15th (Clear)

1.7K 219 58
                                        

"Di balik sebuah tindakan tanpa akal selalu ada seseorang yang harus dijaga dan dilindungi sebagai alasan dibaliknya."

*************

Namjoon melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruangan Jieun dengan tangan menggenggam erat pergelangan tangan Soobin.

Raut wajah tegas laki-laki itu cukup untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang serius tengah terjadi saat ini dan mereka tidak boleh membuang-buang waktu.

"Aku benar-benar tidak habis pikir. Apa kau dan Yeonjun belum sadar benar seberapa beebahya tempat itu?"

Soobin menekan bibir dalamnya.

"Yeonjun sudah pernah datang kesana. Seharusnya ia mengerti, kenapa dia bertindak sama gegbahnya dengan Taehyung sekarang."

"Ayah!" panggilan Soobin membuat Namjoon menghentikan langkahnya.

"Yeonjun hyung mengatakan bahwa sudah banyak manusia yang menjadi korban. Jika terus seperti ini sama saja kita gagal menjadi seorang Bangtan."

Namjoon menghela nafas kasar kemudian mencengkram bahu putranya itu dengan erat.

"Kim Soobin dengar. Untuk apa Bangtan memiliki tujuh anggota jika hanya salah satu yang berjuang untuk semuanya. Kalian terpilih menjadi tujuh bersaudara untuk saling melindungi dan saling membantu satu sama lain. Bukan malah membebankan semua tanggung jawab hanya pada satu orang. Kerja sama tim adalah hal yang penting untuk bisa bergerak maju dan mengalahkan mereka. Mengerti?"

Soobin menatap netra Namjoon dengan sedikit ragu.

"Ini bukan hanya tentang Yeonjun yang menjadi kakak tertua kalian, atau yang sudah menguasai kemampuannya dengan lebih baik. Tapi ini tentang kalian semua, dan kemampuan kalian. Kalian diberi kepercayaan."

Jemari Namjoon bergerak, menggenggam jemari panjang Soobin seakan memberikan kekuatan sebagai seorang Ayah.

"Tanggung jawab Yeonjun adalah menjadi Kakak tertua yang menjaga dan merawat kalian. Sementara tanggung jawabmu sebagai penengah adalah menjadi seorang pemimpin bagi para Bangtan. Kau harus berdiri di depan untuk melindungi bersama dengan Yeonjun. Satu lagi, jangan pernah berbohong mengenai hal seperti ini. Pemburu bukan sesuatu yang bisa kalian anggap remeh."

Namjoon menatap ke arah dua guard yang sesari tadi berdiri di belakang mereka. "Chan, Serim. Jaga Soobin. Jangan sampai dia lepas dari pengawasan kalian."

Keduanya membungkuk sopan sampai sosok Namjoon menghilang di balik pintu ruangan milik Jieun. Setelah mendengar rangkaian kalimat itu, Soobin merasa lebih gelisah dan khawatir. Yeonjun akan baik-baik saja bukan?

*************

Yeonjun berlari dengan cepat masuk ke dalam area rumah sementara para Pemburu mencarinya di sekitar halaman.

Putra Taehyung itu naik ke lantai dua, kemudian tak sengaja mendorong sebuah pintu ruangan yang sempat ia perhatikan tempo hari sampai terbuka. Awalnya Yeonjun terkejut mendapati pintu itu tak terkunci, tapi akhirnya ia masuk dan bersembunyi di sana seperti orang bodoh. Ia tak terlihat, tapi kenapa harus bersembunyi?

Yeonjun baru saja hendak menghela nafas lega sebelum menyadari dimana ia sebenarnya berada. Ruang tahanan.

Akhirnya Yeonjun bisa melihat wajah orang-orang yang ia lihat melalui lubang kunci tempo hari. Mereka terlihat lebih lesu dan anehnya tidak bertindak agresif sama sekali seperti para pemburu yang ia temui di lantai bawah. Mereka semua menggila, bahkan bergerak kesana kemari seperti hantu kehausan padahal tak bisa melihat sosoknya.

We're The LastCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang