Sesuai janji ku, kalau sudah 100 vote dan 50 komen aku up chapter berikutnya.
Gimana? Asik kan kalo ada challange ya haha.
100 komen buat up chapter 4 ya.
Plis dong guys, kenapa ada yang komen sehuruf dua huruf aja sih. Jangan gitu dong😩
Yaudah deh, semangat vote dan komennya!
Happy Reading.
----
Tiara sudah bersiap pergi ke sekolah, namun dirinya di kagetkan ketika ada seseorang menjemputnya.
Dul.
Hatinya berbunga bunga, semangat sekolah nya bertambah mengetahui sang kekasih sudah berada di satu kota dengan nya. Memudahkan dirinya untuk sering bertemu dengan Dul.
"Kejutan" kata Dul merentangkan tangannya begitu melihat Tiara keluar dari rumah.
Raut wajah Tiara berseri. Padahal, baru kemarin malam dia mengeluh kepada Dul kalau dirinya merindukan laki laki itu. Karena memang sudah dua minggu ini, sejak kepindahannya ke Jakarta, Tiara tidak bertemu dengan Dul.
"Aku kangen" Tiara mendekat ke arah Dul, memasang wajah manja.
Dul mencubit pelan pipi gadis itu. Gemas.
"Aku juga" kata nya.
"Tunggu, kamu gak sekolah di sekolah ku ya?" Tanya Tiara begitu melihat bagde sekolah Dul berbeda dengan nya.
Dul menggeleng pelan.
"Susah Ti kalo pindah ke sekolah mu. Nilai nya harus cukup tinggi. Otak ku kan gak sepandai kamu" Tiara mengerucutkan bibir nya.
Memang, SMA Nusa sangat mengutamakan kemampuan akademik siswa siswa nya. Alhasil, tidak sembarang siswa bisa masuk ke SMA Nusa.
"Jangan cemberut dong, kan udah satu kota. Kita bakal tetep sering ketemu. Aku bisa antar jemput kamu" kata Dul menenangkan gadisnya.
"Iya deh iya" balas Tiara.
Ah, bagi nya sudah bisa satu kota dengan pacar nya sudah sangat membahagiakan. Tidak seperti hari hari lalu, hanya bisa mendengarkan suara Dul melalui sambungan telepon. Semangat nya bersekolah bertambah, dia akan segera menceritakan kepada Ziva dan Keisya kalo pacar nya ini sudah berada di Jakarta.
"Yaudah, mau berangkat nggak nih?" Ucap Dul.
Tiara terkekeh. Dia mengangguk semangat. Tiara sudah dirindu dibonceng laki laki menggunakan motor N-Max hitam mengelilingi tiap sudut kota.
Hanya membutuhkan waktu 10 menit bagi Tiara sampai di sekolah nya. Orang tua nya memang sengaja memilihkan sekolah yang dekat dengan perumahan yang ia tempati.
"Jangan ganjen sama cowok lain ya. Awas aja" Tiara memelototkan matanya. Dia baru saja tiba di sekolah.
"Yang ada kamu tuh, jangan genit genit"
Dul terkekeh mengacak rambut gadis itu.
"Yaudah, masuk sana. Nanti aku jemput" Tiara mengangguk antusias.
"Daa" Tiara melambaikan tangannya meninggalkan Dul.
Dari kejauhan, ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dua manusia tersebut.
***
"Pagii" ucap Tiara sumringah begitu tiba di kelas nya.
"Ceria amat tu muka" kata Ziva.
Temannya ini memang bisa di bilang cukup rajin datang lebih pagi di banding diri nya.
"Iya, tau gak kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
A Crazy Little Thing Called Love (COMPLETED)
Novela Juvenil"Jadi kenapa gue harus selalu tersenyum?" "Karena senyum itu adalah obat dari segala penyakit. Dan gue berjanji, untuk tidak akan pernah membiarkan senyum lo itu lepas dari bibir lo" --- Ini tentang Samuel, si cowok urakan yang tidak pernah absen da...
