Some Birds

11 5 0
                                    

Tiba hari dimana pemakaman Patricia diadakan. Gumulan awan gelap tepat menghias atmosfer kala itu. Pakaian hitam menjadi pendukung suasana kelam di hari terburuk bagi seseorang.

Semalam Ray mengabari Ryker dan Kaylee tentang kabar duka itu. Setidaknya, Patricia tidak akan begitu kesepian karna Ryker dan Kaylee akan menemani Ray untuk mengantar kepergian Patricia.

Ray berjalan dengan guci abu di tangan nya. Wajah lesu dan sembab tampak jelas terlihat karna semalaman Ray terjaga.

Perlahan, Ray menaburkan abu milik Patricia di pantai dimana merupakan tempat favorite Patricia.

Ray memejamkan mata nya. Ia sungguh tidak kuat. Ingin sekali ia tertidur dan melupakan semua yang terjadi saat ini.

Kaylee yang tidak sanggup melihat Ray seperti itu pun ikut meneteskan air mata nya.

" Ray. " panggil Dylon.

" Ketika Patricia menyerahkan dokumen DNR, Patricia menitipkan ini kepada om untuk memberikannya kepada kamu. " ucap Dylon sembari menyerahkan kotak berukuran sedang.

Ray melihat kotak itu dengan tatapan sendu. Dengan lemah, Ray mengambil kotak itu.

Dengan seketika, hujan lebat turun membasahi bumi di siang hari itu. Seakan langit mengerti akan kesedihan yang dirasakan oleh Ray.

Ray duduk tepat dihadapan guci abu milik Patricia. Air mata Ray perlahan turun seiring dengan turun nya hujan.

Kaylee tidak tahan lagi dengan kesedihan yang terus menghampiri Ray, seakan hanya duka yang berdatangan untuk nya. Kaylee duduk di sebelah Ray kemudian menarik Ray ke dalam pelukan nya.

Seperdetik kemudian, isakan mulai terdengar dari Ray.

" Nangis aja, gue ada disini buat lo. " ucap Kaylee sembari menepuk punggung Ray.

" Kenapa lo juga ninggalin gue Pat? "

" Kenapa lo ngingkarin janji lo? "

" Kenapa? " ucap Ray dibawah lebatnya hujan yang menghujam tubuhnya.

" Kembaliin Patricia ke gue, Kay. " ucap Ray dengan suara parau nya.

" Gue mohon. " ucap Ray lagi dengan lemah.

Ray melepaskan pelukan Kaylee.

" Patricia bakal balik lagi kan? " ucap Ray.

" Gue ga salah kan? "

" Kay, jawab gue. " ucap Ray.

Kaylee menggeleng lemah.

Ray lantas bangkit dari duduknya. Ray menarik kerah baju Ryker.

" Patricia bakal balik lagi kan? "

" Yakan Ker? " ucap Ray.

" Ray. "

" Patricia ga bakal balik lagi. " ucap Ryker.

" Ga! "

" Kembaliin Patricia. "

" Gue mohon, Ker. " ucap Ray seraya menyatukan kedua tangannya memohon.

" Kenyataan nya Patricia ga bakal balik lagi. " ucap Ryker.

" Ker gue mo-- "

Belum juga Ray menyelesaikan ucapan nya, satu tinju tiba-tiba mendarat ke wajahnya hingga bibirnya mengeluarkan darah segar.

" Sadar Ray. " ucap Ryker.

" Patricia uda ga ada dan dia ga bakal balik lagi. " lanjut Ryker.

FALLING  [ ON GOING ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang