14. Dig A Little Deeper

1.8K 267 92
                                        

[SADIRA]

"Selamat sore, untuk sore ini kebetulan kami sudah full. Apa sudah reservasi sebelumnya?"

Sadira membuka sunglassesnya dan menatap hostess Union, Plaza Senayan itu from head to toe — tau dong pasti tatapan meremehkan Sadira tuh gimana? Bikin ciuuuut!

"Lo baru ya disini?"

"Atas nama siapa ya pak?"

Sadira mendengus kesal, "Gue udah ada reservasi atas nama Cipta Moestar."

"Baik, biar saya cek dulu ya sebentar. Tapi biasanya untuk table hanya bisa kami berikan maksimal dua jam ya pak mengingat—"

"Lama lo." Ucap Sadira cuek sambil memasuki area restaurant, dan langsung disambut oleh waiter lain yang mukanya sedikit panik.

"Pak Sadira, janjian sama Pak Cipta ya? Di tempat biasa ya pak, perlu saya antar gak?"

"Yang lo perlu tuh ajarin anak baru siapa yang sering dateng kesini, mau sok ribet tapi salah orang." Omel Sadira ke salah satu waiter yang memang sudah tahu kalau Sadira dan teman-temannya ini pengunjung setia Union.

"Siapa nih yanh bangungin macan tidur?" Ledek Cipta begitu mendengar Sadira yang baru duduk dan langsung ngomel-ngomel, di sebelahnya ada Adya yang berusaha keras untuk menahan tawanya — takut kalau dia kena semprot Sadira juga, "Lo apain sih, Diiim?" Tanyanya ke Dimas, waiter yang seringkali melayani Cipta, Sadira dan teman-temannya. Sampai dia hafal menu favorit mereka masing-masing.

"Anak baru di depan, Pak. Belum kenal Pak Cipta dan Pak Sadira siapa - salah Angel juga sih gak dibilangin dan tadi ditinggal juga. Kalau pak Cipta kan tadi langsung sama Angel ya..."Jawab Dimas sambil memberikan menu ke Sadira.

"Lo apa-apaan sih kasih gue menu? Di treat kaya orang baru banget gue. Kaya biasa aja, Dim. Plus minta Oban ya, gelasnya tiga."

"Baik pak Sadira." Jawab Dimas yang kemudian langsung pamit untuk menginput pesanan tambahan di meja Cipta.

"Lama-lama gue beli juga nih Union, servicenya makin kesini makin jelek." Gerutu Sadira, "Kok ada lo, Ya? Udah balik kerja?"

Adya mengangguk, "Gue sekalian mau go-sendin barang ke daerah deket-deket sini, sekalian samperin Cipta juga. Gue kira gak ada lo."

"Terus masalah kalo ada gue?"

"Engga gitu maksudnya kok, Dir."

"Rough day, S?" Tanya Cipta – yang sedikit lega waktu Dimas datang membawa jug of water dan menuangkannya di gelas Sadira, "Minum dulu, lo kayanya lagi emosi banget."

Sadira langsung meneguk habis gelas berisi air putihnya, "Sebenernya gak rough banget sih. Bokap gue lagi ribet aja, proses bisnis Tavern agak dipersulit sama dia. I just dont get it why does he make a big deal of me sleeping with different girls while he does the same thing."

"Maybe he wants you to settle down." Jawab Cipta sambil menyenderkan tubuhnya dan tangannya merangkul Adya, "Narendra aja udah settle tuh, lo kapan?"

"Lo kapan? Udah dapet restu?"

"Ehm—" Adya yang merasa canggung dengan topik ini langsung berdehem, "Kayanya aku mau kedepan dulu deh, mau pesen gosend untuk kirim browniesku."

"Lo jualan brownies?" Tanya Sadira — tentunya dengan nada yang sangat kental judgingnya ya saudara-saudara.

"Her mom makes very delicious brownies, S. You should try it." Sahut Cipta — yang berusaha untuk menyelamatkan Adya dari komentar pedas Sadira.

"Buat apa lo sampe jualan gitu? Butuh uang?"

Hi Snobiety!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang