25.

20 1 0
                                        

"Hai kak."

"Oh, mah. Kirain di rs."

Jadi dokter bedah umum di rumah sakit pusat kota selalu bikin mamah sibuk.

Makanya Sarah agak heran sekarang mamah nyamperin ke kamarnya malam-malam.

"Ada dokter baru. Lumayan mamah bisa istirahat bentar."

Sarah mengangguk.

Dia kembali sibuk sama tabnya. Ngerjain kerjaan yang pernah dibilang Minhee.

"Kak, sekarang kan udah selesai ujian-"

"Hm?"

"-kamu sama Wooseok gimana?"

Tangan Sarah berhenti. Sedetik itu juga Sarah memandang mamah.

"Apanya yang gimana?"

"Kalian udah lewat setengah tahun tunangan. Apa kakak masih tetep gamau nikah sama Wooseok?"

Sarah gak mungkin nanya lagi ke mamah. untuk kesekian kalinya kenapa dia harus nikah sama Wooseok.

Setiap jawabannya pasti sama. Takdir.

Meski terdengar aneh, tapi mau dipaksa gimanapun mamah bakalam tetep jawab kalo ini takdirnya nikah sama Wooseok. Huft. 

"Sarah gamau. Kenapa mamah ga cari cewek lain aja sih buat dia?"

Mamah juga gak mungkin nanya lagi ke Sarah kenapa dia gamau sama Wooseok.

Setiap jawabannya pasti sama. Wooseok masih suka jahat sama bully Sarah.

"Tapi takdirnya bilang kakak harus sama Wooseok."

"Takdir macam apa sih mah? Mamah gatau kalo ternyata kak Wooseok punya pacar lagi, atau punya cewek yang dia suka. Atau aku punya cowok yang aku suka. Kan ga adil mah."

"Emang kamu lagi suka sama cowok?"

"Engga-"

Jawaban Sarah nggantung. Gara-gara masih kesel aja sama kejadian kemarin. Wonwoo yang gak jelas.

"Emang Wooseok lagi suka sama cewek lain?"

"Mana Sarah tau, tanya kak Wooseoknya lah."

Mamah merapikan poni Sarah yang makin panjang. Tatapan beliau melembut.

"Kak, coba kamu terima Wooseok. Pelan-pelan. Selama ini sugesti kakak selalu bilang kalo Wooseok jahat sama kamu. Tapi yang mamah lihat, dia selalu berusaha jagain kamu kok."

Sarah balas menatap mamahnya lekat.

Jadi sekarang mamah juga di pihak Wooseok? Sebenarnya yang anak mamah siapa sih? Dia apa Wooseok?

"Mamah gak akan maksa lagi. Semua tergantung kalian yang menjalani. Mamah tau kakak udah cukup dewasa buat berpikir bagaimana menerima orang lain. Dan kakak juga sudah tau betul kenapa perjodohan ini harus tetep ada."

Mamah mengecup puncak kepala Sarah sebelum akhirnya keluar kamar. Menyisakan Sarah yang masih kalang kabut sama pikirannya.

Menerima Wooseok?

Sarah kembali sibuk ke tabnya.

"Yang bener aja."

💙💙💙💙

Missing | Kim Wooseok Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang