R e v e n g e

643 108 22
                                        


Yeonjun melihat mobilnya dari kejauhan, ia ingin segera memeluk mobilnya karena ia sangat merindukan mobilnya itu. Sudah empat hari ia tak melihat mobilnya, dan sekarang ia melihat mobilnya lagi. Tapi, ada sesuatu yang merusak suasana, banyak sekali kertas cemoohan ditempel di mobil Yeonjun.

Kini semua orang menatap kasihan kearah Yeonjun, mereka juga merasa bersalah karena sudah melakukan hal itu kepada Yeonjun.

"A...anu...aku..aku sebenernya ga percaya lho kalau kamu yang ngelakuin itu" Ujar gadis berkuncir dua yang merupakan primadona kelasnya itu sambil mendekati Yeonjun, Yeonjun tersenyum kearah gadis itu.

'Ngapain si dekil ini deketin aku' Batin Yeonjun.

"Siapa ya?" Tanya Yeonjun dengan ramah

"Aku Che--"

"Ooh, aku ingat" Potong Yeonjun sambil tersenyum.

"Kamu orang yang paling keras bicara kalau kamu jijik sama aku kan?" Tanya Yeonjun sambil tersenyum.

"Ak..aku sebenarnya cuma asal saja berbicara begitu, maafkan aku, kalau kamu marah itu wajar kok" Ujar gadis itu sambil menunduk.

'Kamu pikir aku bakal kasihan?' Batin Yeonjun.

"Ooh, aku nggak marah, kenapa kamu negative thinking banget?" Tanya Yeonjun sambil mencabuti kertas-kertas yang ditempel di mobilnya. Gadis tadi hanya bisa terdiam sambil menahan rasa kesalnya terhadap Yeonjun.

Tak lama kemudian Guanlin datang mendekati Yeonjun, ia juga datang bersama dengan Yeji. Guanlin langsung membungkukkan badan di hadapan Yeonjun.

"Gue minta maaf Jun! Gue minta maaf banget ke lo! Harusnya gue percaya ke lo, tapi gue malah ikut-ikutan bully lo, gue minta maaf" Ujar Guanlin dengan suara lantang.

'Bagus kalau kamu sadar, tapi aku nggak mau nerima permintaan maafmu itu' Batin Yeonjun.

"Aku juga nggak nyangka loh kalau kamu bakal percaya sama fitnahan itu" Ujar Yeonjun yang membuat Guanlin semakin merasa bersalah.

"Memang nggak mudah dapetin temen yang bisa percaya sama kita sepenuhnya kan?" Tanya Yeonjun ramah kearah Guanlin. Namun, Guanlin tidak mendengar sama seperti yang didengar orang lain, ia malah merasakan aura intimidasi dari Yeonjun.

"Gue nyesel banget Jun, gue minta maaf"

"Yasudah, aku mau pulang dulu, bye" Ujar Yeonjun lalu masuk ke mobilnya dan segera melaju tanpa peduli bahwa gadis primadona kelasnya masih berada di sebelah mobilnya, sehingga gadis itu terjatuh kebelakang, lebih tepatnya ke Guanlin.

"Sialan banget mereka, giliran gini aja sok baik, emang mereka pikir aku mau temenan sama mereka? Ogah kali" Ujar Yeonjun keras.

Yeonjun menepi lalu memberhentikan mobilnya, ia ingin mengecek Hp nya setelah lima hari ia tak melihat Hp nya. Ia melihat pesan dari ayahnya.

Papa
2 day before
Kata teman kamu, kamu kemah ya?

Papa
Yesterday
Bagaimana kemahnya?

Papa
Yesterday
Apa kemah sesibuk itu?

Yeonjun tersenyum, walaupun hanya tiga pesan namun ini menandakan ayahnya perhatian kepadanya, apalagi ayahnya adalah tipe orang yang cuek, jadi bagi Yeonjun hal ini adalah hal besar.

"Papa...papa tahu nggak dari kemarin aku belum makan..." Adu Yeonjun sambil memandangi Hp nya.

Yeonjun juga melihat banyak pesan di IG nya, banyak cacian dari teman satu sekolahnya sejak kemarin. Namun, hari ini banyak yang sudah mengiriminya pesan minta maaf dan menghapus cacian mereka.

CROWN  | Choi Yeonjun   [ Finished ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang