Zaka melepaskan pelukan Bu Siti. Dia menatap papah dan mamah yang sedang berpelukan
"Mah, pah, maaf kalau saya lancang. Tapi kebenaran akan terungkap. jika memang ada, cara apa yang bisa buat saya buktikan perkataan saya tadi?" Jelas Zaka
Papah melepaskan pelukan mamah
"Kamu bawa saksi selain kamu" jawab Papah
"Baik pak" Zaka mengangguk
"Ya udah, ayo kita pulang, sambil mengurus pemakaman Mawar" pinta mamah
Papah mengangguk dan langsung menggenggam tangan mamah untuk mengikutinya. Zaka dan Bu Siti pun mengikuti papah dan mamah.
...
Akhirnya sampai juga di rumah. Papah berjalan ke kamar, tapi mamah berhenti depan tangga
"Pah, mamah ke kamar Melati ya"
Papah mengangguk. Mamah langsung menaiki anak tangga. Mamah menatap aneh ke pintu kamar melati yang terbuka setengah, tidak biasanya Melati membuka pintunya seperti itu.
"PAPAH!!!" teriak mamah
Mamah kaget dengan kondisi kamar Melati yang berantakan ditambah lemari yang terbuka dan tidak ada satupun baju didalamnya. Papah, Zaka dan Bu Siti datang bersamaan dengan wajah yang panik
"Ada apa mah?" Tanya Papah
"Melati, melati kemana? Bajunya gak ada! Kopernya gak ada, dan paspornya juga gak ada"
Papah mencari apa yang mamah tadi katakan, dan memang semua yang dikatakan Mamah tidak ada
"Astaghfirullah.. apa hamba berlebihan kepada anak hamba sendiri?" Renung Papah yang mendudukan diri di lantai
"Zaka.. telepon Melati" pinta mamah
"Enya Mah"
Zaka langsung menelpon Melati, dia mengeraskan suara panggilan
"Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi"
Tangisan mamah langsung meledak mendengar panggilan Melati yang tidak terjawab
"Coba Zak, hubungi teman-temannya" pinta mamah lagi
"Enya Mah"
Zaka langsung mengirimi pesan ke semua teman-temannya, teman sekelas, sampai menyebarkan di insta-story nya. Tidak menunggu waktu lama, puluhan pesan membalasnya, tapi tidak ada satupun pesan yang menyatakan keberadaan Melati
"Enggak ada yang tahu mah, mereka juga udah coba hubungi Melati tapi gak ada balasan satupun. Mereka juga langsung nyari Melati kok mah"
Mamah hanya mengangguk
"Udah yu mah ke kamar. Melati anak yang kuat dan berani kok, gak akan ada yang berani celakain dia" ajak Papah
"Tapi pah, ibu mana yang ingin pisah dari anaknya walaupun anaknya seperti itu, tapi mamah sayang sama Melati" jawab Mamah
"Iya, kita cari cara lain lagi buat nemuin Melati"
Mamah mengangguk dan menuruti apa kata Papah
"Zak, kalau udah ada saksinya langsung ke papah ya" ucap Papah
"Enya pah pasti" jawab Zaka dengan menganggukan kepala
Papah dan mamah pun langsung keluar dari kamar Melati
KAMU SEDANG MEMBACA
MEKAR [✓]
Teen Fiction[REVISI] "Iya pacar pura-pura gue pinter" goda Melati "Gak usah pake pacar pura-pura juga Mel! Nyesek!" Jawab Zaka cemberut "Ya masa pacar beneran? kan mustahil!" " MElati zaKA Relationship " ... banyangin! gimana rasanya punya masalah keluarga samp...
![MEKAR [✓]](https://img.wattpad.com/cover/224785510-64-k796549.jpg)