Chapter 11 : Bingung.

1.3K 187 247
                                        

Welkombekk wkwkwk. Berterimakasih lah kepada DeviRochmah karena waktu gabutnya, dia bisa menembus target komennya wkwk. Emang bener-bener sih, adek medok ku satu ini. Padahal komennya masih jauh dari angka 200 haha.

Kali ini 100+ vote dan 200 komen lagi ya. Santuy aja gais, biar aku juga santuy ngetik nya. Komen di setiap kalimat seperti sebelum-sebelum nya.

Happy Reading...

***

Sore ini cukup cerah dan udara segar membuat siapa pun yang menghirupnya. Di sore ini juga, Tiara bersama Sam sedang menikmati es krim coklat yang tadi Sam beli. Mereka sedang menunggu senja. Sudah seminggu ini, Tiara tidak pernah absen untuk menemani Sam. Dia tau, laki-laki ini butuh teman di saat seperti ini. Sudah seminggu ini juga, Tiara menjaga jarak dengan Dul, bukan apa-apa. Dia hanya ingin memantapkan hati nya dalam mengambil keputusan yang sudah ia pikirkan matang-matang. Dari malam ke malam, dia rela tidak tidur karena pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan dan jawaban untuk hubungannya dengan Dul. Jangan salahkan seseorang berubah dalam hitungan detik, sudah bukan rahasia umum lagi jika Tuhan itu maha membolak balik kan hati. Semua bisa berubah hanya dalam satu detik, termasuk perasaan.

"Makasih ya" kata Sam pelan. Tiara yang tadi sibuk mengaduk es krim coklatnya beralih menatap Sam, "untuk?"

"Jadi bulan gue," Tiara melongo, otak setengahnya belum bisa mencerna apa yang Sam katakan. "Bulan? Maksudnya?" Katanya seraya mengerjapkan mata.

"Iya, hidup gue dulu gelap, tapi ada nyokap yang jadi sumber cahaya supaya hidup gue gak lagi gelap. Sekarang nyokap udah nggak ada, otomatis hidup gue kembali gelap. Gue pikir, gue akan sulit menjalani hari-hari gue yang semakin hari semakin gelap, tapi gue salah, gue sadar, ada lo di sebelah gue, jadi cahaya buat hidup gue, seperti bulan, yang memberi sinar nya agar bumi nggak gelap gulita ketika malam hari" Tiara tidak bisa membalas ucapan Sam. Jujur, hati nya menghangat mendengar perkataan manis yang keluar dari bibir laki laki itu. Tiara tidak menyangka, ketika ada Dul yang setiap hari menyayat luka di hati nya, ternyata ada Sam, yang selalu siap menjadi penawar luka yang ada di hati Tiara, membuat Tiara tidak berhenti bersyukur sudah dipertemukan dengan seseorang bernama Samuel Cipta.

"Bulan? Cantik dong gue? Bulan kan cantik, berarti gue cantik. Emm, sama-sama by the way" katanya kembali menyantap es krim di tangannya.

"Iya, cantik. Tapi suka rese" sontak, Tiara memukul pelan lengan Sam. "Gue kira rese lo udah ilang, ternyata sama aja" Sam hanya tertawa. Gadis ini benar benar sudah merubah hidup Sam.

"Percuma cantik, tapi milik orang lain" Tiara kembali menatap Sam.

"Udah ah, jangan bahas itu" katanya mulai malas. Sam hanya bisa menghela nafas lelah, mau sekeras apapun usaha nya untuk mendapatkan hati Tiara, selamanya tidak akan bisa karena gadis itu masih milik orang lain. Dan Sam harus sadar, Tiara teramat mencintai Dul, yang itu artinya, perasaannya tak terbalaskan. Tapi bukan Samuel namanya kalo menyerah begitu saja. Selagi janur kuning belum melengkung, tidak ada yang tidak mungkin.

"Oh jadi gini kelakuan kamu dibelakang aku. Seminggu ngilang gak ada kabar, nomer gak aktif, chat gak dibales, rumah selalu kosong, jadi ini alasannya? Bener-bener cewek murahan lo" baik Sam maupun Tiara sama-sama tersentak mendengar suara seseorang yang tak lain adalah Dul. Dia datang bersama satu orang temannya.

"Dul, kamu ngapain kesini?" Tanya Tiara panik. Wajah Dul mulai memerah, itu tandanya dia sedang emosi. "Kenapa? Kaget karena kamu ketauan lagi selingkuh, iya, hah? Dasar pelacur"

Plakkk.

Tangan Dul berhasil mendarat mulus pada pipi Tiara, kepala Tiara berguncang, air matanya sudah tidak tertahan. Dan sekarang, mereka jadi pusat perhatian.

A Crazy Little Thing Called Love (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang