>>Happy Reading<<
___________________________________________
🕛 00 : 00
Gadis misterius bertudung hitam telah kembali. Seperti apa yang dikatakan dalam surat yang pernah meneror keluarga Dirgantara. Arya, pria itu nampak gelisah karena teror itu. Padahal teror itu sudah 3 hari yang lalu.
"Aku bahkan tidak bisa tidur hanya karena teror itu!"
Arya mengembuskan napasnya. Melihat sebelah, istrinya sudah tidur nyenyak. Arya turun dari ranjang. Ia berjalan ke dapur untuk mengambil minum.
Pikirannya benar-benar kacau saat ini. Ia meneguk air putih. Tak sadar bahwa sedari tadi sedang di intai.
Lampu tiba-tiba mengerjap. Bulu kuduk Arya meremang. Ia punya firasat buruk saat ini. Pikirannya kacau. Sangat kacau.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki terdengar seperti mengarah dapur. Lebih tepatnya mendekati Arya. Untuk berjaga-jaga, pria itu mengambil pisau dapur.
"Halo, Paman!" sapa seseorang misterius itu. Entah di mana batang hidungnya, hanya terdengar suaranya saja. Tapi itu seperti suara perempuan?
"Si-siapa kau?"
Gadis misterius itu tertawa. "Hahaha! Kenapa kau memegang pisau, Paman? Apa kau ingin membunuhku dengan pisau itu?"
Lampu masih mengerjap. Suara yang tak dikenali siapa pemiliknya, membuat Arya waspada. Ia terus berjaga-jaga sambil menodongkan pisau yang di lengannya. Entah ia menodongkan ke siapa.
"Keluar! Aku tidak takut padamu!"
Gadis misterius itu tertawa lagi. "Apa kau yakin, Paman? Sepertinya saat ini kau sangat ketakutan hanya dengan mendengar suaraku. Bagaiman jika aku menampakan wujudku? Apa kau akan pingsan?"
Ternyata gadis itu meremehkan pria seperti Arya. Jujur saja, pria itu bukan takut. Tapi sangat panik.
"Keluar! Tunjukkan dirimu, Gadis sialan!"
Kulit lehernya terasa seperti ada yang menusuknya dengan jarum. Seketika pandangannya buram. Ia tumbang. Namun, sebelum matanya tertutup, ia dapat melihat gadis misterius itu. Gadis bertudung hitam itu terlihat menyeringai.
"Aku telah kembali."
Matanya kini tertutup sempurna. Arya dibius oleh gadis itu.
Lampu kembali menyala, tak mengerjap lagi. Di saat bersamaan, Arya juga gadis bertudung hitam itu menghilang tanpa jejak. Hanya sebuah pisau yang tergeletak di lantai.
>><<
Pagi telah tiba. Matahari sudah terbit dari timur. Sinarnya menyoroti kamar Viola. Saat ini gadis itu sudah berada di villa miliknya. Tengah malam ia mengendap-endap keluar dari villa Raffi. Entahlah Raffi dan yang lainnya tahu atau tidak bahwa dirinya sudah tak ada lagi di sana.
Tringg
Suara ponsel Viola berbunyi. Dengan malas, ia meraih ponsel yang ada di nakas.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Queen (END)
General FictionBudayakan follow dulu yuk sebelum membaca(。•̀ᴗ-)✧ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ 'Aku telah kembali Ku datang padamu Ku temukan tempat persembunyian mu Dan kini, kau tak bisa lari dariku Kau menatapku dari balik jendela Ku tatap e...
