Chapter 26 : Akhir Cerita Kita

811 93 33
                                        

Sebarkan kasih sayang untuk orang-orang tersayang. Sayangi mereka, yang menyayangi kita. Hihi. Happy Valentine sayang-sayang ku semua!!

Spesial di hari kasih sayang ini, ada hadiah dan akhir cerita yang spesial juga. Selamat membaca lov....

---

Sejak kepergian Luna tadi, hati Sam tidak tenang. Nomor ponsel Tiara tidak bisa dihubungi.

"Anjrit, kenapa gak telfon Ziva aja" Sam merutuki dirinya sendiri. Karena panik, kemampuan berpikirnya jadi menurun. Alhasil, dia segera menghubungi Ziva.

"Sabar Sam, kalem" ucap Nuca. Barusan, Sam mengabari Ola dan Nuca untuk menyusulnya di tempatnya ia bertemu dengan Luna tadi.

"Kenapa Sam?"

"Titi beneran mau berangkat ke Jerman hari ini?" Tanya Sam dengan nada panik.

"Di chat aja ya, gue sibuk"

Tut tut

Ziva memutuskan sambungannya sepihak membuat rasa panik Sam bertambah.

"Anjing, dimatiin"

Blup.

Satu pesan masuk dari Ziva membuat Sam segera membuka nya.

Ziva

Titi berangkat hari ini, setengah jam lagi pesawatnya terbang. Kalo lo mau ketemu dia, kesini cepetan. Sorry tadi gue matiin sepihak, gue nggak mau dia denger soalnya. Cepetan kesini, waktu lo cuma setengah jam.

Sam melompat dari tempatnya setelah membaca pesan dari Ziva.

"Sam kemana?" Ola dan Nuca segera menyusul Sam.

"Pelan-pelan Sam" Ucap Ola saat Sam mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak mau menyesal untuk kedua kalinya.

"Gue nggak mau nyesel untuk yang kedua kalinya" ucap Sam.

Lima belas menit dia tiba di bandara Soekarno-Hatta. Ia berlari bahkan tidak peduli beberapa kali ia hampir jatuh. Dia mengabaikan orang-orang yang memakinya karena ia tubruk begitu saja. Ola dan Nuca ikut mengejar Sam.

"Ziv, Kei, mana Titi?" Ucap Sam dengan napas tak beraturan. Keringat bercucuran dari pelipisnya.

"Sam, Titi udah berangkat. Ternyata pesawatnya dipercepat" ucap Ziva.

Tubuh Sam melepas, dia terduduk di lantai. Air matanya sudah tidak terbendung, dia menangis, penyesalan itu datang untuk yang kedua kalinya. Dan detik itu juga, dia benar-benar kehilangan Tiara, gadis yang sudah merubah hidupnya.

"Sam" ucap Keisya. Mereka semua merasa iba melihat keadaan Sam.

"Gue telat. Gue telat mempertahankan dia. Sekarang gue bener-bener kehilangan dia. Gue benci sama diri gue sendiri" ucap Sam menyalahkan dirinya sendiri.

"Sam tenang, lo masih bisa nyusul dia. Dia juga akan balik" ucap Nuca.

"Nggak semudah itu Nuc. Perasaan bisa hilang seiring berjalan nya waktu." ucap Sam. Baik Ziva, Keisya, Ola dan Nuca saling pandang. Mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan.

Sam berjalan gontai meninggalkan bandara, masih diikuti dengan mereka merempat, berjaga-jaga jika terjadi sesuatu dengan Sam.

A Crazy Little Thing Called Love (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang