Ketika melindungi anak-anak mereka terasa jauh lebih sulit dan menyakitkan daripada melindungi diri mereka sendiri.
Cerita ini hanya tentang Kehidupan generasi Bangtan yang selanjutnya, dengan ke 7 Bangtan generasi sebelumnya yang berhasil bertahan...
"Terkadang kita terlalu ceorboh untuk menyadari berbagai macam tanda dan peringatan yang mereka berikan dalam permainan kali ini."
-Cha Eunwoo-
****************
Hujan salju sudah sedikit reda sore itu sehingga suhu dingin tidak terlalu dirasa lagi oleh kulit manusia. Di halaman depan guard house, Jimin sedang bersama Beomgyu. Sama-sama menikmati bagian dari diri mereka yang masih tersisa dengan sesekali Jimin akan mengajarkan bagaimana untuk mengeluarkan kekuatannya.
Hanya Jimin yang mengerti Beomgyu karena selain berstatus sebagai ayah Beomgyu, Jimin juga mengalami hal yang sama. Kesulitan menggunakan dan juga mengontrol kekuatan itu selama 20 tahun penuh.
Jungkook memasukkan tangannya ke dalam saku coat hitam panjang yang ia kenakan. Sepatu boots nya menapak perlahan dan meninggalkan jejak di sepanjang halaman belakang yang tertutup oleh salju.
Bangtan terakhir itu mendudukkan dirinya, menatap jauh ke arah pepohonan di hutan yang tertutup oleh salju.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jungkook setengah melamun, memikirkan suara-suara yang entah kenapa bisa ia dengar seharian ini. Belum lagi latihan benar-benar kacau, dan para bangtan lain terlihat tertekan. Semua ini membuat kepala Jungkook terasa penuh. Ia juga masih menikirkan tentang pemburu dan Seojun. Ada banyak masalah, dan ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara untuk menyelesaikannya.
Soobin melangkah dengan hati-hati kemudian mendudukkan diri di samping Jungkook. Jemari besar remaja delapan belas tahun itu memberikan satu gelas kecil berisi coklat panas pada Jungkook.
Iris rusa pemuda bermarga Jeon itu menatap Soobin untuk seperkian detik sebelum tersenyum dan menerimanya. "Terimakasih."
"Aku minta maaf hyung. Latihan hari ini, aku benar-benar minta maaf. Aku terlalu pengecut untuk mengatakan sesuatu pada Jaebum hyung."
Jungkook menepuk punggung tangan Soobin yang ada di atas pahanya. "Itu bukan kesalahan kalian. Tidak mungkin kalian bisa menguasai semua kekuatan yang bahkan baru kalian ketahui."
Jungkook menghela nafas sebelum melanjutkan. "Kami semua mengetahui dan beradaptasi dengan kemampuan ini semenjak kecil. Itu yang membuat kami terlihat lebih baik saat berlatih untuk pertama kalinya di guard house. Semua butuh proses Soobin."
"Tapi hyung benar-benar luar biasa," ujar si jangkung itu, "maksudku, hyung bahkan sudah memiliki banyak pengembangan. Baik dalam pertarungan jarak dekat ataupun jauh. Dengan maupun tanpa senjata. Sampai kapanpun kami tak bisa sebaik hyung. Dan Jaebum benar, sulit bagi kami untuk bertahan. Mungkin kami juga akan berakhir merepotkanmu," lanjutnya.