20. TDQ (Jebakan)🔪

1.2K 86 4
                                        


>>Happy Reading<<

__________________________________________




🕢 06 : 30

Deruman motor memasuki area lapangan sekolah. Atlantic High School sudah cukup ramai oleh siswa-siswi di sana. Untuk siswa-siswi yang rajin, pasti sudah datang sebelum jam setengah tujuh.

Begitu pula dengan Raffi. Cowok itu tampak rapih dengan seragam yang dikenakannya. Tidak seperti siswa bengal. Gaya pun uring-uringan.

Melihat area parkiran, Raffi dapat melihat motor sport merah di sebelah kanannya. Tentu saja ia sangat mengenali siapa pemilik motor itu. Raffi turun dari motornya lalu berlari ke kelas.

Saat sudah sampai di kelas, ia melihat Satria yang tengah memainkan ponselnya. Raffi berjalan mendekati Satria.

BRAK

Gebrakan meja sontak membuat penghuni kelas termasuk Satria menatap heran si pelaku. Sedangkan si pelaku dengan wajah yang merah padam karena menahan amarah.

Raffi menarik kerah seragam Satria, hingga cowok itu berdiri dari duduknya. Satria tersentak dengan perlakuan Raffi yang tiba-tiba.

"Gue tanya sama lo, apa yang udah lo lakuin?" tanya Raffi mendesis.

Mencoba melepaskan diri dari cengkeraman, Satria sedikit berontak. "Ngomong apa sih, lo?!"

BUGH

Bogeman mentah mendarat di pipi Satria hingga tersungkur. Penghuni kelas di buat terkejut dengan aksi Raffi. Berbeda dengan Raffi yang menarik kerah Satria hingga cowok itu terbangun lagi.

"Gue tahu lo marah soal gue sama Kevin yang nyelidikin teror itu tanpa kasih tahu lo. Tapi seenggaknya lo gak usah nyulik Kevin! Di mana Kevin, Satria?!"

BUGH

Kini pukulan Satria melayang di pipi Raffi. Cowok itu mengusap sudut bibirnya dengan jari yang sedikit mengeluarkan darah.

"Buat apa gue nyulik Kevin, hah?! Gak waras lo!"

Raffi tertawa hambar. "Gak usah ngelak lo!" Tangannya meraih arloji di jas sekolahnya. Lalu ia lemparkan ke lantai tepat di depan kaki Satria. "Arloji siapa tuh? Gue nemu arloji itu di jalan Kenari waktu malam nyari Kevin. Gak sengaja gue liat jejak ban terseret. Gue telusuri sampai akhirnya gue nemu helm Kevin. Gak jauh dari helm Kevin, gue nemu arloji itu. Dan gue tahu siapa pemiliknya!"

Bingung harus berkata apa, Satria teringat sesuatu ucapan Viona semalam.

"Hei! Di mana arloji milikmu?" tanya Viona yang melihat pergelangan tangan Satria. Viona tahu bahwa Satria selalu memakai arloji pemberiannya.

Satria tersentak. Ia melihat pergelangan tangannya. "Ah iya. Di mana, ya?"  Lelaki itu mencari ke dalam ruangan.

"Apa mungkin terjatuh di suatu tempat?" tanya Viona.

"Kau ini ceroboh sekali!" lanjut Viona meninggalkan Satria.

Sedangkan lelaki itu mengusak rambutnya frustasi. "Duh. Di mana sih?"

The Devil Queen (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang