Chapter 21 : Waktu Yang Salah

539 92 40
                                        

It's my birthday! Spesial ulang tahunku, aku akan post 2 chapter hari ini. Yeyy!

Enjoy!


"Cinta itu membahagiakan, bukan memberi luka"

-

Hari Sabtu tiba, dimana para remaja bisa dengan leluasa menghabiskan weekend untuk bersantai. Begitu juga dengan Samuel dan Tiara. Kedua nya kini tengah menikmati ronde di pinggir kota Jakarta seraya menonton live musik yang diadakan oleh anak jalanan dari sisi pinggiran kota Jakarta. Kedua nya memang lebih menyukai kencan yang seperti ini, bukan seperti pasangan lain yang berkencan di mall, atau di sebuah restoran mahal. Menurut mereka, terpaan angin malam dan aroma ronde dengan iringan musik akustik lebih romantis daripada harus berjalan lelah mengelilingi mall atau menghabiskan uang hanya untuk secuil makanan di restoran mewah.

"Aku suka nih kalau anak muda kreatif gini. Meskipun dengan keterbatasan biaya, dan keadaan, mereka nggak kehilangan akal buat menunjukkan kreatifitas mereka" ucap Sam mengomentari penampilan live musik yang ada di depan mereka.

"Bener banget, meskipun penghasilannya gak seberapa sama tenaga yang mereka keluarin, setidaknya mereka akan tetap puas dengan hasil karya mereka sendiri. Yang harus di contoh ya yang kaya gini, dengan keterbasan keadaan, mereka mampu menghasilkan uang sendiri untuk bertahan hidup" Tiara menimpali.

"Mau nyanyi nggak?" Ucap Sam tiba-tiba.

"Ha? Apaan sih, gak. Suara aku jelek" balas Tiara.

"Alah, malu-malu. Orang aku pernah liat kamu tidur terus ngigo lagi nyanyi, bagus tuh suara kamu" lanjut Sam.

"Heh! Ngaco! Mana ada-- Eh, Sam" ucap Tiara terputus saat Sam menariknya ke tengah, mendekat ke arah gerombolan pemain live musik tersebut.

"Permisi mas, boleh pinjam gitar nya? Pacar saya minta dinyanyiin" ucap Sam membuat Tiara tersentak, lantas memukul Sam pelan.

"Sam, jangan bikin malu. Enggak kok mas, bercanda dia. Ayo pulang" ucap Tiara panik. Dia tidak mau dipermalukan oleh pacarnya ini. Karena Tiara tau, Sam adalah laki-laki dengan sejuta ide supaya bisa mempermalukan dirinya sendiri.

"Sstt, diem deh. Pinjam sebentar ya mas" lanjut Sam.

"Boleh kok mas, silahkan"

Sam mengambil alih gitar tersebut, kemudian memetik senar gitar itu satu persatu sebagai pemanasan.

"Selamat malam ibu, bapak, adik, mas, mbak dan pasangan-pasangan remaja disini yang sedang menikmati malam minggu, saya minta izin untuk menyanyikan 1 buah lagu untuk pacar saya ya" ucap Sam mengeraskan suaranya.

"Sam, mau ngapain sih" gadis itu kebingungan dengan apa yang akan pacarnya lakukan ini.

"Udah, diem deh, nikmatin aja. Jangan terpesona ya" ucap laki-laki seraya mengedip kepada pacarnya.

Tiara hanya bisa pasrah dengan ulah Sam. Sungguh, dia sangat malu menjadi pusat perhatian orang-orang.

Sam memetik senar gitar hingga membentuk sebuah nada, mengambil intro sampai akhirnya dia mengeluarkan suara indahnya.

I found a love for me
Oh darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me

'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine

A Crazy Little Thing Called Love (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang