>>Happy Reading<<
_____________________________________________
Aku tidak mencintainya
Aku hanya melindunginya
~ Viola ~
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●
Di ruangan gelap, terdapat seorang gadis tengah berbicara lewat telepon dengan seseorang di sebrang sana.
"Apa kau yang sudah membuat dia celaka?"
"Ya! Apa kau senang? Permainan ini baru dimulai dan sangat menyenangkan!"
"Tapi kau tak perlu membuatnya celaka! Kita hanya fokus pada keluarganya saja!"
"Hoih! Apa kau marah, Kak? Aku hanya mempermainkannya sedikit!"
"Kau tidak perlu melakukan ini pada yang tidak bersalah!"
"Ohoo ... Wait! Apa kau menyukainya? Atau kau mencintainya?"
"Tutup mulutmu! Aku tidak mencintainya. Dan aku harap, kau tidak membuat ini menjadi gagal lagi seperti yang sudah kau lakukan!"
Sudah sangat emosi dengan seseorang yang di teleponnya, ia memutuskan sambungan itu sepihak. Benar-benar pembuat onar. Bagaimana ia haris melancarkan aksinya kalau dia (orang yang di telepon) terus saja membuat kekacauan.
>>•<<
Hari ini Raffi telah sudah diperbolehkan untuk pulang. Karena ia tak butuh rawat inap. Hanya saja jika ada keluhan, dokter menyarankan untuk segera kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
Sebagai teman yang baik hati, Satria, Kevin, Clara, dan Karina mengantarkan Raffi pulang ke apartemennya. Yap, Raffi tak tinggal bersama kedua orang tuanya. Ia meminta fasilitas seperti apartemen untuk di tinggalinya. Dengan alasan ia ingin hidup mandiri.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di apartemen milik Raffi. Kevin membantu dengan mendorong kursi roda Raffi.
"Uhhh! Capek!" keluh Satria mengipas wajahnya dengan tangannya sembari mendudukkan bokongnya. Padahal sudah ada AC. Tapi belum dinyalakan.
"Nyalain AC nya dong! Panas banget ini!" titah Clara.
Karina mencari remot AC tersebut. Gotcha! Sebelum dirinya juga ikut kepanasan, ia langsung menyalakan AC tersebut.
Kevin melihat jam tangannya. "Udah sore, kalian gak pada mau balik?" tanyanya pada Clara dan Karina.
"Terus, yang jagain Raffi siapa?" tanya Clara.
"Gue sama Kevin nginep di sini. Kalian tenang aja," ujar Satria diangguki Kevin.
Karina mengangguk. "Oke. Gue balik. Lagi pula, nyokap dari tadi nelepon mulu."
"Jangan lupa, besok ke sini jam enam," seru Raffi.
"Eh eh eh ... Mau ke mana? Liburan ke Puncak? Lo kan masih sakit, bego! Lain kali aja sih!" protes Clara tak terima. Apa-apaan Raffi ini, bukannya harus beristirahat, malah ingin liburan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Queen (END)
General FictionBudayakan follow dulu yuk sebelum membaca(。•̀ᴗ-)✧ ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ 'Aku telah kembali Ku datang padamu Ku temukan tempat persembunyian mu Dan kini, kau tak bisa lari dariku Kau menatapku dari balik jendela Ku tatap e...
