8. TDQ (Perasaan aneh)🔪

1.7K 116 0
                                        


>>Happy Reading<<

_________________________________________
__

Sudah pukul sembilan malam, Kevin dan Satria masih belum juga datang. Sudah lama juga seorang gadis yang menemani Raffi menunggu. Raffi menatap gadis itu heran, bagaimana dia bisa tahu bahwa akan ada yang membunuhnya?

Dalam keheningan antara Raffi dan Viola. Mereka sama sekali tak berbincang-bincang. Melihat wajah datar nan dingin Viola, rasanya Raffi sedikit sulit untuk memulai pembicaraan.

Ia mengembuskan nafasnya nya. "Ini udah malam, lo gak mau balik? Apa orang tua lo juga tahu kalau lo ada di sini?"

Mendengar pertanyaan Raffi yang membawa orang tuanya, Viola sedikit tersentak. Namun sebisa mungkin ia menetralkan ekspresinya "Pengusiran dengan cara yang halus," jawabnya tanpa ekspresi. Lalu menyeringai sembari beranjak dari duduknya.

Raffi meringis. Apa yang di katakannya itu adalah sebuah pengusiran? Sebelum gadis itu melangkah kakinya ....

Deg

Raffi mencekal tangan Viola, namun gadis itu tak menoleh sama sekali. Entah kenapa jantung Viola berdetak dua kali lebih cepat. Sama halnya dengan Raffi, ia merutuki kebodohannya.

"Maaf. Gue bukan ngusir lo. Gue cuman takut aja orang tua lo khawatir," ucap Raffi lirih.

Tak sangka, air mata Viola mengalir begitu saja. Walaupun hanya 1 tetes. Raffi tak mengetahuinya karena Viola membelakanginya.

Asal kau tahu, orang tuaku telah dibunuh! batin Viola.

Dengan cepat, Viola mengusap pipinya agar tidak ketahuan bahwa tadi ia mengeluarkan air mata. Ia pun menoleh, menatap Raffi yang tengah mencekal tangannya juga menundukkan kepalanya.

"Gak papa," ucap Viola pelan.

Raffi mendongak. Mata mereka bertemu. Terukir senyuman di bibir Raffi. Bagaimana dengan Viola? Ia pun tersenyum, namun tipis. Sangat tipis sehingga Raffi pun tak tahu bahwa gadis itu tengah tersenyum.

Brak

Pintu apartemen di buka dengan kasar. Tampak dua orang manusia sableng dengan wajah tanpa dosa.

"Yoai, Raff! Gue bal–"

Mata Satria juga Kevin terbelalak saat melihat Raffi dengan seorang gadis?

"Oh my God! Kalian ngapain?!" teriak Satria dramatis.

Raffi tersentak, bersamaan dengan itu, gadis yang dicekal Raffi pun menoleh. Lagi, Satria dan Kevin di buat terkejut saat tahu siapa gadis itu.

"Vi-Viola?" gelagapan Satria.

Kevin tak berkedip. Lalu ia berdehem. "Sorry, ka-kalau ganggu. Ki-kita keluar dulu," ujarnya sembari menarik lengan Satria.

Saat hendak keluar, Viola memanggil. "Tunggu!"

Sudah di ambang pintu, langkah Kevin dan Satria terhenti, lalu menoleh.

"Jaga dia! Tugas gue udah selesai," kata Viola melepas cekalan dari tangan Raffi.

"Gue pergi," pamitnya memasukkan lengannya ke saku jaket.

The Devil Queen (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang