Bab 23: Lost

187 3 0
                                        

Langit mulai menggelap. Namun Alferd masih betah menonton pertunjukan adu kekuatan magic di atas panggung yang terletak di tengah-tengah festival.

"Sudah hampir malam. Mau langsung pulang atau nanti saja?" tanya Alferd tiba-tiba.

"......."

Alferd menoleh ke samping. Namun ia tidak menemukan sosok keberadaan Lycra sama sekali.

"Dia hilang lagi?" Alferd mendesah frustasi. "Kenapa aku tidak sadar?"

Alferd menutup mata. Pusaran angin samar-samar membentuk spiral kemudian mengelilinginya.

"Dia di mana?" Alferd semakin panik ketika tidak berhasil menemukan lokasi keberadaan Lycra sedikitpun.

"Kenapa begitu banyak yang mengincarmu?"

"Apa ini salah satu alasan bunda ratu ingin aku mengikutimu?"

Walaupun enggan, Alferd tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan istana kerajaan.

"Hilang?"

Alferd berlutut hormat di hadapan penguasa kerajaan terbesar di alam laut. "Benar Yang Mulia."

"Aku akan mengusahakannya."

"Terima kasih Yang Mulia atas bantuannya."

Pria paruh baya yang duduk di atas singgasananya itu mengangguk pelan. "Sudah malam. Istirahatlah."

Setelah pamit, Alferd pun berdiri tegak keluar ruangan dengan sopan. "Aku harus cepat-cepat menemukannya."

"Alferd!"

Alferd berhenti. Di hadapannya kini berdiri seorang gadis yang kira-kira berusia 17 tahun. Raut wajahnya sangat cerah setelah melihat sosok Alferd.

"Kamu kembali." Gadis itu menghampiri Alferd.

"Fina. Bagaimana kabarmu?" Alferd juga berjalan maju menghampiri gadis tersebut.

"Setelah melihatmu. Aku merasa sangat baik." Fina tersenyum senang. "Aku kangen..." Fina memeluk Alferd begitu juga sebaliknya.

"Iya, aku juga."

"Kenapa kamu ke sini?" Fina melepaskan pelukannya. Ia menatap Alferd dengan tatapan bertanya.

"Aku mencari seseorang."

"Siapa?" Fina mulai curiga.

Alferd tersenyum kaku. "Eumm... Teman seperjalanan," jawabnya sedikit ragu.

"Oh." Fina mengangguk mengerti. "Ayo! mampir ke istanaku."

"Inikan sudah malam." Alferd terkekeh pelan. "Kalau ada waktu luang, aku akan mengunjungimu, ok?"

Fina cemberut. "Janji?" tanyanya memastikan.

"Iya aku janji." Alferd mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Fina.

"Baiklah. Kalau begitu aku pamit duluan." Fina tersenyum senang kemudian berlalu pergi berlawanan arah dengan Alferd.

"Maaf membuatmu menunggu lama..." Alferd tersenyum kecut. "Setelah tugasku selesai, aku akan selalu meluangkan waktu denganmu."

Tanpa menunda lebih banyak waktu, pemuda bersurai perak itupun segera pergi meninggalkan istana kerajaan Oceanth.
.

"Untuk apa ke sini? Kangen?"

Alferd memutar bola matanya malas. Kini ia berada di sebuah penginapan yang pernah ia kunjungi bersama Lycra tempoh hari.

"Dengan enggan, aku memerlukan bantuanmu."

Fantasy World: Seven ChallengesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang