Kyungsoo berdiri di gang dengan tangan seseorang membekap mulutnya. Remaja yang ketakutan itu khawatir bahwa Sehun telah menyusulnya. Remaja itu bertanya-tanya, karena ketika dia meninggalkan penculiknya, dia pingsan. "Mmmppphhh", Kyungsoo mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak bisa karena tangan yang menutupi mulutnya. "Ssshhh," ujar sebuah suara. "Aku sekarang akan melepaskan tanganku jadi jangan berteriak atau minta tolong," tambah suara itu. Tangan itu dilepaskan dari mulut Kyungsoo. Kyungsoo perlahan berbalik untuk melihat siapa yang menghampirinya. Kyungsoo tertegun melihat siapa itu.
Orang yang menghampiri Kyungsoo tidak lain adalah teman Kyungsoo, Guanlin. "Guanlin. Apa-apaan ini. Apakah kau mencoba memberiku serangan jantung ?" tanya Kyungsoo. "Maaf sobat. Aku tidak bermaksud menakutimu," jawab Guanlin. "Aku hanya tidak ingin kau membangunkan tetangga dengan jeritanmu," tambah Guanlin. "Ya Tuhan. Syukurlah itu kau," ujar Kyungsoo. "Kyungsoo. Apa yang kau lakukan dengan masih memakai kostum Halloween ? Bukankah kau melepasnya ketika kau pulang ke rumah tadi malam ?" tanya Guanlin. "Aku tidak pernah sampai," balas Kyungsoo. "Tapi pembawa acara mengatakan kau sakit dan membawamu pulang," jawab Guanlin. "Dia berbohong Guanlin," balas Kyungsoo. Guanlin tampak terkejut, meskipun dia tahu bahwa Kyungsoo tidak pernah berhasil pulang. "Guanlin. Tuan rumah pesta menculikku," ujar Kyungsoo.
Guanlin berpura-pura dan terkejut dengan pengakuan Kyungsoo. "Ya Tuhan. Dia menculikmu," ujar Guanlin. "Itu benar. Dia menculikku," jawab Kyungsoo. "Siapa dia ? Tahukah kau ?" tanya Guanlin. "Namanya Sehun. Sehun adalah nama belakangnya. Aku tidak tahu nama depannya," jawab Kyungsoo. "Aku membuka topengnya dan saat itulah aku melihat itu adalah Sehun. Dia dulunya seorang detektif," tambah Kyungsoo. "Seorang polisi menjadi jahat. Menarik," jawab Guanlin. Kyungsoo memberi pandangan aneh pada temannya. "Maaf. Lanjutkan," ujar Guanlin. "Saat itulah dia membiusku," ujar Kyungsoo. "Aku bangun dan aku diikat dan disumpal di ranjang," tambah Kyungsoo. "Ya Tuhan. Aku sangat menyesal kau harus melewati itu," ujar Guanlin. Guanlin tahu dia berperan dalam penculikan temannya, tapi tentu saja Kyungsoo tidak bisa membiarkannya mengetahuinya.
Guanlin berjalan menuju Kyungsoo dan meletakkan tangannya di bahu temannya. "Apa yang terjadi ? Bagaimana kau bisa pergi ?" tanya Guanlin. "Dia berencana membawaku pergi, jadi dia melepaskan ikatanku. Saat itulah aku menyerangnya," jawab Kyungsoo. "Aku meninjunya dan mendorongnya ke dinding. Dia membentur kepalanya di dinding dan itu membuatnya pingsan," tambah Kyungsoo. "Guanlin. Tolong bantu aku. Tolong jangan biarkan dia menemukanku," ujar Kyungsoo. "Jangan khawatir temanku. Kau akan aman bersamaku," jawab Guanlin. "Kita harus pergi ke polisi," ujar Kyungsoo. "Tentu. Aku akan membawamu kembali ke rumahku. Hanya sekitar lima menit jauhnya," ujar Guanlin. Kyungsoo mengikuti Guanlin ke rumahnya.
Lima menit kemudian, Kyungsoo dan Guanlin sampai di rumah Guanlin. Mereka menuju ke ruang tamu. "Kau tinggal di hostel ?" tanya Kyungsoo. "Ya, benar. Rasanya seperti memiliki rumah sendiri," jawab Guanlin. "Dan itu juga membuatku jauh dari ibuku yang suka mengomel," tambah Guanlin. "Kita perlu memanggil polisi," ujar Kyungsoo. "Aku akan memanggil mereka sekarang. Tolong duduklah di sofa dan bersantai," ujar Guanlin. Kyungsoo melakukan hal itu dan duduk di sofa temannya. Guanlin pergi ke ruangan lain untuk menelepon, tapi tentu saja, itu hanya bohong. Guanlin tidak berniat memanggil polisi. Guanlin menunggu beberapa menit sebelum kembali ke temannya. Dia harus membuatnya terlihat baik.
Guanlin kembali ke Kyungsoo. "Apakah kau sudah memanggil mereka ?" tanya Kyungsoo. "Ya, benar," jawab Guanlin dengan kebohongan. "Mereka sedang dalam perjalanan," tambah Guanlin. "Ini. Aku membawakanmu sebotol air. Kupikir kau mungkin ingin sesuatu untuk diminum," ujar Guanlin. "Terima kasih," ujar Kyungsoo sambil mengambil botol air dari Guanlin. "Aku hanya tidak percaya kau harus mengalami hal penculikan ini lagi," ujar Guanlin. "Aku tahu. Sudah mulai membosankan. Benar-benar membosankan," jawab Kyungsoo sambil meneguk air. "Syukurlah kau bisa menghindarinya," ujar Guanlin. "Aku hanya berharap dia tidak menemukanku," balas Kyungsoo. "Dia tidak akan melakukannya. Polisi akan datang dan kau akan dikembalikan ke rumah," ujar Guanlin. "Maaf. Aku akan memeriksa untuk melihat apakah polisi sudah di sini," ujar Guanlin. "Teruslah minum airmu," tambah Guanlin sambil pergi memeriksa keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wanted Son
FanfictionOriginal story by : @packerboy23 Kyungsoo kembali untuk cerita ketiga. Dan ya, mimpi buruk penculikan akan berlanjut untuk dirinya yang sekarang berusia 17 tahun. Anak yang malang. Seberapa banyak trauma yang bisa dialami seorang remaja, bukan? Dala...
