>>Happy Reading<<
___________________________________________
"Gimana mau lacak kalau tulisannya aja hasil print gini?"
"Kalau ini sih emang bener-bener niat."
"Di botol ini kira-kira ada sidik jarinya gak ya?"
"Kalau lapor polisi–"
"Gak!" sela Raffi menggertak.
Misteri botol kaca yang berisi kertas itu masih belum terpecahkan. Teror meresahkan bagi Raffi dan Kevin. Pasalnya, orang tua mereka terkena teror yang sama.
Jika melaporkan pada polisi apa itu salah? Entahlah rencana mereka, itu tidak akan membawa-bawa pada kepolisian. Raffi ingin sekali melihat siapa pelaku teror itu. Menjengkelkan!
"Apa ini ada sangkut pautnya sama masa lalu orang tua gue dan orang tua lo?" tanya Raffi.
Mengusap dagu, Kevin nampak berfikir keras dengan hal semacam ini. Seketika pikirannya terlintas pada sebuah foto yang ia lihat di villa Raffi.
"Gue punya ide!"
Raffi menatap lekat Kevin untuk segera melanjutkan ucapannya.
"Besok kita ke villa lo lagi, gimana?"
Raffi mengernyit. "Lo kalau mau liburan, bilang! Kenapa tadi lo ngajak gue balik, sialan?!"
"Bukan liburan!" sergah Kevin. "Di sana ada petunjuk!"
"Petunjuk?"
Kevin mengangguk. "Sekarang siap-siap. Besok pagi kita berangkat biar gak kena macet."
"Oke!"
↓↓↓
Tepat di pagi hari, Kevin sudah berada di apartemen Raffi. Mereka akan kembali ke Puncak. Tepatnya ke villa milik orang tua Raffi. Mereka sudah merencanakan dari kemarin mengenai teror yang meresahkan dari beberapa hari yang lalu.
Kemarin
"Di sana ada foto bokap lo, bokap gue, bokap Viola, Pak Varo, sama Pak Rizal. Satu foto lagi sih gue gak kenal. Kalau lo liat foto itu baik-baik, lo bisa liat Pak Varo. Dia udah lama hilang dan gak ada kabar sampai sekarang. Sebelum hilang, beliau kena teror juga. Seminggu yang lalu, tapi entahlah, bokap gue kena teror, dan dia juga hilang. Sekarang masih di tangani sama polisi. Dan bokap lo juga kena teror, tapi bokap lo masih baik-baik aja." Kevin menjelaskan panjang lebar.
"Di sini ada bokap-nya Viola. Beliau udah lama meninggal, kan?" lanjut Kevin bertanya.
Raffi mengangguk. "Terus?"
"Lo tau meninggalkannya karena apa?" tanya Kevin.
"Katanya sih serangan jantung," jawab Raffi.
"Oh. Kalau di liat lagi, pasti ini ada hubungannya sama masa lalu mereka, kayak apa yang lo bilang. Di mulai hilangnya Pak Varo, bokap gue, dan ... mungkin target si pelaku sekarang itu bokap lo. Tapi, di sini kenapa ada foto Pak Rizal juga? Pasti Pak Rizal juga ada sangkut pautnya tentang ini." jelas Kevin.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Queen (END)
General FictionBudayakan follow dulu yuk sebelum membaca(。•̀ᴗ-)✧ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ 'Aku telah kembali Ku datang padamu Ku temukan tempat persembunyian mu Dan kini, kau tak bisa lari dariku Kau menatapku dari balik jendela Ku tatap e...
