29. MODUS

12 1 2
                                        

Tampak kelas Kevin dan Arka sedang pelajaran olahraga. Materi hari itu kebetulan bola basket.

Bagi Arka dan Kevin yang kebetulan mengikuti Eskul tentu sudah tau banyak tentang cara bermain basket, apalagi mereka sudah suka bermain basket sejak smp. Jadi ngga heran Arka dan Kevin menjadi kelinci percobaan guru olahraga kali ini.

"Lihat Arka semuanya. seperti itu tuh posisi kakinya sama tantangannya Yaah." jelas guru olahraga.

Tampak Arka yang pertama memperagakan cara memasukkan bola basket kedalam ring.

Daann. . Yuupp masukk. .

"Wwwwwiiiihhh. " sorak teman sekelasnya.

"Bapak kasih contoh satu lagi ya, setelah itu kalian coba satu-satu. Vin sini."

Sama halnya Arka. Kevin pun memasukkan bolanya.

"Uuuuuoooo." teriak semua teman temanya.

"Oke bapak kasih waktu 15 menit ya, buat kalian latihan. Habis itu satu satu memasukkan bola bapak nilai. Siaapp yaa."

Tampak semua berlatih, para cowo-cowo tampak berlatih sambil berguaru, sambil tertawa dan berteriak teriak. Berbeda dengan yang cewe-cewe yang kerap kali bergerombol dan bergantian karena bola basketnya tidak banyak.

Arka yang tampaknya sedang membantu temen temen yang cewe untuk memasukkan bola. Berbeda dengan Kevin yang tampak asik  bergurau dengan yang lain.

"Ka gue dulu gue dulu." teriak Nada.

"Yaudah nih." Arka melempar bolanya ke Nada.

"Ini bener Megang bolanya kaya gini kan." tanya Nada yang sudah bersiap melempar dan memasukkannya.

"Bukan kaya gitu Nad, kaya gini nih." jawab Arka sambil menyentuh tangan Nada dan membenarkan posisi tangannya.

"Iiihhh. .. Jangan pegang pegang. Emang gue cewe apaan."

"Anjiirr..  Tadi katanya minta di ajarin."

"Ngga dipegang juga kalii."

"Huuu.....  Hahahaha" teriak para cewe.

"Ya maap.  Hehe. Kaya gini nih, Arka memeragakan posisi tangan memegang bola padahal ngga megang bola.

"Ooo ngomong dong."

"Dari tadi gue udah ngomong nyeett.." Arka kesel.

"Ngga usah nyolot dong niat ngajarin ngga."

"Udah ah buru Nad gantian tau." tutur Fransiska.

"Sabar napa."

"Temen siapa si ini anak satu ngeselin. Dah Buru." celetuk Arka.

Tampak Nada sangat fokus dan yuppppppp..

"Yuhuuuuuu masukk dongg.... "

Nada pun menyombongkan ke Arka sambil mengepalkan kedua tangannya didepan mulutnya dan membuka kepalannya layaknya kembang api yang meledak dibarengi dengan suara "plok" dari mulutnya.

Arka pun heran, dan salfok sama suara itu dari mulut Nada,  sambil menelan ludah sendiri.

Nada masih berselebrasi.

"Udah udah,,  gantian gantian. ka sini bolanya." celetuk Fransiska.

Arka pun melemparnya.  Dan melatihnya begitupun seterusnya.

Kevin tampak asik bergurau dengan yang cowo.

"Eh eh nglemparnya sambil tutup mata ya haha kayanya seru.." tutur teman sekelasnya.

" anjirrrr bisa tuhh wkwk."

Kevin hanya tertawa melihat temen temennya bertingkah konyol.

"Woii lo masukin kemana si anjirrr.. Haha."

"Giliran gue dong gue."

"Woii ringnya depan lo, napa lo kesamping bolanya konyooll. ."

"Payah ah lo semua. Kita panggil master nya saja. Ini diaaaaaa Kevinnnnnnnnnnnnnnn! !!!!!"

Tanpa basa basi kevin menutup matanya dan sudah kalian duga bola masuk ke dalam ring.

"Wwwwwwwwwiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhh".

"Arka..!!  Sini cobain sini main." teriak teman kelasnya.

"Gue ngajarin mereka niiii. Vin gantian ah." jawab Arka.

Mereka berdua Pun bergantian.

Kevin pun mengajari cewe cewe penuh semangat wkwkw.

Dan entah itu kebetulan atau tidak, giliran pricilla yang akan mencoba memasukkan bolanya.

"Bisa kan pric." tanya Kevin tenang.

"Ihh gue ngga tau makannya lo ngajarin dong."

Temen temen yang lain hanya bisa cengengesan karna sama sama ngga bisa juga.

"Kirain bisaaa hehehe."

Kevin pun mendekat dan berada disamping kiri Pricilla.

"Kaya gini nih tangannya." Kevin mencontohkan ke Pricilla.

Kevin pun mencoba memperbaiki posisi tangan dan kaki pricilla agar seimbang, dan bisa memasukkan bolanya sambil memegang tangan pricilla.

"Eghmm biasa aja kali." celetuk Nada.

"Apasi orang gue cuma ngebenerin posisi tangannya doang."

"Emm iya iya deh."

Kevin pun melepaskannya dan masih disamping pricilla.

Namun tampaknya pricilla masih. Bingung.

Kevin pun gregetan dan mencoba mengajari lagi, dia berpindah posisi dibelakang pricilla dan mengajarinya seperti merangkulnya dari belakang.

Bersamaan dengan itu, salah satu teman yang  cowo mencoba melempar bola ke Arka, tapi pandangnya teralihkan ke Kevin dan Pricilla.

"Woii sini bola katanya gue suruh main. Ngliatin apa si." tutur Arka.

Semua temen temannya hanya tertuju ke Kevin dan Pricilla.

Kevin tampak Fokus mengajari Pricilla dari belakang. Namun Pricilla tampak canggung dan malu, seperti dirangkul dari belakang oleh Kevin.

Cewe-cewe merasa gemes dengan adegan itu.

Kevin yang belum menyadari kecanggungan Pricilla tampak masih mengajarinya. Dan seketika terdiam saat Kevin menatap Pricilla.

Keduanya saling tatap

"CIYYYYEEEEEEEEEEEE.............. " SEMUA BERSORAKKKK...

Keduanya pun saling menjauhi dan tampak malu.

"Anak-anak ayok kumpul sini" triak guru olahraga.

Mereka pun semua berkumpul dan duduk bercampur cewe dan cowo.

Satu persatu mulai dipanggil dan mencoba memasukkan bola.

Andi temen sekelasnya mencoba memasukkan bola, namun bola justru mengenai lingkaran ring, sehingga bola terpental.

"Awass Sis..!!" triak Nada sambil menghindar.

"Aaaa.. " Fransiska mencoba menutupi kepalanya dengan tangan.

"Lo ngga papa?" suara lembut yang menanyakan keadaan Fransiska. Yang tidak lain adalah Kevin yang saat itu duduk disebelah Fransiska.

"Ee.. Ngga papa."Fransiska bingung.

Kevin pun tersenyum manis ke Fransiska mengingat tadi mencoba membentengi diri.

Fransiska hanya bisa tersipu malu.

Fransiska lo jangan ampe baper ama kevin yaa..

SQUADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang