>>Happy Reading<<
____________________________________________
Melangkahkan kaki dengan gontai. Melewati koridor demi koridor. Sepanjang koridor banyak siswa-siswi yang berlalu lalang. Tak sedikit yang menatap gadis itu dengan tatapan heran. Pasalnya mereka seperti baru melihat gadis itu bersekolah di sini.
Atlantic High School, yang kini gadis itu tengah bersekolah di sekolah ini. Tatapan menusuk ke arah depan. Tak mempedulikan ocehan siswa-siswi yang sedari tadi membicarakannya.
Tubuh yang ramping bak model, mata hitam pekat, rambut hitam panjang terurai, sedikit warna biru tua di rambut sebelah kiri. Kulit putih bersih tanpa ada cacat sedikitpun. Berpakaian seragam kebanggaan AHS. Parasnya yang begitu cantik, membuat kaum hawa memandang iri. Sedangkan kaum adam, menatap gadis itu seakan ingin memacari.
Gadis itu berjalan menuju ruang kepala sekolah. Ia tak harus bertanya pada siswa-siswi lain untuk menunjukkan arah ruangan itu. Tentu saja, ia sudah tahu.
Di tengah-tengah langkah kakinya, terdapat di depan gadis itu ada lelaki berseragam sama tengah memainkan ponsel tanpa menatap ke depan.
Brukk
Lelaki itu tak sengaja menubruk si gadis. "Sorry," kata lelaki itu lalu pergi tanpa menatap gadis yang sudah ia tubruk.
Gadis itu sedikit meringis di bagian bahu akibat lelaki itu. Ia hanya menatap kepergian lelaki itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
Tak mau membuang waktu, ia melanjutkan langkahnya menuju ruang kepala sekolah.
Sampailah ia di depan ruangan itu. Terpampang di atas pintu itu dengan tulisan Ruang Kepsek. Ia pun mengetuk pintu lalu membukanya perlahan.
"Permisi," ucap gadis itu sopan.
Terlihat pria berjas hitam yang tengah memainkan laptopnya. Ia menatap kedatangan gadis itu. Lalu tersenyum ramah.
"Masuk," sahut Bapak kepala sekolah.
Gadis itu masuk, Bapak kepala sekolah itu menutup laptopnya. "Sudah tau di mana kelas kamu?"
Gadis itu menggeleng. "Apa perlu saya antar?" tawar Bapak kepala sekolah.
Gadis itu menimbang-nimbang tawaran itu. Sebenarnya ia tak ingin di antar. Namun harus bagaimana lagi? Ia pun tak tahu akan masuk kelas apa dan di mana.
Ia pun mengangguk. Bapak kepala sekolah itu beranjak, diikuti si gadis. Keluar dari ruangan, berjalan menuju kelas yang akan ditempati gadis itu.
Cukup jauh, karena sekolah ini memang besar. Terdapat banyak gedung yang menjulang. Dimulai gedung kelas sisi barat juga timur, ditengah-tengah gedung kelas, terdapat lapangan yang luas, gedung perpustakaan yang begitu besar dibagian selatan, gedung teater, juga gedung lainnya.
Sampailah mereka pada kelas yang ditunjukkan Bapak kepala sekolah itu. Ia mengetuk pintu lalu membuka pintu kelas itu. Penghuni kelas sontak menoleh kompak ke arah kepala sekolah. Atau lebih tepatnya ke arah si gadis.
Guru yang tengah menerangkan materi di kelas itu pun berhenti.
"Maaf, Bu Jasmin. Saya mengantarkan murid baru ini," ucap Bapak kepala sekolah itu.
Bu Jasmin tersenyum ramah. "Baik, Pak. Terima kasih."
Lalu Bu Jasmin menatap gadis itu. "Sini, nak. Teman-temanmu ingin tahu nama kamu," ujarnya ramah.
Gadis itu menurut. Ia melangkah mendekat Bu Jasmin. Sebelum Bapak kepala sekolah itu pergi, ia mengusak kepala gadis itu bagaikan anaknya. "Baik-baik, ya. Bapak tinggal dulu."
Bapak kepala sekolah itu pun meninggalkan kelas. Gadis itu menatap jijik kepala sekolah itu. Sudah menyentuh kepalanya, ia harus keramas menggunakan banyak sampo.
Menjijikan!
Entah apa alasannya, ia begitu benci dengan kepala sekolah itu. Sampai tak sadar, sedari tadi ia ditatap oleh penghuni kelas.
"Nak, silahkan perkenalkan nama kamu," ujar Bu Jasmin.
Gadis itu menoleh, lalu mengangguk. Ia menatap seisi kelas tersebut. Benar-benar hening. Ia mengembuskan napasnya sejenak.
"Viola, salam kenal," sapa gadis itu singkat. Ia tak menyebutkan nama panjangnya. Menurutnya, itu tak penting.
Seisi kelas heran menatap Viola. Wajahnya datar, dingin, tatapan yang menusuk, membuat bergidik.
Bu Jasmin pun heran dengan sapaan Viola yang begitu singkat juga ekspresi yang datar.
___________________________________________
TBC
Terimakasih sudah mampir:)
Next part?
>>> Happy Reading <<<
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Queen (END)
General FictionBudayakan follow dulu yuk sebelum membaca(。•̀ᴗ-)✧ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ 'Aku telah kembali Ku datang padamu Ku temukan tempat persembunyian mu Dan kini, kau tak bisa lari dariku Kau menatapku dari balik jendela Ku tatap e...
