#38 dimaafin gak?

41 11 0
                                        

Sebelum matahari terbit sempurna, Melati sudah bangun dari tidurnya. Dia memandang kamar dan baju yang dia kenakan semalam ke perpustakaan bersama Zaka

"Kok gue udah di kamar?"

"Emang sekarang jam berapa?"

Melati langsung melihat jam. Ternyata sudah pukul enam pagi. Melati menghela nafas

"Gue ke kamarnya gimana?"

"Jangan-jangan"

"ZAKA???"

"Ih sweet banget"

"Tapinya, Pacar pura-pura guee"

Melati Terus ngomong sendiri sampai Akhirnya dia stuck di pengakuan bahwa dia hanyalah Pacar pura-pura Zaka.

Melati menyudahi bicara sendirinya, dia langsung bergegas untuk mandi. Setelah beres segalanya, dia mencium wangi masakan yang menggugah selera

"Kayaknya Zaka udah bangun deh"

Melati langsung bergegas memakai sepatu dan berlari keluar dari kamar. Benar saja, Zaka yang memasak sarapan. Melati menuruni anak tangga dan langsung duduk di kursi Meja makan. Zaka melihat Melati dengan rasa takut

"Mana sarapannya Zak?" Pinta Melati

Zaka langsung menyuguhkan Nasi goreng yang dia masak. Melati memakan Nasi gorengnya dengan sangat lahap. Tiba-tiba Papah dan Mamah keluar dari kamar

"Eh tumben anak Papah sarapan dirumah" Goda Papah

Melati berhenti mengunyah makanan dan dia langsung minum

"Kaya gitu aja marah" ucap Mamah

Melati tak menjawab apa-apa. Dia muak karena omongan Papah dan Mamah yang tidak sewajarnya terucap, Melati pun angkat kaki dari rumah. Zaka kaget dan langsung mengejar Melati sampai keluar rumah

"Mel.." panggil Zaka

Melati tak menjawab apa-apa, dia diam menunggu berdiri di depan mobil. Zaka tak bertanya apa-apa lagi, Zaka langsung membukakan pintu untuk Melati, Melati masuk begitu saja. Zaka menghela napas dan dia pun bergegas masuk mobil

mobil sudah berjalan di atas jalan raya. sesekali Zaka melirik Melati yang diam saja

"Mel.."

"Apaan si? lu berpihak ke Papah?" Melati marah

368"Enteu Mel, Abdi rek menta hampura keur peuting Abdi kapaksa ngagendong Melati ka kamar"

"Lu itu bikin telinga gue sakit! Lu mau pake bahasa apa sih? Konsisten jadi orang tuh!"

"Maaf Mel.. gue mau pake bahasa Indonesia aja"

Melati menghela nafas, tapi dia tidak menjawab apa yang tadi Zaka pinta tadi

"Melati maafin Zaka gak?"

"Maafin apalagi?"

"Ya yang semalem Zaka ngegendong Melati sampe ke kamar"

"APAAAAA??? LU NGEGENDONG GUE SAMPE KE KAMAR???"

"Astaghfirullah, gue gak ngapa-ngapain kaliii"

"Ih Gila tengil gaya lu"

"Ih ngomong sama Melati serba Salah ah"

"Ih pundung Ya lu orangnya. Gue becanda doang Zak"

Zaka tertawa padahal tak ada yang lucu

"Iya, lagian Zaka juga udah ngerti Melati"

sekarang Melati yang tertawa terbahak-bahak. Zaka bingung melihatnya

"Berarti lu Pinter Daripada nyokap bokap gue" ucap Melati

"Nyokap bokap???"

"Itu artinya Mamah Papah Zakaaaaa"

Zaka tertawa karena ketidak tahuannya terhadap bahasa gaul

"Eh Terus dimaafin gak Mel?" Tanya Zaka

"Ya masa gue gak maafin, yang ada gue yang makasih"

"Sama-sama"

"Eh belum juga ngomong makasih!"

"Itu ngomong makasih"

"Sama-sama"

Melati dan Zaka Saling menertawakan balas membalas yang aneh ini. Melati yang tadinya begitu kesal dengan sikap orang tuanya, kini tertawa lepas karena Zaka

"Eh Zak, seriusan Makasih"

"Iya sama-sama ih"

Melati dan Zaka tertawa lagi dan lagi sampai tak terasa gerbang sekolah sudah menyambut mereka.

...

terjemahan

368"Enggak Mel, gue mau minta maaf, waktu malem gue terpaksa ngagendong Melati ke kamar"

TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN KOMEN AGAR AUTHOR SEMANGAT BERKARYA

MEKAR [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang