Painful

8 5 0
                                    

Matahari tampaknya sudah tertidur dan bulan pun menggantikan tugasnya untuk menerangi langit yang gulita di malam itu.

Setelah menghabiskan beberapa jam di pantai, kedua insan itu pun memutuskan untuk kembali ke pusat rehabilitasi.

Ray melihat kearah Patricia. Wajah Patricia yang sedang terlelap itu seketika membuat Ray tersenyum kecil.

" Kok dingin banget? " ucap Ray saat memegang tangan Patricia.

Ray menghentikan mobilnya di tepi jalan.

" Pat. " panggil Ray.

" Pat. "

Ray menepuk pelan pipi Patricia.

" Pat. "

" Lo denger gue ga? "

" Kalo denger, lo bangun sekarang. " ucap Ray lagi seraya memegang pipi Patricia.

" Pat. "

Deg

Jantung Ray berdebar kencang.

" Pat. "

" Jangan bercanda ah. "

" Pat, gue ga suka ya lo bercanda gini. "

" Pat. "

" Kelewatan tau ga. "

" Pat, bangun. "

Bukan hanya tangan saja, tetapi seluruh tubuh Patricia terasa dingin.

" Pp-ppat. " panggil Ray terbata-bata.

" Lo cuma tidur kan? "

" Iyakan? "

" Pat, jawab gue. " ucap Ray masih dengan menepuk-nepuk pipi Patricia.

Seketika kepala Patricia terjatuh di bahu Ray.

" Pp-ppat. "

" Pat! "

" Ll-llo denger gue kan? " ucap Ray dengan setetes air mata yang jatuh.

" Pat, ga lucu Pat. " ucap Ray lagi.

" Shiiit! "

Ray membenarkan posisi Patricia lalu menginjakkan gas dengan kecepatan sangat kencang.

" Pat, lo harus tahan. "

" Sebentar lagi kita sampe. "

" Lo harus tetep sadar. "

Keringat dingin tampat bercucuran di wajah Patricia yang pucat pasi itu. Tubuhnya pun kian terasa dingin.

Perasaan Ray kini bercampur aduk. Ia tidak bisa dan tidak akan pernah terima jika ia harus kehilangan orang yang berharga di hidupnya untuk kesekian kali nya.

" Lo harus tetep sadar, Pat. " ucap Ray berulang kali.

Begitu sampai di pusat rehabilitasi, Ray segera turun dari mobil dengan membopong tubuh Patricia seraya berlari.

" Dokter! " teriak Ray.

" Tt-toolong! "

" Dokktter! "

Dylon yang saat itu tengah berada di koridor dengan beberapa perawat pun langsung berlari menghampiri Ray.

" Ray! "

" Omm! Tolongin aku om! " ucap Ray.

" Paatt-ppattrii-- "

" Segera bawa ke kamarnya! " ucap Dylon.

FALLING  [ ON GOING ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang