Maapin masih banyak typo ya hehe
Let's read jangan lupa voment guys
;)
"Maaf kami buru buru jantung pasien melemah"...
Ucapan tersebut terus terngiang di fikiran ke-enam remaja yang tengah mematung didepan ruang ICU, Setelah mengatakan hal tersebut sekitar satu jam yang lalu Kean benar benar di bawa ke ruang ICU dan belum ada kabar hingga saat ini, hal ini membuat mark maupun jazikiel gila.
Tak ada tangis lagi, air mata mereka sudah kering, terlebih jazikiel ia merasa sangat hancur, ia kembali mengingat masa masa dimana ia bersama Kean, masa dimana ia berjanji untuk selalu di samping Kean, masa dimana ia adalah orang terdepan saat Kean merasakan sakit.
Kini Ia hanya sebagai bayang bayang bagi Kean, ia merasa tak pantas untuk sekedar berkata bahwa ia kakak dari seorang Arkean raffasya Narendra, ia malu sangat malu mengakui bahwa ia adalah seorang kakak.
Jika difikir kakak mana yang tega mendiami adiknya selama berhari hari? kakak mana yang berani meninggalkan adiknya saat ia tahu bahwa sang adik adalah kaca rapuh?
Rasanya.... Semua hancur, hancur saat mengetahui kenyataan yang sebenarnya, rasanya hancur saat ia mengingat dengan mulutnya sendiri jazikiel seorang yang dibilang kakak bagi Arkean menghina adik kecilnya.
Ber prilaku kasar, Menampar adiknya dengan tangannya sendiri, berkata bahwa Kean menyusahkan, Kean bodoh, Kean penyakitan.
Padahal Dulu, Dulu seorang jazikiel reofano Narendra, seseorang yang terlebih dahulu berkata dengan tegas bahwa adiknya adik kecilnya tak pernah sedikitpun menyusahkan, adiknya tak pernah sedikitpun memberi beban padanya, ah sudahlah nasi sudah menjadi bubur jazikiel.
Dua jam sudah terlewati tak ada yang meninggalkan sejengkal pun tempat ke-enam remaja itu berpijak, baik Haidar, Jeno, Arjuna dan Charles yang notabennya seseorang baru dalam hidup Kean, mereka tak sedikitpun meninggalkan si bungsu dari ke-enam remaja ini.
Lihat saja Charles seorang president rich from Singapore ia duduk lesehan di lantai menatap kosong kedepan, memori Charles terbawa kebelakang dimana disaat ia bersama Arkean, orang yang dulu ia anggap supel dan cerewet, Arkean ia yang dulu anggap seorang yang rusuh, Bermain game bersama menghabiskan waktu bersama saat ini sahabatnya sedang berada dalam ujung kelelahan.
Semua.. semua hanya berharap Kean tidak akan menyerah dengan rasa sakitnya, semua.. semua berharap Kean masih mau bertahan dengan luka yang menganga lebar dalam hidupnya.
Mark memandang lurus kepintu ruangan yang membawa adiknya, ia tau disana Kean sedang berjuang, ia percaya adiknya tak selemah itu, biarkan dia istirahat.
" Padahal kakak udah dapet donor paru paru baru buat Kean" Ucap mark masih dengan keadaan memandang pintu ruangan ICU "Kakak tau Kean kuat, Kean pasti sembuh, Kakak janji apapun yang Kean minta kakak pasti turutin asal Kean mau bangun dek.. Apapun"
Semua memandang pilu sang tertua, mereka tau Arkean seseorang yang sedang berjuang antara hidup dan mati itu merupakan segalanya bagi mark, bukan jazikiel tak di sayang, hanya saja sesuatu yang membuat mark jauh lebih menyayangi Kean, dan untuk saat ini biarkan mark menelan kecewa kepada si tengah.
Cklek..
Pintu terbuka menampilkan wajah dokter jung, dokter sekaligus wali bagi ketiga keluarga narendra, kesemua langsung menolehkan atensinya pada sang dokter mark yang berada di dekatnya pun langsung mengajukan pertanyaan bertubi tubi "Bagaimana Kean kak? dia baik baik aja kan? Kean udah bangun?"
Dokter jung pun hanya tersenyum simpul, ia tau seberapa besarnya kasih sayang remaja dihadapanya ini terhadap si bungsu, dokter jung menghela nafas "Sekarang kondisinya stabil mark, Tapi kean... " Dokter jung menggantungkan kalimatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arkean || END ✓
Teen FictionEND TAHAP REVISI Dia Arkean rafasya Narendra anak bungsu dari 3 saudara, Hadirnya dianggap menjadi bencana bagi sang ayah, karna hadirnya ibunya meninggalkan ketiganya. Arkean si bungsu yang dijaga setengah mati oleh kedua kakaknya, Arkean si bungs...
