Menurutmu apa defenisi kebahagiaan?
Mempunyai keluarga yang kaya raya? Berparas rupawan? Menjadi populer? Mempunyai kekuatan ajaib? Tidak.
Defenisi kebahagian menurutku ketika kamu bisa melakukan hal hal yang kamu sukai dan mensyukuri setiap detik...
Satu notif masuk ke ponsel milik Ray. Ray bangkit dari posisi tidur nya lalu mengambil ponsel di atas nakas meja nya.
Peringatan hari kematian Papa
Begitulah kira-kira notif yang muncul di layar ponsel milik Ray.
Drt drt
" Hm? "
' Lo ingat kan hari ini hari apa? ' ucap Kaylee disebrang sana.
" Hm. "
' Kita sekarang lagi otw ke rumah lo. ' seru Ryker.
" Gausa, kali ini gue lagi mau sendirian. "
' Lo yakin gapapa sendirian? ' tanya Kaylee.
" Hm. "
" Gue tutup. " ucap Ray lalu mengakhiri panggilan tersebut.
Ray berjalan menuju ke wardrobe dan mengambil setelah jas hitam miliknya dan tak butuh lama baginya untuk mengganti pakaian tersebut.
Ia mengambil ponsel beserta kunci mobilnya lalu keluar dari kamarnya. Ia menuruni satu persatu anak tangga.
Ray berhenti tepat di ruang keluarga yang berada di mansion tempat ia tinggal. Ray menatap ruangan itu seakan banyak memori yang terlukis di dalam ingatannya.
Seketika Ray tersenyum tipis. Kenangan hangat bersama keluarganya masih jelas terukir didalam benaknya, seperti baru terjadi semalam.
' Sadar Ray, semua uda ga kaya dulu lagi. ' batin Ray.
Tidak ingin lebih terlarut lagi dalam ingatan tersebut, Ray segera keluar dari mansion itu dan memasuki mobilnya lalu menginjakkan gas dengan kecepatan di atas rata-rata.
Ray mengendarai mobilnya menuju Columbarium. Setiap tahun nya dimana hari ini yaitu peringatan kematian papa Ray, Ray tak pernah sekali pun melewatinya.
Ryker dan Kaylee sebagai sahabat Ray pun tak pernah absen untuk menemani Ray. Bahkan disaat mereka tidak punya waktu, Ryker dan Kaylee tetap menyempatkan waktu mereka untuk menemani Ray. Tetapi beda dengan hari ini. Hari ini Ray tidak ingin Ryker dan Kaylee menemani nya.
Tak butuh waktu lama untuk Ray sampai di Columbarium, tempat peristirahatan terakhir papa nya. Ray turun dengan sekuntum bunga Edelweiss ditangan nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
' DIEGOGREYSON ' 1978 - 2013
" Hai pa. "
" Aku dateng. " ucap Ray pada dinding batu yang bertuliskan nama mendiang papa Ray.
" Aku bawaan bunga kesukaan papa. " ucap Ray lalu meletakkan sekuntum bunga tersebut di makam papa nya.