Maaf, kalian jadi harus vote dan komen tiga kali😔 aku gatau kenapa wattpad ku eror:(( huhu:"
Terimakasih atas dukungan nya selama ini untuk kalian semua🤗
Jangan lupa vote dan komennya ya, supaya aku juga semangat lanjutin cerita ini.
Happy Reading...
***
Sudah sejak pagi tadi Sam berada dirumah. Laki laki itu datang pagi sekali, mengganggu jam tidur Tiara. Entah sudah berapa omelan yang keluar dari bibir gadis itu, Sam tetap tak menghiraukan. Bertepatan sedang libur nasional, seperti yang lain, Tiara ingin menghabiskan waktu libur nya untuk istirahat. Namun, semua itu gagal ketika ada Sam yang tanpa dosa datang ke rumah nya pagi pagi buta. Tiara sempat tersentak melihat keadaan Sam datang kerumahnya dengan mata panda, matanya terlihat lelah, seperti nya semalaman laki laki itu tidak tidur. Baju nya pun tampak kusut.
"Ada apa sih Sam sebenarnya? Ini tuh masih pagi banget. Gue ngantuk Sam. Hoam" ucap Tiara yang entah sudah ke berapa kali nya, namun jawaban Sam tetap sama "gapapa Ti, bentar aja gue numpang tidur"
"Dari tadi gue tanya lo jawab nya itu mulu. Tau ah Sam, gue mau tidur lagi" Tiara meninggalkan Sam begitu saja. Yang di tinggal tak menggubris, dia memijit pelipisnya seraya mata nya terpejam mencoba untuk tidur. Semalaman dia tidak tidur, dia hanya duduk melamun di kursi bar, seraya menghabiskan sebungkus rokok. Entah, akhir akhir ini pikirannya sangat kalut.
Beruntungnya, mama Tiara sedang keluar kota menemani sang suami yang sedang mengecek salah satu cabang kantor milik keluarganya. Dirumah hanya Tiara dan sang pembantu.
Pukul 10 Tiara terbangun dari tidur nya karena cacing dalam perut nya mulai memberontak meminta jatah asupan. Masih dengan mata setengah terpejam, rambut yang acak acak an, dia menuruni tangga dengan hati hati. Mata nya terbelalak mendengar benda jatuh dari arah dapur.
"MBOK ADA MALING" Teriakan nya membuat dua orang menghampiri nya. Mbok Darmi dengan kemoceng di tangannya, lap meja yang menyampir di pundaknya. Dan seorang laki laki yang Tiara tidak sadari kalau laki laki itu tengah di rumah nya sejak pagi tadi. Kedua nya menghampiri Tiara dengan lari terbirit birit.
"Hah? Mana maling nya non?"
"Maling? Mana Ti, biar gue hajar"
"Eh" Tiara tersadar, dia mengucek matanya berkali kali memastikan bahwa laki laki di depannya ini berwujud nyata.
"Woi, malah diem" Sam menyenggol lengan Tiara.
"Lo ngapain disini Sam?" Baik Sam dan mbok Darmi saling pandang lantas terkekeh.
"Kok ketawa" Tiara mengerutkan keningnya.
"Oalah non, ini loh mas Samuel ini kan ¹*uwes sejak tadi toh disini. Dari pagi sudah main kesini. Tadi non Tiara tinggal tidur. Lupa ya non" jelas mbok Darmi dengan logat khas jawa nya.
"Eh? Lah iya aku lupa. Lo kenapa belum balik?"
"Lo gimana sih, linglung ya. Udah, mana maling nya" kata Sam.
"Gatau, tadi gue denger ada yang jatoh dari dapur"
"Itu gue, tadi abis minum gelas plastik nya jatoh" ujar Sam.
"Haduh, jadi ndak ada ini maling nya? Yawes lah mbok lanjut bersih bersih dulu. Itu sarapannya sudah siap non, mas Samuel juga ²*monggo di ajak sarapan non" ucap Mbok Darmi sebelum akhirnya meninggalkan mereka berdua.
"Lo kenapa belum balik sih?" Tiara dan Sam sudah duduk berhadapan di meja makan, bersiap menyantap nasi goreng telur mata sapi yang di sediakan mbok Darmi.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Crazy Little Thing Called Love (COMPLETED)
Ficção Adolescente"Jadi kenapa gue harus selalu tersenyum?" "Karena senyum itu adalah obat dari segala penyakit. Dan gue berjanji, untuk tidak akan pernah membiarkan senyum lo itu lepas dari bibir lo" --- Ini tentang Samuel, si cowok urakan yang tidak pernah absen da...
