"Bisakah kalian melihat siapa yang berkhianat?"
****************
Matahari bersinar dengan cukup terik pagi itu. Jungkook tengah melihat Jaebum menanam beberapa bunga baru di halaman belakang guard house bersama dengan Yugyeom.
Jungkook hanya duduk di tanah sembari terus menatap penasaran sementara keduanya sibuk mencangkul di sana sini sampai keringat terlihat mengalir dari dahi keduanya.
"Kau benar-benar hanya akan duduk dan menonton disitu?" Yugyeom bertanya sedikit sarkas. Namun sialnya, Jungkook malah mengangguk dengan raut tanpa dosa yang sialnya terlihat manis.
"Astaga, aku bahkan tak bisa memaksanu untuk membantu kami. Menyebalkan."
Gerutuan Yugyeom membuat Jungkook tertawa kecil. "Tapi, bunga apa itu?"
"Bunga snapdragon."
Dahi Jungkook mengernyit. "Snap apa?"
Jaebum menegakkan tubuhnya kemudian kembali menjawab, "Snapdragon."
Jungkook baru saja membuka mulutnya untuk kembali bertanya. Tapi Jaebum sudah lebih dulu berucap, "Jangan bertanya padaku apa kegunaannya. Aku ini hanya petani, bukan ilmuan seperti clan 9."
"Kenapa kalian menanamnya di luar ruangan?"
Jaebum mengendik pelan. "Clan 9 yang meminta tolong pada kami. Kurasa mereka butuh lebih banyak cahaya matahari dari bunga larksapur."
"Ah, membicarakan tentang clan 9, apa mereka memiliki informasi baru tentang vampire kecil itu?" tanya Yugyeom tanpa mengalihkan pandangannya dari sebuah biji yang berhasil ia tanam.
"Kurasa belum, mereka tak memberikan kabar apapun."
Yugyeom menghela nafas panjang. "Aku bisa gila karena semua teka teki ini. Ayolah... aku tak cukup pintar untuk bisa mengerti."
"Itu artinya kau harus lebih banyak belajar bodoh." Eunwoo melemparkan sekaleng soda dingin yang langsung di tangkap oleh Yugyeom.
"Terimakasih atas perhatianmu." Yugyeom berucap sarkas sembari mematri senyum penuh paksaan yang tampak lucu di mata Jungkook.
"Kudengar akan ada pertemuan hari ini, mengenai serangan di rumah yang pertama semalam," ujar Eunwoo.
Dahi Jungkook mengerut. "Sampai ada pertemuan?"
"Ada yang ingin Hyunwoo hyung bicarakan tentang sosok pemburu itu. Kurasa kita mengenalnya, raut wajah Hyunwoo hyung terlihat kesal sekali saat kembali."
Jungkook bangkit, kemudian menatap Eunwoo. "Jam berapa pertemuannya?"
"Jam 11 siang kurasa," ujar Eunwoo sedikit tak yakin.
"Bagus. Aku harus pergi ke suatu tempat, kuusahakan kembali sebelum rapat." Jungkook melangkah dengan cepat, meninggalkan para guard yang cukup terkejut dengan tindakannya.
"Jeon! Kau pergi sendiri?" suara teriakan Yugyeom.
Jungkook berbalik kemudian mengangguk. "Aku ini The Last. Jangan khawatir."
Baik Yugyeom maupun Eunwoo menghela nafas secara bersamaan. "Si bodoh itu, bukankah kita harus mengikutinya?"
Eunwoo hanya melirik ke arah Yugyeom sembari mengendikkan bahu. "Jungkook mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja."
"Dan kau mempercayainya?"
Eunwoo tersenyum. "Tentu saja tidak. Ayo cepat."
Yugyeom mendengus kala melihat rekannya itu sudah berlari terlebih dahulu meninggalkan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
We're The Last
FanfictionKetika melindungi anak-anak mereka terasa jauh lebih sulit dan menyakitkan daripada melindungi diri mereka sendiri. Cerita ini hanya tentang Kehidupan generasi Bangtan yang selanjutnya, dengan ke 7 Bangtan generasi sebelumnya yang berhasil bertahan...
