#48 nada dari Melati

42 11 0
                                        

"oke sip" sorak Riki bahagia

Melati, Zaka dan Riki tertawa bahagia karena telah menemukan nada yang pas untuk lirik lagu dari Zaka.

"yuk Zak coba" ajak Melati

383"eh, Zaka can bisa bener. melati aja dulu"

"ya udah. lu juga ikutin dikit-dikit ya"

"ashiaaaaap laksanakan"

Melati tersenyum dengan jawaban Zaka. Riki memandang haru kedua pasangan ini

"yuk Rik mulai" ajak Melati

"oke cekidot" intro Riki bahagia

Melati langsung bernyanyi dan jemari Riki mengiringi dengan nada piano

[pemenang lomba cipta lagu cerita wattpad mekar @alishialosh dengan judul "mekarlah bersamaku" hanya di youtube seputar salsabila]

Zaka seakan terbang ke angkasa karena lagu ini, sampai-sapai 

"EH BEBEP!" teriak Melati

Zaka setengah loncat karena kaget, dia sangat terbawa bagusnya suara Melati yang mengiringi lirik lagu buatan Zaka yang bermakna dalam

"Eh maaf Bep, langsung nge-jleb ke hati gitu" ucap Zaka dengan wajah yang masih terlihat kaget

Melati tertawa malu mendengar apa respons Zaka, sampai dia mencubit pinggir kanan perut Zaka

"Awww" 

zaka mengelus-elus bagian perut yang Melati cubit. Melati tertawa seperti anak kecil yang sengaja, Zaka jadi ikut tertawa menertawakan wajah polos Melati yang baru dia lihat selama dia bersama Melati

"ya udah, gue balik ya Mel,Zak" ucap Riki yang langsung menghentikan tawa Melati dan Zaka

"yah kan baru nyoba sekali Rik" keluh Melati

"gue ada janji sama Rizki, Reza, Ari, lu mau ikut Mel? Rere, Risa sama Resy juga ikut"

Melati diam sejenak, Zaka dan Riki melihat Melati yang sedang berpikir

"enggak deh, lain kali aja. lagian bokap nyokap gak ada. pastinya Zaka harus ikut"

"oh ya udah, gue gak maksa. gue cabut ya"

"gue anterin ke depan"

"enggak Mel, gak usah. gue udah hapal rumah lu kok"

"ya udah, besok kita latihan lagi ya"

"maaf Mel, besok gue harus nemenin nyokap berobat jalan"

"oh salamin ke nyokaplu, bilangin gue kangen"

"iya Mel, salamin juga buat bokap nyokap lu. Eh.. tadi gue rekam musiknya, nanti gue kirimin ke lu, takutnya kalian berdua besok mau latihan vokal"

"kirim ke gue juga" akhirnya Zaka berbicara juga setelah tadi jadi kambing conge 

"gue gak punya nomor lu Zak" jawab Riki

"udah kirimin aja ke gue, nanti gue yang kirim ke lu Zak" usul Melati

"ya udah, gue kapan cabutnya nih! bye"

Melati dan Zaka tersenyum menyadari kebenaran apa kata Riki. Riki pun langsung keluar dari ruang musik meninggalkan Melati dan Zaka berdua di dalam.

...

Zaka membereskan piring dan gelas bekas cemilan tadi. tak tahu angin dari mana, Melati membantu Zaka. Zaka bengong melihat apa yang Melati lakukan

"Mel, ngapain? jangan!" 

"apaan sih? gue cewek, lu cowok!" 

"tapi abdi bodyguard Melati, Melati.."

"syuuuuttt (telunjuk Melati menutup mulut Zaka), lu gak boleh larang apa yang gue mau. gue mau belajar jadi istri yang baik"

Zaka menelan ludahnya. dia gugup dengan apa yang Melati lakukan. Melati sudah berdiri dan bersiap untuk jalan

"ayo Zak! ngelamun mulu!"

Zaka langsung berdiri menuruti apa yang melati katakan. Melatipun langsung berjalan keluar, Zaka mengikuti dari belakang.

saat Melati dan Zaka sudah mendekati dapur, Bu siti kaget melihat Melati yang membawa piring

"astaghfirullah Non. pan teu manggil Bibi? ZAKA?" tanya Bu siti

"gak apa-apa bu, Melati yang mau" jawab Melati tenang

"oh enya atuh, sini biar Bibi yang cuci"

Melati langsung memberikan piring yang dia bawa ke Bu siti. Melati melihat Zaka yang juga sedang melihatnya. 

"Zak, besok bangun jam empat pagi ya"

"jam empat pagi? subuh?"

Melati menganggukan kepala

"rek naon Mel?"

"udah bangun aja, gak usah mandi, tapi siapin baju salin, jangan nethink dulu!"

"oh enya Mel, siap"

"ya udah, gue mau istirahat"

Melati langsung berjalan menuju kamarnya meninggalkan Zaka yang kepikiran apa yang akan terjadi besok dengan permintaan Melati yang membuatnya berpikir yang tidak-tidak.

...

terjemahan

383"eh, Zaka belum bisa bener. melati aja dulu"

TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN KOMEN AGAR AUTHOR SEMANGAT BERKARYA

MEKAR [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang