#4 ZAKA?

172 20 0
                                        

Baru saja Melati memasukan handphone ke dalam tas

"TID!!!"

Mobil Papah Melati sudah terkenal satu sekolah ini. Melati langsung menghampiri, begitupula ketiga temannya yang sudah kenal dengan Papah Melati.

"Ayo masuk"

Melati masih berdiri ditempat tanpa menjawab dengan satu kata pun.

"Om Bima" ketiga temannya menyapa dan bersalaman dengan Papah Melati. Melati tidak menghiraukan sama sekali

"Melati kenapa?" Papah Melati bertanya kepada ketiga temannya itu

"Biasa om, ada anak baru yang buat dia gak mood" Rere menjawab pertanyaan Papah Melati

"Zaka dong!!!" dan Resy masih saja polos di hadapan Papah Melati

"Resy!!!" Risa membentak Resy, Resy menunduk

"Mana anak barunya?" Papah Melati bertanya lagi

"Itu Zaka!!!" ternyata Resy langsung menemukannya

"ZAKA!!!" Papah Melati memanggil Zaka. Semua yang mendengar langsung melihat ke pemilik suara, kenapa Papah Melati memanggil Zaka? Dan Zakapun berlari menghampiri Papah Melati. Yang lebih mengagetkannya, ZAKA MENCIUM TANGAN PAPAH MELATI!!!. Melati belum berkata apa-apa

"Ayo masuk ka" Papah Melati mempersilahkan Zaka masuk? Ke mobil?

"Tunggu Pah! Maksudnya apa?" Melati menghentikan Zaka yang baru akan masuk kedalam mobil

"Kamu juga masuk ke mobil!" Papah Melati menjawab dengan perintah

"Papah maksudnya apa? Zaka siapa?"

"Mau disini?" Papah Melati menjawab dengan pertanyaan lagi

"Ya.. yaudah deh!" Melati langsung masuk ke dalam mobil. Papah Melatipun langsung menjalankan mobil. Di dalam mobil Melati melihat keluar jendela saja, tanpa sedetikpun meluruskan pandangan ke depan ataupun ke Papahnya sendiri. Zaka hanya diam tan berkutat, dan Papah Melati tetap pokus mengendarai mobil.

Akhirnya sudah sampai di rumah yang memang megah karena usaha Papah Melati yang memiliki perusahaan dengan cabang di setiap kabupaten per provinsi se Indonesia. Saat mobil berhenti, Melati langsung keluar dan menutup pintu dengan sangat keras.

"Wajarin Melati ya Zaka, ayo turun!" Papah Melati menerangkan kepada Zaka. Zaka hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Zaka menbuntuti Papah Melati. Baru saja melati akan melangkahkan kaki di tangga pertama

"Melati! Papah dan Mamah mau bicara dulu!" Papah menghentikan Melati

"Bicara apa Pah? Zaka hah?"

"Melati yang sopan!!!" Mamah langsung menggentak ketidak sopanan Melati.

Melati, Papah, Mamah, Zaka, dan Bu Siti duduk di kursi. Melati heran, kenapa Bu Siti ikut duduk disini

"Jadi gini Mel. Zaka itu anaknya Bu Siti" Papah membuka pembicaraan

"Apa???" Melati menjawab dengan bertanya

"Iya Non, Zaka itu anak Saya" Bu Siti meyakinkan apa kata Papah

"Terus? Zaka? Kok sekolah Pah? Punya uang gitu?" Melati masih memberi pertanyaan

"Melati! Jaga harga diri Papah sama Mamah" mamah membentak Melati lagi, Melati hanya berdecik tak menghiraukan apa kata bentakan Mamahnya.

"Udah! Langsung aja. Jadi Papah sekolahkan Zaka dengan kamu, satu bangkukan sama kamu, dan membuat kamu jadi tutornya itu untuk menjadikan dia bodyguard kamu"

"Tunggu-tunggu, aku kurang ngerti deh apa maksud Papah"

"Karena kamu yang akan lulus, Papah gak mau kamu keluar jadi tambah amburadul, emang udah amburadul. Jadi papah jadikan Zaka bodyguard kamu yang harus kemanapun, dimanapun, kapanpun, dalam keadaan apapun melayani dan mengawasi kamu"

"Enggak, enggak. Papah becanda kan?"

"Ngapain Papah bacanda"

"Engga Pah! Aku gak mau! Aku udah gede"

"Kamu udah nambah gede, nambah amburadul Kak!"

"Apa? kakak? Jadi ini yang bisa buat Papah manggil aku kakak lagi? Semenjak Adik aku yang kecelakaan gara-gara aku itu? Iya kan!" Melati mulai meneteskan air mata

"Jawab Pah, Mah!" belum ada yang menjawab Melati

"Aku amburadul? Kenapa? Tanya ke Mamah sama Papah! Kenapa tega buat aku kaya gini? Emang aku bahagia seperti ini? satu kebahagiaan yang aku rindukan Pah, Mah. Kasih sayang dari keluarga khususnya orang tua. Oh iya, aku lupa. Aku yang menyebabkan Mawar adikku koma. Dan sekalipun kenyataan menjawab 'tidak', Papah pasti menyanggah 'Kamu tetap salah' dan kenapa aku tidak boleh menjenguk Mawar? Mana mungkin aku menabraknya lagi? aku juga sangat menyayangi Mawar pah, mah "

Tak ada yang berani membalas Melati

"Tapi tenang saja Pah, Mah. Jika dengan ini Papah dan Mamah bisa terbuka hati dan matanya untuk mengetahui yang sebenarnya. Aku terima Zaka menjadi bodyguardku, dengan terpaksa!"

Melati langsung angkat kaki dari suasana ini. Melati naik tangga dan masuk ke kamarnya.

MEKAR [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang