Ketika melindungi anak-anak mereka terasa jauh lebih sulit dan menyakitkan daripada melindungi diri mereka sendiri.
Cerita ini hanya tentang Kehidupan generasi Bangtan yang selanjutnya, dengan ke 7 Bangtan generasi sebelumnya yang berhasil bertahan...
"Terkadang kita terlalu takut untuk menghadapi sesuatu dan terjebak di titik yang sama berulang kali."
***************
Jungkook selalu menyadari mana mimpi, dan yang mana dunia nyata. Tapi mimpinya beberapa saat lalu benar-benar seperti ilusi, jadi saat Jungkook terbangun, ia benar-benar linglung. Menatap ke sisi kanan dan juga kirinya untuk mendapati fakta bahwa ia berada di dalam tenda.
Suara pemburu.
Ia jatuh ke dalam sungai.
Rasa sakitnya.
Semua benar-benar nyata. Tapi bagaimana bisa itu semua hanyalah mimpi?
Jungkook membuka tendanya, dan melihat Yugyeom tidur berdampingan dengan Eunwoo di dekat api unggun beralaskan dedaunan. Keduanya tak terlihat kedinginan sama sekali walaupun tak memakai selimut atau yang lainnya.
Bangtan terakhir itu melihat ke arah ponsel yang ada dalam genggamannya. Waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi, tapi langit masih abu-abu. Nampak mendung dan enggan untuk menunjukkan sedikit sinar matahari di hari bersalju.
Pandangan Jungkook terkunci pada hamparan danau luas tempat ia tenggelam di dalam mimpi. Perlahan Jungkook mendekati danau itu, berjongkok di tepiannya dan mengetuk lapisan es yang terbentuk di atas danau beberapa kali. Memastikan apakah cukup kuat untuk ia pijaki.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jungkook yakin ada sesuatu, karena dalam mimpinya, saat ia terjatuh. Aura pemburu dapat ia rasakan begitu dominan. Walaupun sekarang kenyataannya Jungkook tak bisa merasakan apapun.
Dunia yang mereka tinggali bukanlah dunia biasa dimana semua hal yang terlihat itu nyata seperti kelihatannya. Terlalu banyak ilusi, rahasia, dan juga kebohongan yang membuat Jungkook merasa muak.
Perlahan tapi pasti kaki Jungkook melangkah di atas hamparan es yang melapisi air danau. Berlari dengan secepat dan seringan mungkin mengelilingi danau dan tak juga menemukan apapun.
Pemuda itu terlalu fokus sampai tak menyadari bagaimana retak mulai terlihat di bawah kakinya. Suara retakan itu cukup untuk membangunkan Yugyeom yang langsung kehilangan akal kala melihat Jungkook berdiri diam di tengah danau.
Yugyeom berlari cepat, namun menghentikan langkah di tepi danau. Ia takut. Jika ia melangkah, bukan tidak mungkin retakan akan membesar dan langsung menjatuhkan Jungkook ke dalam air danau.
"Jung!"
Netra Jungkook langsung tertuju pada sosok Yugyeom yang melambaikan tangan dengan raut khawatir.