cerita cinta segitiga antara Rio, dan hyung nya Lee Dong Hae, dengan seorang wanita bernama Jessica Jung, guru yang mengajar di tempat Rio menimba ilmu.
Sepulang mengajar, Jessica tak kembali ke rumah nya, melainkan ke rumah keluarga Jung.
"Unnie, aku merindukanmu" sambut Krystal berlebihan seolah puluhan tahun tak bertemu.
"Drama queen" cibir Jessica yang pasrah menjadi sasaran ciuman dan pelukan dari dongsaeng nya.
"Eomma" adu nya manja pada sang ibu, yang hanya menghela nafas melihat keributan yang di timbulkan oleh kedua putri nya.
"Eomma sedang masak, tak akan mendengarmu unnie" seringai Krystal.
"Yak, Sojoong" bentak Jessica malah membuat Krystal tertawa
"Awas jika kamu sampai melukai bayi ku" ancam Jessica serius.
"Apa?" Krystal terkejut mendengar ucapan Jessica
"Tunggu. . . Tunggu. . . Aku tak salah dengar kan unnie?" Tanya nya penasaran
"Tidak" jawab Jessica santai.
"EOMMA. . . !" teriak Krystal membuat nyonya Jung panik dan menghampiri mereka di ruang tv, masih dengan apron yang melingkari tubuh nya, karena dia sedang memasak.
"Eomma sebentar lagi akan menjadi seorang halmoni" beritahu Krystal dengan girang nya.
"Sicca-ahh?" Nyonya Jung menatap haru pada putri tertua nya itu.
"Ne eomma, ada satu nyawa disini, milik Dong Hae oppa" jawab Jessica sambil mengelus perut nya sendiri.
"Eomma senang mendengar kabar baik ini, tak sabar untuk membagi nya dengan appa mu" tutur Nyonya Jung senang.
"Sojoong, jangan ganggu unnie mu mulai sekarang, dia sedang mengandung" omel sang ibu pada Krystal yang raut wajahnya langsung berubah masam, Jessica terkekeh mengejek dongsaeng nya.
"Eomma bisakah membuatkan gamjatang untuk Rio?" Pinta Jessica.
"Iya nanti eomma buatkan" jawab nyonya Jung
"Sekalian nasi nya ne" pinta Jessica lagi.
"Astaga, kamu tidak memasak?" Tanya Nyonya Jung tak percaya, Jessica menggeleng malu.
"Aku tak bisa makan nasi eomma" jawab nya
"Mual setiap mencium aroma nasi" adu nya dengan bibir cemberut.
"Lalu kamu makan apa?" Tanya sang ibu lagu khawatir.
"Rio yang selalu menyiapkan nya untuk ku, kadang dia membuatkan ku oat, pancake atau nasi beras merah, sup kimchi juga" cerita Jessica bangga.
"Hah?" Krystal tak percaya
"Dia dongsaeng yang manis bukan" ejek Jessica remeh
"Ingat, unnie dulu pernah membenci nya kan?" balas Krystal membuat Jessica terdiam malu.
"Ah, dia pandai sekali meski masih muda" guman Eomma Jung.
"Apa kamu sering mengalami morning sick?" Tanya nya pada sang putri, Jessica mengangguk.
"Pantas saja" kekeh nyonya Jung.
"Kenapa eomma?" Bingung Jessica
"Pancake dia buatkan karena mungkin itu yang termudah dan lebih cepat untuk dimasak, oat mengandung lebih banyak serat dan mengenyangkan, sedangkan beras merah, kandungan vitamin dan nutrisi nya sangat bagus untuk wanita hamil, dan aroma nya juga tak terlalu tajam, jadi kamu bisa memakan nya, sedangkan sup kimchi, itu untuk mengurangi rasa mual mu" urai Jung eomma panjang lebar.
"Dia tak main-main dalam menyiapkan semua nya untuk mu Sicca-ahh, dia pasti merencanakan semua nya ditengah kesibukan nya yang masih sekolah, kamu beruntung, Dong Hae memiliki dongsaeng seperti Rio" lanjut eomma Jung lega.
"Eomma jadi tak perlu khawatir membiarkan mu tinggal hanya berdua dengan nya.
Jessica dan Krystal melongo mendengar penuturan sang eomma, ternyata ada alasan dibalik menu yang disiapkan Rio selama ini, setahu Jessica dia hanya tinggal menyantap nya saja, dan tak pernah bertanya atau memikirkan kenapa dia membuat menu ini dan itu.
"Tunggulah, eomma akan membuatkan gamjatang special untuk Rio" senyum Jung eomma.
Dan di rumah keluarga Lee, Rio beberapa kali mengintip dari balik tirai jendela ruang tamu, mengechek apakah Jessica sudah pulang atau belum, dia tak tahu kemana sang noona pergi, dan hendak menghubungi nya pun juga dia masih gengsi, akhir nya Rio kembali ke depan tv, dengan buku berceceran diatas meja, laptop yang menyala, serta tv yang tak dia tonton karena sibuk belajar sendiri.
Rio yang dulu, tak lagi sama dengan yang sekarang, setelah melalui berbagai macam cobaan, akhir nya dia sadar, untuk menuruti nasehat hyung nya, kala masih hidup dulu, bahwa dia harus rajin belajar dan serius dalam pendidikan nya demi masa depan yang baik, yang tertata dan mapan, meski tanpa hyung nya, keadaan jugalah yang memaksa nya untuk bersikap lebih dewasa.
Ceklek
Jessica membuka pintu utama rumah nya, dia diantar oleh Krystal yang juga akan menginap, mereka mematung melihat punggung Rio di depan tv yang tak menyadari kedatangan mereka.
"Mungkin dia menunggu mu unnie" bisik Krystal pada Jessica yang tak terdengar oleh Rio karena suara tv yang lebih keras.
"Boy" panggil Jessica dengan suara lembut nya, agar yang dipanggil tak terkejut, Rio pun menoleh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sudah makan boy?" Tanya Jessica perhatian, Rio hanya menggeleng.
"Ayo, makan lah, aku membawakan mu gamjatang masakan eomma" ajak Jessica, Rio pun berjalan menuju ke meja makan, dan Krystal ke depan tv melihat-lihat buku pelajaran milik Rio, dia terkekeh saat melihat beberapa buku milik pemuda itu kosong, karena tak pernah mengerjakan tugas.
"Benar-benar nakal" gumam nya, Jessica mengambilkan mangkuk untuk Rio, lalu meninggalkan nya ke kamar untuk berganti baju, dan menghindari aroma nasi yang akan Rio makan.
Rio kembali ke depan tv untuk melanjutkan belajar nya, dia berpindah posisi duduk, karena ada Krystal disana, dan mengemasi semua buku nya.
"Untuk ukuran siswa laki-laki, tulisan mu lumayan rapi" puji Krystal terang-terangan
"Kamsahamnida" sahut Rio tersenyum tipis lalu meninggalkan Krystal di depan tv sendiri, Jessica yang melihat itu dari depan pintu kamar nya pun merasa iri dengan dongsaeng nya yang mendapatkan senyuman dari Rio walau tipis.
Pagi nya, Jessica dan Krystal bangun lebih pagi dari Rio, sang unnie memamerkan tanaman nya yang dia rawat dengan baik selama ini.
Terdengar suara seseorang sedang menyalakan kompor dan air mengalir dari dapur, Jessica dan Krystal pun berdiri menatap ke arah jendela, mereka saling bertatapan melihat pemandangan di dalam, Rio dengan rambut setengah basah nya, boxer kuning dan kaos putih tanpa lengan terlihat sibuk memasak, merebus kentang, dan menumis daging cincang.
"Apa Rio sadar jika sekarang dia terlihat sexy saat sedang memasak seperti ini?" Ujar Krystal lirih agar tak terdengar oleh Rio, Jessica melirik tajam pada Krystal, seperti tak suka dengan ucapan dongsaeng nya.
"Kenapa unnie melihatku seperti itu?" Heran Krystal