21

5.3K 387 5
                                        

Setelah empat hari yang lalu Kean sadarkan diri dari tidur panjangnya Sekarang anak itu Sudah dapat bercanda, Masih dengan nassal nacanula yang bertengger apik di hidung mungilnya, Kean tengah berbagi cerita Serta candaan dengan kakak tertua.

Beban yang Kean tanggung selama kurang lebih Hampir satu bulan ini meluap begitu saja saat si tengah sudah kembali bergurau dan berkomunikasi bersama.

Dunia Mark serta jazikiel juga sudah sempurna Sekarang tak ada lagi beban berat saat melihat adiknya terpuruk, bagi mark Kean serta Kiel adalah kekuatannya, Bersama kedua adiknya sejenak mark melupakan kelelahan pekerjaan serta masalah dengan orang yang selama ini mendaulatkan diri sebagai ayahnya.

Waktu sudah menunjukan pukul tiga sore itu artinya Jazikiel serta pasukannya sebentar lagi akan datang, Mereka tadi sudah meminta izin pada mark untuk menginap malam ini Di ruang rawat Kean.

Awalnya tentu mark menolak, sebab ia tak mau lagi di tegur petugas kesehatan atas keributan Dari salah satu ruang rawat di rumah sakit ini, Juga ia tak mau lagi lagi menjadi budak keesokan harinya untuk membereskan semua kekacauan yang gengster itu perbuat.

Ia masih ingat betul bagaimana Haechan Yang selalu Beradu mulut dengan si bantet Arjuna, ia masih ingat betul saat tengah malam haechan kalang kabut mencari Dalaman pororo nya dengan mata tertutup, sungguh mark tak membayangkan apalagi yang akan terjadi Kedepannya.

Tapi berkat bujukan Kean mark luluh, memangnya siapa yang tahan saat melihat Kean memohon? Mukanya saja sudah anak anjing yang minta dipungut, akhirnya mark mengizinkan geng adiknya untuk menginap Dengan syarat tidak ada lagi keributan yaa sepertinya mustahil.

Ceklek...

Pintu terbuka menampilkan jazikiel yang tengah tersenyum bodoh kepada kedua saudaranya yang tengah sibuk "Anyeonhaseo jazikiel imnida, Me coming in here" Lagi ucapan bodoh terlontar pada sitengah itu membuat mark menimbang akan kemana ia jual adiknya ini.

"Masuk gausah bacot Kiel" Jawab mark sembari memutar bolanya malas, Sedangkan jazikiel hanya mendengus.

"Astaghfirullah dosa apa yang hamba perbuat sehingga mendapat- EH IYA IYA MAAP ATUH JANGAN DI JEWER" pekiknya saat tiba tiba tangan mark menarik sadis telinga kanan jazikiel, Huh padahal ia belum menyelesaikan petuahnya.

"Punya saudara bodoh semua" GGuman Kean sembari sibuk mengunyah apel yang Baru saja di kupaskan oleh kakanya itu.

Kedua kakaknya itu masih sibuk dengan mark yang semakin gencar menjewer telinga jazikiel dan jazikiel tak henti hentinya berteriak tak jelas.

"HUWA IYA UDAH MAAPIN KIEL KAK" mohon nya sembari terus berusaha melepas tangan mark dari telinganya yang hampir putus.

"BACOT DEH KALIAN, BUNUH AJA KEAN KALO MAU BIKIN KAGET TERUS" Ucapan Kean mengintruksi pertikaian kedua manusia tersebut, dengan kompak melihat Kean yang muaknya telah memerah sembari terus mengatur nafas yang sedikit sulit, INGATKAN BAHWA ADIKNYA MEMPUNYAI SAKIT JANTUNG!

"Eh ke masya alllah" Pekik mark sembari berlari menghampiri Kean "Mana yang sakit? bilang sama kakak, mau panggil dokter? " Panik mark sembari mengelus ngelus dada si bungsu.

Kean memutar bola matanya malas, tak mengindahkan pertanyaan bertubi tubi dari kakak ia menatap si tengah yang tak kalah memasang raut wajah cemas "Abang abang sama lele mana?" Tanyanya setelah nafasnya berangsur membaik.

Sadar pertanyaan yang di ajukan Kean untuknya jazikiel lantas tersenyum, senyum kecut lebih tepatnya "Mereka balik kerumah masing masing dulu, nanti mau magrib kesini katanya" Jawabnya sembari berjalan menuju Sofa.

Kiel hanya mengangguk tanda mengerti, ia memerosotkan badannya yang tadinya setengah duduk menjadi berbaring, Tangannya terjulur mengambil benda pipih yang tergeletak di atas nakas, membuka aplikasi Line.

LeleDarat🐳

Le mau kesini kan?
15.22
√√

Tak menunggu waktu lama balasan muncul dari Charles membuat Kean kembali melanjutkan sesi chattingan nya, mengabaikan kedua kakaknya yang tengah sibuk membicarakan hal tidak jelas itu.

Eh? Iya nanti, kan mau
nginep, Kenapa?
15.25
√√

Mau salad buah ya🐭
15.26
√√

Cih Ada maunya inget
iya nanti gue bawain
15.26
√√

Balasan terakhir dari Charles mampu membuat senyum jazikiel mengembang sempurna, Tak di sangka Kawannya itu Benar benar dapat di andalkan.














________
















Sedangkan di sisi lain Rendra mengendarai mobilnya, membelah jalanan sambil terus melontarkan sumpah serapah terhadap Arkean, anak yang menurutnya membawa petaka, Anak yang menurutnya membawanya dalam keterpurukan, kesusahan dan anak yang merenggut paksa semua kebahagiaannya.

Mobil mewah itu terhenti pada sebuah rumah besar bergaya clasic, langkahnya ia bawa masuk kedalam rumah, membanting pintu secara kasar mengundang tatapan kaget dari kedua insan yang tengah asik menonton TV.

"Hey Kau kenapa hm?" Tanya seorang wanita, wanita itu bangkit membawa langkahnya mereka dekati Rendra.

"Anak sialan itu masih hidup rupanya" Dosisnya Marah.

"Kau masih mempermasalahkan pasal bocah ingusan itu sayang? Lagi, pertanyaan Yang dilontarkan Leona, Ibu dari Andrian tersebut terkesan lembut, tapi sangat menjengkelkan Jika di dengar.

" Tentu! Gara gara dia saya nggak bisa hancurin perusahaan milik mark, Dan satu saya nggak akan lupa cara kasar mark mengusir saya demi bocah penyakitan itu" Jawabnya mantab, matanya menunjukan kilat cahaya kemarahan.

"Ck, Kau ini bodoh, memangnya kau punya andre untuk apa ha?" Ucapan yang di lontarkan oleh Leona tersebut mengundang kerutan di dahi Narendra.

"Maksudmu apa? kau tidak mungkin mengorbankan anak kita kan?" Mata Rendra memicing, memandang lamat wanita di depannya.

Leona terkekeh astaga memang benar benar bodoh suaminya ini "Hey dude! mana mungkin aku mengorbankan anakku hm? tapi.. tidak kah kau berfikir menyalurkan dendamu lewat anakku yang jenius ini ha?" ucapnya sembari berjalan mengeluh sayang kepala andrian yang sama sama menunjukkan smriknya itu Lontaran kata yang di sampaikan oleh Leona sedikit membuat Narendra jengkel Mengapa tidak to the point saja?

"Katakan maksudmu, aku tak suka bertele tele" celetuknya datar.

"Ckckck Kau bodoh suamiku, Mengapa kau tak mengirim anakku ini kerumah ketiga anakmu itu hm? Disana ia bisa menghancurkan si anak penyakitan itu dengan mudah" Jawabnya enteng sembari memainkan rambut andrian yang sibuk dengan ponselnya itu.

"Tidak hanya Kean tentunya, Gue bisa dengan mudah ngehancurin tiga sodara itu dengan mudah" Sahut andrian yang tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari benda pipih miliknya itu.

Setelah beberapa detik waktu terlewat Narendra ikut memunculkan smrik di mulutnya, Sesudah ia dapat mencerna maksud dari istrinya itu ia berjalan mendekati anak dan istrinya, mencoleh pipi Leona dan di lanjutkan mengangkat dagu milik andrian.

"Hey Rupanya aku tak percuma mempunyai kalian, Kalian jauh berbeda dengan Istriku dulu yang penyakitan itu, Tak heran mengapa anak bungsunya itu juga penyakitan, Jauh berbeda dengan kau yang bibit unggul Leona.... sayang" Ucapnya sembari kembali duduk di single sofa dengan angkuh.

Pandangan andran pada layar ponsel serta jarinya yang sibuk mengulir social media tersebut terhenti, bibirnya ia bentuk senyum Tipis, sangat tipis hingga tak ada yang menyadarinya..










Holla, Tadinya mau hiatus, tapi keinget nazar kalo udah 3k readers may double up, wkwkwk..






Yorobun anyeonghaseo 😆

Arkean || END ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang