Jangan lupa vote dan komennya untuk menambah semangat ku melanjutkan cerita ini. Komen dan vote yang banyak untuk kecepatan update chapter berikutnya haha.
Happy Reading...
***
Sejak tadi, Tiara hanya mengaduk bakso di mangkok nya tanpa berniat menyantap makanan bulat itu. Nafsu makannya sama sekali tidak ada sejak kejadian pagi tadi. Dia kesal, kenapa Dul selalu bersikap seperti itu, di tambah Sam yang teramat menyebalkan yang ikut campur urusannya.
"Buset, itu bakso sampe keruh warnanya nanti lo aduk terus Ti" Ziva membuyarkan lamunan Tiara.
"Gak selera makan gue" kata Tiara.
"Ada apa emangnya?" Tanya Keisya.
"Iya, dari pagi muka di tekuk mulu"
Tiara menggeleng pelan. Dia masih enggan bercerita kepada kedua sahabatnya. Mood nya sedang benar benar ancur.
"Ntar an aja deh, lagi males bahas nya"
Kedua temannya tidak memaksa. Mereka membiarkan pikiran Tiara tenang lebih dahulu.
"Kalo udah beli makan tuh di makan, kasian banyak bocah pinggiran gak bisa makan. Lo di kasih rezeki buat bisa makan malah gak di manfaatkan" Sam menusuk salah satu bakso di mangkok Tiara, mengarahkan bakso itu ke mulut Tiara. Gadis itu tersentak. Dia menatap Sam malas.
"Ngapain lagi sih lo" ucap Tiara ketus.
Kenapa dia bisa tidak sadar kalau Sam duduk di depannya.
"Sam, lo jangan cari gara gara lagi deh" ucap Ziva.
"Siapa yang cari gara gara sih, orang gue mau bikin anak orang seneng" Sam mengerlingkan matanya, menatap Tiara.
"Dasar buaya" cetus Keisya.
"Diem lo" Sam menatap Keisya sekilas lantas kembali menatap Tiara yang menatap nya sebal.
"Jangan di liatin gitu gue. Naksir ntar tau rasa" sontak, Tiara melempar remukan kerupuk di depannya ke arah wajah Sam.
"Anjir, lo pikir muka gue kuah bakso apa" celetuk Sam.
Ziva dan Keisya lantas tertawa puas.
"Makanya, mulut tuh di jaga. Dasar buaya" ucap Keisya.
Sam hanya menatap malas Keisya.
"Pergi lo, ngapain sih disini" Tiara menatap kesal laki laki di depannya itu.
"Gue perhatiin dari tadi lo cuma ngaduk bakso lo aja. Sayang banget, nangis nih bakso nya dicuekin sama cewek cantik. Dia mau lo makan dia" baik Ziva maupun Keisya menahan mual di perut nya mendengar bualan Sam itu. Berbeda dengan Tiara, mungkin jika bisa di gambarkan dalam televisi, sudah ada dua tanduk di kepala Tiara, wajah nya memerah menahan kesal. Ingin rasanya dia menenggelamkan laki laki di depan nya ini saat ini juga.
"Lo tau gak sih, gue muak sama semua omongan lo" ucap Tiara.
Sam justru tertawa. Gadis itu semakin menggemaskan ketika mengomel.
"Woi Sam, gue cari kemana kemana ternyata ada disini. Eh eh, menang banyak bener lo Sam di temani tiga bidadari cantik gini" ucap Ola yang baru saja menghampiri Sam.
"Eh ada neng Keisya" celetuk Nuca mengedipkan matanya kepada Keisya, sontak Keisya membuang muka nya.
"Oh jadi ini cewek yang lo ceritain kemarin?" Ola menatap Tiara lekat.
"Yoi, gimana? Pilihan gue tepat kan?" Kata Sam bangga.
"Boleh juga" balas Nuca.
Tiara memandang ngeri kepada tiga orang di depannya ini. Jika bisa dia menghilang saat ini juga, dia ingin menghilang dari hadapan tiga laki laki buaya di depannya ini. Sekarang, dia menjadi pusat perhatian orang orang di kantin karena tempat dia duduk di datangi oleh pentolan sekolah. Oke. Ini situasi yang memalukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Crazy Little Thing Called Love (COMPLETED)
Novela Juvenil"Jadi kenapa gue harus selalu tersenyum?" "Karena senyum itu adalah obat dari segala penyakit. Dan gue berjanji, untuk tidak akan pernah membiarkan senyum lo itu lepas dari bibir lo" --- Ini tentang Samuel, si cowok urakan yang tidak pernah absen da...
