseorang itu mengira dia membawa Kyungsoo untuk tinggal bersamanya," jawab Yugyeom. "Kami berhasil mendapatkan alamat dan kami langsung menuju ke sana," tambah Yugyeom.

Jungkook menunggu sang detektif untuk mengungkapkan apakah dia memang menemukan Kyungsoo. "Aku dan Kris menemukan rumah itu kosong, jadi..." ucapan Yugyeom terputus. "Jadi tunggu, kau membawa anakku bersamamu ?" tanya Jungkook. "Ya, benar. Aku tahu seharusnya aku tidak melakukannya, tapi Kris mungkin entah bagaimana akan menyelinap pergi bersama," jawab detektif Yugyeom. "Ngomong-ngomong, kami menggeledah rumah dan memasuki kamar yang dikunci dengan gembok," tambah Yugyeom. Irene meremas tangan Jungkook. "Jungkook, putramu Kyungsoo masih hidup. Kami menemukannya terikat dan tersumpal di ranjang," ungkap Yugyeom. Jungkook jatuh berlutut.

The Wanted SonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang