Halo, apa kabar? Masih pada setia kan sama cerita ini?
Thank you buat yang sudah sabar menunggu dan sudah mau setia membaca cerita ini. Aku gak akan memberikan target komen, tapi aku harap kalian bisa dengan ikhlas memberikan respon atau komentar yang menyenangkan sebagai bentuk apresiasi kalian terhadap karya yang aku tulis ini, hehe. Aku tunggu komen kalian di setiap kalimatnya!
Happy Reading....
Ketika sudah larut dengan kebahagiaannya, terkadang manusia lupa kalo kesedihan bisa datang tiba-tiba. Tuhan dengan segala rencananya yang tidak pernah ada manusia yang bisa menebak. Tak ada kesedihan yang abadi, begitu juga dengan bahagia, semua silih berganti. Hidup ini tentang datang dan pergi.
-
Matahari menyeruak masuk membuat Samuel menyipitkan matanya. Tangan Sam meraba meja disamping kasurnya, mencoba mengecek ponselnya. Laki-laki itu tersenyum membaca pesan yang tak lain adalah dari gadisnya, Tiara.
Tity🌛👑
Pak boss bangunnnn!!!
📷 send a pict
Heyyyy🥰
Mau jalan kemana hari ini tuan puteri?
Senyum Sam melebar melihat pesan dari gadis itu. Sam baru tau kalau Tiara suka sekali berfoto. Sam pikir, melihat Tiara dari luar yang terlihat kalem, ternyata begitu manja ketika bersama nya. Bahkan, galeri Sam sudah penuh dengan hasil pap random pacarnya itu.
"Muka bantal aja cakep" gumam nya menatap foto yang Tiara kirim, dimana gadis itu terlihat sedang menggigit selada dengan muka khas bangun tidurnya.
"Permisi mas, ada bapak di bawah nyari mas Samuel" Mbok Ijah dengan lap ditangannya menghampiri Sam.
"Ada apa?" Tanya Sam.
"Kurang tau juga mas, mbok suruh nunggu sambil sarapan, cuma bapak gamau, katanya mau nunggu mas aja"
"Yaudah, gue mandi dulu. Suruh tunggu bentar. Eh dia sendiri kan? Atau sama cewek pelakor itu?"
"Sendiri kok mas"
"Yaudah, bilangin gue masih mandi. 15 menit lagi gue turun" kata Sam.
"Baik mas"
Sam menghela nafas berat, semenjak kejadian berdamainya dirinya dengan papa nya, Sam belum pernah bertemu lagi. Pernah beberapa kali papa nya menelfon, tapi selalu di saat Sam sedang sibuk. Sam sadar, papa nya benar-benar ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu. Tapi Sam juga perlu waktu untuk menerimanya. Tentang semua apa yang pernah dilakukan papa nya kepada dirinya juga mama nya dulu, masih melekat jelas di ingatan Sam. Namun, mau bagaimanapun, seperti yang sering Tiara katakan, mau seperti apapun, dia tetap lah papa nya, papa kandungnya, yang juga ikut membesarkan dirinya meskipun bukan dengan waktu yang lama. Perlahan tapi pasti, tentunya juga di bantu Tiara, Sam mencoba benar-benar melunakkan hatinya.
Dia mencoba menerima segala keadaan yang terjadi saat ini, termasuk menerima papa nya yang sekarang memiliki kekasih. Sulit bagi Sam untuk menerima, luka yang pernah di goreskan oleh papa nya sudah terlalu dalam, sehingga untuk sembuh pun sulit, namun bukan berarti tidak bisa sembuh. Sam hanya butuh waktu.
Sam menuruni tangga dengan ragu, hatinya tersentuh melihat papa nya duduk di sofa tempat biasa dulu dia bermain dengan papa nya. Sam tersenyum tipis melihat papa nya membaca koran seraya menyeruput kopi. Rasanya, Sam seperti melihat kehidupan keluarga yang normal, namun tetap kurang karena tidak ada kehadiran mama nya. Perlahan, Sam menghampiri papa nya, "pa" ucap Sam ragu seraya duduk di sebelah papa nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Crazy Little Thing Called Love (COMPLETED)
Teen Fiction"Jadi kenapa gue harus selalu tersenyum?" "Karena senyum itu adalah obat dari segala penyakit. Dan gue berjanji, untuk tidak akan pernah membiarkan senyum lo itu lepas dari bibir lo" --- Ini tentang Samuel, si cowok urakan yang tidak pernah absen da...
