#50 kamu MKKB aku MRKB

46 10 0
                                        

Melati berhenti di tengah bibir pantai. Zaka memandang Melati, mata Melati memejam, dia seperti sedang meresapi sebuah perasaan. Mata Melati kembali terbuka, tak sengaja Zaka melihat matanya berbinar

"Mel.."

Melati menengok kepada Zaka. Melati menyedukan suara air mata

386"Melati teu kunanaon?"

Melati mengangguk, dia mendudukan dirinya di atas pasir, Zaka ikut menduduki dirinya. Kaki Melati membentuk segi tiga lalu ia peluk. Zaka masih terus memandangi Melati. Melati menghela nafas berat

"Ini pantai kesukaan Mawar"

Zaka tidak langsung menjawab apa-apa

"Gue juga suka sih"

387"Melati nya-ah pisan ka Mawar?"

Melati mengangguk

"Kakak mana yang gak sayang sama adiknya"

388"Enya Bener, Bang Kiki geh ampe ngorbanken nyawana jeng abdi"

Zaka menghembuskan nafas

"Ngapain? Jangan sedih! Lagian gue ngajak lu kesini buat seneng-seneng" ucap Melati

"Eh iya Mel, hampura"

"Iya, gue juga yang terbawa suasana dan kenangan"

Zaka mengangguk, tanpa terasa Zaka mengenang bayangan Bang Kiki tapi

"Eh!" Zaka kaget 

Zaka merasakan percikan air jatuh ke wajahnya, ternyata Melati melempar air tepat ke wajah Zaka. Zaka langsung berdiri dan membalas perbuatan Melati. Melati pun larikan diri

"Eh jangan lari!!!"

Melati tak menghiraukan teriakan Zaka, dia tetap berlari dengan tawa yang berirama bahagia. Melati tidak memikirkan akan berlari kemana, sampai dia berlari ke tengah pantai dan merendam badannya dengan air pantai, Zaka juga mengikutinya. Jadi Melati dan Zaka mandi dengan air pantai. Melati dan Zaka tak peduli, mereka melanjutkan bermain air seperti anak kecil.

...

"Udah Zak, cape!"

Melati kembali duduk ke bibir pantai. Zaka menyusulnya dan duduk di samping Melati

"Jadi ini alesannya jangan mandi sama suruh bawa salin?" tanyaZaka

"Ya iya emang?" tanya Melati balik

"Engga.. ngerasa MKKB gitu"

"MKKB?"

"Masa Kecil Kurang Bahagia"

Melati tertawa mendengar pernyataan Zaka

389"Aih? Ogeh Melati teu nyaho MKKB?"

Melati tertawa malu

390"Astaghfirullah.. orang kampung ogeh nyaho"

"Ya iyalah gak tahu kan masa kecil gue kelebihan bahagia"

"Iya juga ya"

"Tapi gue MRKB"

"MRKB?"

"Masa Remaja Kurang Bahagia"

"Tong Kitu Mel"

"Tapi gitu kenyataannya, kebahagiaan keluarga juga gue gak rasain, Zak"

"Ini cobaan Mel"

"Iya gue tahu Zak, makasih lu udah kasih gue pelajaran selama sama gue"

"Pelajaran naon? Kimia?"

"(Menghela nafas) masih bisa polos aja"

"Iya Mel, abdi ogeh ngarti"

"Iyakah?"

"Terkadang berpura-pura polos itu bisa menguji seberapa jujur seseorang"

"Tuh kan pelajaran lagi dari lu"

Zaka tersenyum dengan apa yang Melati ungkapkan. Tangan Melati meraih tangan Zaka dan membawanya pergi lagi. entah akan dibawa kemana lagi, Zaka hanya bisa mengikuti kemana genggaman tangannya membawa.

...

terjemahan

386"Melati gak kenapa-kenapa?"

387"Melati sayang banget ke Mawar?"

388"iya Bener, Bang Kiki juga ngorbanin nyawanya buat gue"

389"Aih? Emang Melati gak tahu MKKB?"

390"Astaghfirullah.. orang kampung juga tahu"

TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN KOMEN AGAR AUTHOR SEMANGAT BERKARYA

MEKAR [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang