Setelah Akmal menolaknya kemarin entah Lala jadi semakin diam mengingat Akmal lebih menyukai sahabatnya yang telah mendoakan Lala jelek ketika sedang koma.
"La lo kenapa?" Tanya Nasya karena daritadi Lala tidak berbicara setelah dari luar hingga kekelas.
"Lo sakit la?"Tanya Nadia
"Kenapa diam aja, ada yang jahatin lo la" Ujar Lulu
Lala menggelengkan kepalanya ia masih fokus terhadap bukunya padahal waktunya sudah istirahat namun Lala masih terfokus pada buku pelajaran.
"Istirahat dulu la ,nanti aja lagi kan bisa belajarnya" ujar Nasya Memperingati karena ia tahu jika Lala sedang masalah akan seperti ini.
"Kalian kalo duluan mau kekantin ,kantin aja gue mau keuks pala gue pusing " ujar Lala akhirnya bicara karena ia juga tidak enak nasya, lulu dan nadia sudah mengajaknya.
"Lo sakit?" kata Mereka bertiga
"Gak , cuman gue mau istirahat aja diUks" kata Lala dan ia meniggalkan ketigaanya.
Lala memilih uks karena tempatnya sepi dan yang sedang menjaga uks juga sedang istirahat ia menidurkan badannya dan jujur daritadi ia sebenarnya menahan tangis ketika Akmal mengatakan itu.
Lala segera masuk ke Uks ia juga sebenarnya menahan laper karena tadi ia tidak sempat sarapan juga mengingat Akmal yang ia kira menunggunya namun ternyata salah malah dirinya yang menunggu Akmal.
"Perut gue sakit banget" rintih Lala memegang perutnya ditambah ia juga sedang datang bulan dan ia lupa tidak sarapan.
Disaat Lala sedang kesakitan ada orang penjaga uks masuk dan melihat Lala yang sedang kesakitan dan segera membantu Lala yang sudah ingin jatuh.
"Eh kaka sakit, istirahat aja"ujarnya.
Lala tidak menjawabnya dan menggelengkan kepalanya "Makasih ya" ujarnya.
Cewek itu mengangguk " kaka mau cari obat apa sini biar aku cariin ?"
"Gak kok cuman obat sakit nyerit Haid, emang gini aku kalo lagi hari pertama PMS" Jelas Lala
Disaat dirinya ingin sendiri diUks ada saja yang datang mau tidak mau Lala harus kembali kekelasnya namun saat lala ingin kembali ke kelas ia berpapasan dengan Akmal dan Fano.
Lala tidak mau melihat Akmal cukup saja tadi pagi membuatnya sedih jujur rasaanya sakit sekali ketika orang yang kita cintai memilih sahabat kita sendiri.
"Eh Lala, nih Akmalnya udah datang, kemarin nanyain" ujar Fano
Lala hanya tersenyum kepada Fano dan ia pergi dari hadapan Fano dan ia mengabaikan Akmal.
"No gue kekelas dulu ya, duluan ya" Pamit Lala kepada Fano
Fano aneh dengan Lala bukannya cewek itu kemarin menanyakan Akmal mengapa disaat Akmal ada dia tidak menanyakannya langsung.
"Lo lagi ada masalah ya sama si Lala" selidik Fano namun Akmal tidak menjawabnya.
"Lo suka gak sih sama Lala mal, kalo gue liat sih lo suka sama Lala cuman lo-nya aja masih ragu antara suka apa kasihan sama dia kan mal" Kata fano membuat Akmal terdiam.
"Jangan karena kasihan mal, Lala udah cinta banget kayaknya sama lo bahkan lo kemarin gak masuk aja dia khawatir banget" ujar Fano lagi" Jangan Nyakitin hati perempuan mal"
Akmal masih mendengarkan apa kata Fano jujur ia tidak mempunyai perasaan lebih sama lala ia hanya menganggap Lala sebagai temen bukan untuk dijadikan pacar karena kalo pacar bisa saja dari yang awalnya temenan ,deket, terus jadian pas udah jadian ada konflik tiba-tiba putus entah putus hubungan atau putusnya pertemenan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend ✅
Novela JuvenilKatanya mencintai itu mudah, menyenangkan, mengasyikan tapi bagi perempuan seperti Lala mencintai itu menyakitkan ,rumit nyatanya orang yang dicintainya itu mencintai orang lain. "Gue suka sama lo Akmal" "Gue sukaanya sama sama temen lo" "Tapi tem...
